Menu

Perjalanan Jarak Jauh

Melakukan perjalanan jarak jauh dengan mobil, apalagi kalau kamu yang mengemudi, jelas lebih menantang dan lebih berisiko. Ada banyak hal yang perlu kamu persiapkan dan lakukan supaya perjalanan jarak jauh lebih aman dan nyaman.  

Dengan melakukan persiapan yang tepat dan baik, risiko melakukan perjalanan jarak jauh bisa kamu antisipasi. Nah, kira-kira apa saja yang bisa kamu persiapkan dan lakukan sebelum dan selama melakukan perjalanan jarak jauh?

Pastikan kelayakan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh

Kondisi kendaraan merupakan hal yang perlu kamu perhatikan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Menempuh perjalanan panjang bisa membuat mesin mobil bekerja lebih keras. Jadi beberapa hari sebelumnya, lakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi mobil memang layak untuk melakukan perjalanan jauh.  

Beberapa hal yang perlu kamu cek sebelumnya:  

  • Apakah air radiator cukup terisi?  
  • Apakah semua lampu berfungsi dengan baik?  
  • Apakah wiper berfungsi dengan baik?  
  • Apakah ban mobil dalam kondisi yang baik dan tekanannya cukup?  
  • Apakah rem cukup responsif dan apakah ada suara ganjil dari injakan rem?  
  • Apakah ada kebocoran?  
  • Apakah mobil mengeluarkan bunyi-bunyi atau gerakan yang aneh saat dikendarai? 

Untuk lebih memastikan, ada baiknya kamu memeriksakan kondisi kendaraan ke bengkel terdekat.

Asuransi kendaraan bisa mengurangi rasa khawatir kamu saat melakukan perjalanan jarak jauh. Belum punya asuransi kendaraan? Cek dulu jenis-jenisnya dan lingkup proteksinya.

Jangan berkendara kalau kamu ngantuk

Mengendarai dalam keadaan ngantuk sama berbahayanya dengan berkendara dalam keadaan mabuk. Dalam perjalanan jarak jauh, misalnya mudik, hal ini bahkan lebih berisiko. Perhatikan tanda-tanda ini:  

  • Kamu merasa kesulitan untuk fokus 
  • Kelopak mata terasa berat 
  • Kesulitan mengangkat kepala dengan tegak 
  • Pikiran kamu kemana-mana 

Kalau kamu mengalami tanda-tanda di atas, segera menepikan kendaraan di tempat yang aman dan lakukan upaya untuk menghilangkan kantuk. Tidur sejenak, atau turun dari kendaraan dan bergerak, bisa membantu menghilangkan rasa kantuk dan mengembalikan fokus.  

Jika kamu berkendara dengan beberapa orang lain, sebaiknya berkendaralah secara bergantian.  

Pastikan nggak ada gangguan

Tidak fokus mengamati kondisi jalan saat berkendara, bisa berbahaya. Pastikan perhatian kamu nggak terganggu selama mengemudi. Mencoba melakukan hal lain saat berkendara, merupakan hal yang sangat berisiko. Jadi singkirkan handphone atau benda lain yang bisa mengganggu perhatian kamu. 

Kalau kamu berkendara bersama orang lain, misalnya keluarga, pastikan kamu sudah memberikan batasan-batasan sebelum melakukan perjalanan. Jangan sampai mereka melakukan kegiatan atau aktivitas yang mengganggu konsentrasi kamu sebagai pengemudi.

Perjalanan Jarak Jauh
Image by Freepik

Bersiap untuk kondisi emergensi

Bahkan ketika kita sudah menerapkan prinsip-prinsip mengemudi yang aman, nggak ada salahnya bersiap menghadapi kondisi terburuk.  

Pertama, simpan nomor-nomor yang bisa kamu hubungi untuk kondisi emergensi, baik yang berhubungan dengan kondisi kendaraan maupun jika ada yang mengalami kecelakaan.  

Selain itu, siapkan perangkat emergensi di dalam kendaraan. Beberapa hal yang perlu kamu siapkan:  

  • kotak P3K 
  • air 
  • selimut 
  • senter 
  • handphone yang terisi penuh 
  • kabel jumper 
  • dongkrak dan alat pengganti ban  
  • cone dan jaket dengan bahan reflektif 

Untuk bersiap diri menghadapi hal terburuk, Asuransi Kecelakaan Diri dari dari Roojai Indonesia akan memberikan rasa aman dengan proteksi yang diberikan. Asuransi Kecelakaan Diri ini bisa memberi jaminan dari risiko kerugian jangka panjang akibat kecelakaan, dengan memberikan santunan tunai sebagai pengganti biaya perawatan dan juga pemasukan yang hilang akibat kecelakaan.  

Selain itu, Asuransi Kecelakaan Diri ini juga bisa memberikan manfaat biaya perawatan rawat inap yang diberikan langsung ke rumah sakit, atau bersifat cashless. Tidak perlu takut melakukan perjalanan jauh karena Roojai Indonesia sudah bekerja sama dengan jaringan Rumah Sakit di seluruh Indonesia.  

