asuransi kesehatan keluarga

Melewati masa-masa pandemi Covid-19, kita jadi semakin merasakan betapa benar ungkapan “kesehatan itu mahal harganya.” Saat itu, nggak semata kita perlu mengeluarkan banyak biaya untuk menjaga kesehatan dengan membeli multivitamin, tapi juga harus menguras kantong untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang baik. Bahkan pada beberapa kasus, seringkali nyawa jadi taruhannya.  

Kesehatan memang mahal, nggak hanya di masa pandemi. Bayangkan berapa biaya yang harus kita keluarkan saat terjadi masalah kesehatan berat yang memerlukan penanganan serius. Misalnya saja, penyakit usus buntu yang terkesan sakit perut biasa, ternyata perlu ditangani dengan operasi berbiaya puluhan juta.  

Asuransi kesehatan keluarga memberi perlindungan finansial dengan memberikan manfaat tunai atau pun pertanggungan biaya kesehatan sesuai tagihan. Dengan memiliki asuransi kesehatan, kamu nggak perlu khawatir mengenai biaya pengobatan dan akses pelayanan kesehatan.

Kenapa perlu asuransi kesehatan keluarga? 

Banyak yang menunda berasuransi karena merasa sudah memiliki tabungan yang cukup untuk mengantisipasi keadaan darurat. Nyatanya ada beberapa kondisi yang membuat biaya kesehatan nggak bisa ditanggung dari tabungan aja.   

1. Biaya kesehatan itu mahal  

Seperti sudah disinggung di awal, biaya kesehatan itu mahal. Ketika kamu jatuh sakit, maka dipastikan akan ada biaya yang harus kamu keluarkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan dan juga membeli obat. Belum lagi kalau dokter menyarankan tindakan operasi untuk menangani penyakit yang kamu idap. Biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta. Asuransi memungkinkan kamu untuk membayar premi yang lebih rendah dari biaya yang seharusnya dikeluarkan.  
 

2. Dana darurat bukan solusi 

Ada juga yang menunda memiliki asuransi kesehatan karena merasa telah memiliki tabungan yang cukup memadai untuk mengantisipasi keadaan darurat yang membutuhkan dana besar. Tapi apakah dana tersebut cukup untuk membiayai pengobatan yang perlu dilakukan secara rutin dalam jangka waktu yang lama? Untuk mengantisipasi kebutuhan finansial yang besar, dibutuhkan lebih dari sekadar dana darurat.  

3. Biaya kesehatan meningkat setiap tahun  

Layaknya kebutuhan pokok atau biaya lain seperti biaya sekolah, biaya kesehatan pun meningkat dari waktu ke waktu. Survei yang dilakukan oleh Willis Towers Watson, sebuah perusahaan konsultan manajemen risiko, memprediksi kenaikan biaya kesehatan pada tahun 2023 berada di kisaran 6,5 persen.  

4. Semua orang punya risiko 

Fakta ini nggak bisa ditepis begitu saja. Ya, setiap orang punya risiko kesehatan bahkan ketika kita sudah berusaha untuk menjalani gaya hidup sehat. Pun nggak bisa dipungkiri, ada beberapa penyakit yang nggak bisa kita elak karena faktor keturunan. Misalnya saja penyakit jantung koroner, diabetes, atau beberapa jenis kanker. 

Usus buntu memang masalah yang cukup serius, bahkan bisa mengancam nyawa kalau terlambat diatasi. Bukan Sakit Perut Biasa, Ini Gejala Usus Buntu yang Perlu Kamu Waspadai

Jenis asuransi kesehatan keluarga 

Lalu asuransi apa yang bisa dipilih oleh pasangan muda, apakah asuransi kesehatan atau asuransi penyakit kritis? 

Asuransi kesehatan 

Ketika sakit, biasanya langkah yang kita ambil adalah mengunjungi fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri. Di sini dokter akan memeriksa dan melakukan diagnosa, kemudian memberikan saran penanganan, dari obat yang perlu dikonsumsi sampai perlu nggaknya tindakan medis tertentu atau diperlukan rawat inap atau nggak.  

