asuransi kesehatan keluarga

Asuransi kesehatan keluarga memberi perlindungan finansia jika terjadi risiko medis. Dengan memiliki asuransi kesehatan, kamu nggak perlu khawatir mengenai biaya pengobatan dan akses pelayanan kesehatan.

Bagi kamu yang baru saja menikah, ada satu hal yang perlu kamu pertimbangkan bersama pasangan, yaitu memilih asuransi kesehatan keluarga yang tepat. Meskipun asuransi belum menjadi prioritas utama, namun pandemi Covid-19 mengajarkan kita betapa berharganya kesehatan.

Kesehatan memang berharga, bukan hanya di masa pandemi. Bayangkan berapa biaya yang harus kamu keluarkan saat terjadi masalah kesehatan berat yang memerlukan penanganan serius. Misalnya saja, penyakit usus buntu yang terkesan sakit perut biasa, ternyata perlu ditangani dengan operasi berbiaya puluhan juta.  

Padahal, waktu mendiskusikan asuransi keluarga terbaik adalah di masa awal pernikahan. Bayangkan jika kamu atau pasangan terserang penyakit kritis hingga tidak mampu lagi bekerja. Artinya, sumber pendapatan keluarga berkurangi. Dapatkah kamu membayangkan seberapa besar dampaknya bagi keluarga?

Rekomendasi Jenis Asuransi Kesehatan Keluarga

Lalu asuransi apa yang bisa dipilih oleh pasangan muda, apakah asuransi kesehatan atau asuransi penyakit kritis? 

Asuransi kesehatan 

Ketika sakit, biasanya langkah yang kita ambil adalah mengunjungi fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri. Di sini dokter akan memeriksa dan melakukan diagnosa, kemudian memberikan saran penanganan, dari obat yang perlu dikonsumsi sampai perlu nggaknya tindakan medis tertentu atau diperlukan rawat inap atau nggak.  

Dari sini sudah terbayang biaya yang harus dikeluarkan, biaya konsultasi dokter, obat-obatan, rawat inap atau tindakan. Semuanya memerlukan biaya yang nggak sedikit. Namun dari banyaknya biaya tersebut, yang paling menguras uang adalah rawat inap dan tindakan operasi.  

Asuransi penyakit kritis 

Berbeda dengan asuransi kesehatan umum, asuransi penyakit kritis hanya memberikan manfaat jika pemilik polis mengidap penyakit kritis yang biasanya memerlukan biaya besar dan bisa berakibat fatal. Beberapa jenis penyakit kritis adalah kanker, penyakit koroner dan pembuluh darah seperti jantung dan stroke, atau gagal ginjal. 

Masih muda tapi perlu asuransi penyakit kritis? Sadar atau nggak, penyakit kritis kini sudah mengintai kelompok usia produktif. Dan yang perlu diwaspadai adalah, saat mengalami penyakit kritis, penanganan atau pengobatan perlu dilakukan dalam jangka panjang (bahkan seumur hidup). Tentunya ini bisa mengganggu kualitas hidup pengidap.  

Biaya yang diperlukan bukan hanya untuk pengobatan saja, tapi juga untuk mengganti pendapatan yang hilang. Misalnya sakit stroke yang menyebabkan gangguan pada organ tubuh dan mengganggu kemampuan kerja pengidapnya.

Asuransi Penyakit Kritis bisa melindungi kamu dan keluarga dari resiko finansial akibat pengobatan penyakit kritis. Dengan asuransi ini, kamu bisa bebas dari rasa khawatir akibat biaya perawatan yang nggak ditanggung oleh asuransi kesehatan umum.

Kondisi finansial berubah sesuai tahapan kehidupan. Untuk bisa menentukan apa kebutuhan kamu dan keluarga, ketahui Pentingnya Asuransi dan Kebutuhannya pada Setiap Tahap Kehidupan

Pentingnya Memiliki Asuransi?

Banyak yang menunda berasuransi karena merasa sudah memiliki tabungan yang cukup untuk mengantisipasi keadaan darurat. Nyatanya ada beberapa kondisi yang membuat biaya kesehatan nggak bisa ditanggung dari tabungan aja.   

1. Biaya kesehatan itu mahal  

Seperti sudah disinggung di awal, biaya kesehatan itu mahal. Ketika kamu jatuh sakit, maka dipastikan akan ada biaya yang harus kamu keluarkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan dan juga membeli obat. Belum lagi kalau dokter menyarankan tindakan operasi untuk menangani penyakit yang kamu idap. Biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta. Asuransi memungkinkan kamu untuk membayar premi yang lebih rendah dari biaya yang seharusnya dikeluarkan. 
 

