fase kehidupan

Setiap orang melewati beberapa fase dalam kehidupannya. Dalam tiap fase tersebut dibutuhkan pengelolaan keuangan (finansial) agar kehidupan dapat berjalan dengan mulus. Sementara itu, dalam setiap pengelolaan keuangan perlu ada proteksi untuk melindungi diri dan orang-orang yang kita sayangi dari potensi terjadinya risiko kerugian finansial. Asuransi adalah instrumen finansial yang berfungsi sebagai proteksi tersebut.

Pada fase awal kehidupan, ketika kita baru lahir dan masih dalam masa pertumbuhan, orang tua kitalah yang perlu memiliki pengelolaan keuangan, seperti biaya sehari-hari dan biaya pendidikan. Orang tua membesarkan kita agar mampu menjadi manusia yang mandiri pada saatnya nanti. Orang tua juga perlu memiliki asuransi yang menjamin keuangan keluarga tidak terganggu jika satu atau keduanya sakit atau meninggal dunia. Dengan demikian, tumbuh kembang masa kanak-kanak hingga remaja bisa lancar serta semua kebutuhan kita terpenuhi. 

Fase-fase Penting yang Mempengaruhi Keuangan

Fase Lajang dan baru bekerja 

Kemudian, ketika tumbuh dewasa, kita mendaki jenjang pendidikan hingga mendapatkan ijazah, lalu melamar dan mendapatkan pekerjaan. Dengan mendapatkan pekerjaan pertama (first job), kita berarti sudah memiliki penghasilan. Penghasilan tersebut, berapa pun jumlahnya, sangat berarti untuk kelangsungan hidup. Penghasilan dari pekerjaan perdana itu dikelola untuk memenuhi kebutuhan orang lajang.  

Orang lajang, baik laki-laki maupun perempuan, diartikan pula sebagai orang yang belum mempunyai tanggungan. Bisa dibilang, kelompok usia ini hanya perlu membiayai dirinya sendiri. Biaya kehidupan mereka diperoleh dari gaji atau pendapatan dengan bekerja. Artinya, jika mereka tidak bekerja, maka pendapatan akan berkurang atau hilang. Mereka masih bisa bergantung dengan orang tua, tetapi tidak semua orang lajang memiliki privilese tersebut. 

Oleh karena itu, asuransi kesehatan adalah proteksi finansial yang dibutuhkan oleh orang-orang yang belum menikah (lajang). Dengan memiliki asuransi kesehatan, kita dapat menjaga stabilitas keuangan agar tidak terganggu jika kita terjatuh sakit dan mesti dirawat di rumah sakit. Ada juga asuransi kesehatan yang memberikan santunan per hari jika kita dirawat di rumah sakit. Santunan ini berupa pengganti hilangnya pendapatan selama kita dirawat karena sakit. 

Fase Menikah dan berkeluarga 

Pada fase kehidupan berikutnya, kita menemukan jodoh untuk membangun sebuah keluarga. Biasanya, pada fase ini, pekerjaan kita juga semakin membaik. Seiring dengan peningkatan karier, pendapatan juga biasanya bertambah sebagai reward. Apalagi ketika kita dan pasangan sudah siap untuk memiliki anak. Dengan demikian, pengelolaan keuangan semakin kompleks sehingga semakin banyak juga kebutuhan asuransi sebagai proteksi finansial.

Pencari nafkah utama dalam keluarga harus memiliki asuransi kesehatan yang bisa menutup biaya rumah sakit yang cukup tinggi. Selain itu, diperlukan juga asuransi tambahan seperti perlindungan penyakit kritis atau kecelakaan diri untuk melengkapi asuransi kesehatan utama yang sudah dimiliki. Asuransi tambahan yang memberikan santunan pengganti ketika harus rawat inap juga perlu dimiliki untuk si pencari nafkah utama.  