Dari sini sudah terbayang biaya yang harus dikeluarkan, biaya konsultasi dokter, obat-obatan, rawat inap atau tindakan. Semuanya memerlukan biaya yang nggak sedikit. Namun dari biaya-biaya tersebut, yang paling banyak menguras biaya adalah rawat inap dan tindakan operasi.  

Asuransi penyakit kritis 

Berbeda dengan asuransi kesehatan umum, asuransi penyakit kritis hanya memberikan manfaat jika pemilik polis mengidap penyakit kritis yang biasanya memerlukan biaya besar dan bisa berakibat fatal. Beberapa jenis penyakit kritis adalah kanker, penyakit koroner dan pembuluh darah seperti jantung dan stroke, atau gagal ginjal. 

Masih muda tapi perlu asuransi penyakit kritis? Sadar atau nggak, penyakit kritis kini sudah mengintai kelompok usia produktif. Dan yang perlu diwaspadai adalah, saat penyakit kritis itu dialami, penanganan atau pengobatan perlu dilakukan dalam jangka panjang (bahkan seumur hidup) dan bisa mengganggu kualitas hidup pengidap.  

Biaya yang diperlukan nggak hanya untuk pengobatan jangka panjang aja tapi juga untuk mengganti potensi pendapatan yang hilang. Stroke misalnya, bisa menyebabkan gangguan pada organ tubuh yang bisa mengganggu kemampuan kerja pengidapnya.  

Asuransi Penyakit Kritis mencegah keluarga kamu mengalami kerugian atau kemerosotan finansial akibat biaya yang harus dikeluarkan selama pengobatan penyakit kritis. Dengan asuransi ini, kamu bisa bebas dari rasa khawatir akibat biaya perawatan yang nggak ditanggung oleh asuransi kesehatan umum.

Kondisi finansial berubah sesuai tahapan kehidupan. Untuk bisa menentukan apa kebutuhan kamu dan keluarga, ketahui Pentingnya Asuransi dan Kebutuhannya pada Setiap Tahap Kehidupan

Tip sebelum membeli asuransi kesehatan keluarga 

Namun sebelum membeli asuransi kesehatan untuk keluarga kamu, sebaiknya perhatikan beberapa hal ini ya. 

Riwayat kesehatan keluarga  

Memahami kebiasaan atau gaya hidup diri kamu dan pasangan akan memberikan gambaran kondisi kesehatan di masa depan. Misalnya seberapa sering kamu olahraga atau kebiasaan makan kamu dan pasangan. 

Cek juga apakah ada risiko penyakit yang bisa diturunkan dari keluarga kamu atau pasangan. Lebih akurat lagi jika kamu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk melihat risiko penyakit yang timbul di kemudian hari. Misalnya bagi pengidap tekanan darah tinggi, berisiko mengalami stroke, penyakit jantung dan gagal ginjal.   

Perlindungan maksimal  

Untuk memastikan keluarga kamu terlindungi dari beban finansial, pastikan kamu memberikan perlindungan yang maksimal. Asuransi Penyakit Kritis bisa memberikan santunan tunai sampai 1 miliar rupiah, dengan fleksibilitas untuk memilih sendiri proteksi penyakit kritis sesuai referensi kamu. 

Atur sesuai budget 

Dengan memilih asuransi sesuai kondisi kesehatan dan kebutuhan, kamu akan mendapatkan perlindungan finansial dengan budget yang bisa diatur sesuai kondisi. Roojai memungkinkan kamu untuk secara fleksibel mengatur perlindungan yang kamu perlukan, sesuai dengan budget kamu.  

Jadi gimana, sudah siap membeli asuransi kesehatan keluarga dengan proteksi yang fleksibel?

Dian Pusparini

Ditulis oleh

Dian Pusparini

Head of Claim

Dian merupakan lulusan keperawatan di STIK St Carolus. Dian sudah bekerja selama 20 tahun, dengan pengalaman bekerja dibidang asuransi selama 18 tahun. Dian memiliki sertifikasi asuransi AAAK (Ajun Ahli Asuransi Kesehatan). Dian memahami betul betapa pentingnya kesehatan untuk kita. Sebagai Head of Claim, saat ini Dian senang berbagi pengetahuan dan tips seputar kesehatan.

Bagikan:

Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang

Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

|

Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!