2. Dana darurat bukan solusi 

Ada juga yang menunda memiliki asuransi kesehatan karena merasa telah memiliki tabungan yang cukup memadai untuk mengantisipasi keadaan darurat yang membutuhkan dana besar. Tapi apakah dana tersebut cukup untuk membiayai pengobatan yang perlu dilakukan secara rutin dalam jangka waktu yang lama? Untuk mengantisipasi kebutuhan finansial yang besar, dibutuhkan lebih dari sekadar dana darurat.  

3. Biaya kesehatan meningkat setiap tahun  

Layaknya kebutuhan pokok atau biaya lain seperti biaya sekolah, biaya kesehatan pun meningkat dari waktu ke waktu. Menurut penelitian terbaru PwC mengenai tren biaya medis tahunan. Health Research Institute (HRI) PwC memproyeksikan tren biaya medis tahunan sebesar 8 persen pada tahun 2025.

4. Semua orang punya risiko 

Fakta ini nggak bisa ditepis begitu saja. Ya, setiap orang punya risiko kesehatan bahkan ketika kita sudah berusaha untuk menjalani gaya hidup sehat. Pun nggak bisa dipungkiri, ada beberapa penyakit yang nggak bisa kita elak karena faktor keturunan. Misalnya saja penyakit jantung koroner, diabetes, atau beberapa jenis kanker.

Memiliki asuransi kesehatan keluarga memberikan rasa aman dan membantu mengurangi beban finansial saat terjadi masalah kesehatan. Asuransi ini melindungi kamu dari biaya medis tak terduga dengan premi yang relatif kecil, memberikan akses ke rumah sakit dan dokter berkualitas, serta mencakup biaya perawatan rutin dan pencegahan. Selain itu, asuransi penyakit kritis memberikan pembayaran lump sum jika kamu didiagnosis dengan penyakit kritis, yang dapat digunakan untuk pengobatan atau kebutuhan lainnya, dan membantu mengganti pendapatan yang hilang jika kamu tidak dapat bekerja, memberikan stabilitas finansial selama masa pemulihan.

Usus buntu memang masalah yang cukup serius, bahkan bisa mengancam nyawa kalau terlambat diatasi. Bukan Sakit Perut Biasa, Ini Gejala Usus Buntu yang Perlu Kamu Waspada!

Tips Sebelum Membeli Asuransi Kesehatan Keluarga 

Namun sebelum membeli asuransi kesehatan untuk keluarga kamu, sebaiknya perhatikan beberapa hal ini ya. 

Ketahui riwayat kesehatan keluarga  

Memahami kebiasaan atau gaya hidup diri kamu dan pasangan akan memberikan gambaran kondisi kesehatan di masa depan. Misalnya seberapa sering kamu olahraga atau kebiasaan makan kamu dan pasangan. 

Cek juga apakah ada risiko penyakit yang bisa diturunkan dari keluarga kamu atau pasangan. Lebih akurat lagi jika kamu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk melihat risiko penyakit yang timbul di kemudian hari. Misalnya bagi pengidap tekanan darah tinggi, berisiko mengalami stroke, penyakit jantung dan gagal ginjal.   

Cari perlindungan yang maksimal  

Untuk memastikan keluarga kamu terlindungi dari beban finansial, pastikan kamu memberikan perlindungan yang maksimal. Asuransi Penyakit Kritis bisa memberikan santunan tunai sampai 1 miliar rupiah, dengan fleksibilitas untuk memilih sendiri proteksi penyakit kritis sesuai referensi kamu. 

Atur sesuai budget

Carilah premi asuransi kesehatan keluarga yang cocok dengan kebutuhanmu, kamu akan mendapatkan perlindungan finansial yang sesuai. Roojai memungkinkan kamu secara fleksibel mengatur perlindungan yang kamu perlukan, sesuai dengan budget kamu. Tunggu apalagi? Kunjungi Roojai Indonesia sekarang!

Dian Pusparini

Ditulis oleh

Dian Pusparini

Head of Claim

Dian merupakan lulusan keperawatan di STIK St Carolus. Dian sudah bekerja selama 20 tahun, dengan pengalaman bekerja dibidang asuransi selama 18 tahun. Dian memiliki sertifikasi asuransi AAAK (Ajun Ahli Asuransi Kesehatan). Dian memahami betul betapa pentingnya kesehatan untuk kita. Sebagai Head of Claim, saat ini Dian senang berbagi pengetahuan dan tips seputar kesehatan.

Bagikan:

Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang

Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

|

Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!