Selalu patuhi batas kecepatan

Melihat jalanan yang sepi, kamu merasa tertantang dan otomatis menginjak gas lebih dalam. Padahal ada batasan kecepatan yang perlu kamu patuhi. Walaupun bisa menghemat waktu dan dirasa aman, mobil yang melaju lebih cepat perlu waktu lebih lama untuk mengurangi kecepatan dan berhenti. Artinya kamu punya waktu lebih sedikit untuk bereaksi secara tepat pada saat menghadapi situasi yang berbahaya.  

Jadi demi keamanan, sebaiknya patuhi batas kecepatan yang sudah ditentukan, ya.  

Pantau kecepatan

Ketika melakukan perjalanan jarak jauh, perhatian kamu bisa dengan mudahnya teralihkan. Tahu-tahu mobil melaju kencang, melewati batas yang ditentukan. Supaya ini nggak terjadi, coba lakukan hal ini:  

  • Cek speedometer secara berkala  
  • Lihat rambu lalu lintas  
  • Tetap fokuskan perhatian ke kondisi jalan dan kondisi mobil 

Jalan lebih awal

Seringkali alasan kita mengebut di jalan adalah untuk mengejar waktu. Padahal ini bisa dihindari kalau kamu bersiap dan jalan lebih awal, untuk mengantisipasi kendala di jalanan. Kalau dirasa kamu punya kebiasaan ini, pastikan kamu bersiap dan jalan lebih awal ya.  

Jadi pengendara yang defensif

Mengendarai secara defensif adalah perilaku mengemudi yang bisa mencegah kamu dari tabrakan. Secara umum, mengendarai secara defensif adalah perilaku pengemudi yang lebih mengedepankan kewaspadaan terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.  

Jika pengendara lain mengebut atau terlihat ingin mengambil jalur kamu, maka kamu perlu menurunkan kecepatan dan menghindari mobil ngebut tersebut.  

Menurut apkpi mengenai defensive-driving atau mengemudi defensif adalah mereka yang bisa mengendalikan emosi, tetap tenang, tidak mudah terprovokasi menanggapi kondisi di luar kendaraannya. Saran utama dalam menerapkan defensive driving adalah memiliki kewaspadaan terus menerus dan antisipasi, yang biasa disingkat menjadi 4A:  

  • Alertness (kewaspadaan): selalu siaga dan sigap terhadap pengguna jalan lain. Dalam keadaan waspada, artinya kita akan selalu bertindak benar menghadapi atau merespon kesalahan dari pengendara lain.   
  • Awareness (kesadaran): pengemudi perlu mengetahui tata cara berkendara yang baik, benar, dan aman. Pemahaman yang tepat dalam berkendara, akan meminimalisir kecelakaan lalu lintas.  
  • Attitude (sikap mental): selalu mengedepankan kepentingan umum dibanding kepentingan diri sendiri.  
  • Anticipation (antisipasi, menjaga segala kemungkinan): sikap ini penting karena sebagai pengendara, antisipasi yang tepat terhadap sesuatu akan memengaruhi keselamatan berkendara.

Kurang nyaman duduk lama saat berkendara? Jangan-jangan kamu mengalami gejala ambeien. Yuk cek gejala lengkapnya dan bagaimana cara mengatasinya.

Simpan barangmu dengan benar

Dalam perjalanan jauh, besar kemungkinan kamu membawa lebih banyak barang. Simpan semua barang, terutama yang besar, di dalam bagasi dalam keadaan terkunci. Perhatikan pula keberadaan barang-barang kecil yang mungkin bisa mengganggu keselamatan kamu saat mengemudi. Misalnya barang-barang yang berpotensi bergeser atau menimbulkan tubrukan ketika kendaraan melakukan tikungan tajam.  

Jika ada barang yang jatuh ke lantai saat kamu mengemudi, jangan mencoba untuk mengambilnya. Perhatian kamu akan terganggu dan kamu jadi nggak waspada saat ada kondisi berbahaya.  

Selain itu, pastikan barang-barang yang kamu perlukan selama perjalanan, berada dalam jangkauan kamu. Siapkan air minum, SIM, kartu tol, di tempat yang mudah kamu lihat dan jangkau.  

Rencanakan rute dan pemberhentian kamu

Pada perjalanan jarak jauh, kamu perlu lebih awas dengan risiko mengendarai mobil dalam jangka waktu panjang. Selain kondisi fisik dan mental yang bisa menurun, kondisi kendaraan juga mendapat tekanan. Idealnya, kamu perlu melakukan pemberhentian setiap dua jam, selama setidaknya 15 menit. Lakukan istirahat selama 45 menit setiap melakukan 4,5 jam perjalanan. Selain itu, batasi waktu menyetir hanya total 9 jam dalam sehari.  

Rencanakan rute dan rencana pemberhentian kamu sebelum melakukan perjalanan. Rencanakan di mana kamu akan makan, mengisi bensin, atau melakukan peristirahatan.  

Itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk tetap aman dan nyaman selama melakukan perjalanan jarak jauh. Semoga dengan melakukan persiapan yang matang dan menerapkan safety driving di atas, perjalanan kamu lebih aman. Happy driving!

Bagikan:

Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

|

Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!