Setiap anggota keluarga juga perlu memiliki asuransi kesehatan. Untuk perempuan yang akan mengandung dan melahirkan anak, diperlukan juga asuransi tambahan, misalnya untuk biaya persalinan. Asuransi tambahan seperti penyakit kritis dan kecelakaan diri juga perlu dimiliki oleh seorang ibu agar memiliki proteksi dari risiko pengeluaran yang sangat besar.  

Fase Mapan dan pensiun 

Beranjak usia lanjut, kita akan memasuki masa pensiun. Kita semua memahami bahwa usia tua berarti semakin tinggi potensi seseorang terkena penyakit berbahaya, seperti jantung dan kanker. Menurut World Health Organization (WHO), 35% kematian di Indonesia disebabkan oleh kardiovaskular dan 12% disebabkan oleh kanker. Oleh karena itu, proteksi tambahan seperti penyakit kritis, kanker, dan penyakit jantung sangat kita butuhkan. 

Pengelolaan masa pensiun sebaiknya dilakukan ketika masih muda. Dengan memiliki proteksi asuransi kesehatan sejak masa awal produktif, biaya premi akan jauh lebih murah daripada membeli asuransi kesehatan ketika menjelang pensiun. Meskipun harga premi naik, kenaikannya tidak memberatkan jika kita sudah membelinya semenjak berusia muda.  

Namun, tidak ada kata terlambat untuk memproteksi diri. Pada fase kehidupan mapan dan masa pensiun, kita juga bisa menambahkan asuransi lain yang diperlukan, seperti asuransi penyakit kritis dan kecelakaan diri. Dengan demikian, dana pensiun kita tidak terganggu ketika risiko terjadi.

Kamu mungkin tertarik mempelajari lebih jauh tentang Jenis-Jenis Asuransi Kesehatan Yang Perlu Kamu Ketahui

Asuransi kesehatan online 

Perkembangan teknologi digital semakin memudahkan kita dalam mengelola keuangan dan membeli produk-produk finansial. Sekarang pun, asuransi online sudah tersedia. Platform asuransi online memudahkan kita dalam memilih dan membeli produk asuransi sesuai kebutuhan. Ada beragam tawaran dan manfaat asuransi kesehatan. Selain itu, ada asuransi tambahan yang memberikan manfaat lebih luas lagi. Jangan sampai kita terlambat melindungi diri dan orang-orang yang kita sayangi.

Mau beli asuransi kesehatan online, simak juga 5 Tips Penting Ketika Membeli Asuransi Online

Pelajari apa saja kelebihan asuransi yang tersedia secara online di roojai.co.id dan kenali produk asuransi yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Salah satu kebutuhan terkait kesehatan dan finansial dalam banyak fase kehidupan diantaranya adalah saat kita perlu dirawat di rumah sakit. Asuransi Santunan Rawat Inap (Hospital Cash Plan) menyediakan proteksi finansial saat kamu perlu dirawat di rumah sakit. Proteksi ini berperan sebagai pengganti penghasilan sehingga dapat kamu terima walaupun BPJS sudah menanggung biaya perawatanmu di rumah sakit. Kenali lebih lanjut terkait Asuransi Santunan Rawat Inap dan berbagai benefitnya yang mungkin bisa menjadi proteksi pilihan dalam fase kehidupanmu saat ini.

Heru Panatas

Ditulis oleh

Heru Panatas

Motor Vehicle Claim Manager

Heru merupakan lulusan Universitas Diponegoro. Beliau memiliki pengalaman dalam manajemen layanan pelanggan selama 10 tahun. Heru juga sudah bekerja dibidang asuransi selama 19 tahun dan memiliki beberapa sertifikasi terkait asuransi seperti, Ahli Asuransi Kerugian - Indonesia (AAI-K) dari Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), Indonesian Certified Claim Administrator (ICCA), Certified Indonesian Insurance and Reinsurance Brokers (CIIB), ANZIIF (Senior Associate) CIP, and Certification of Competence Insurance Broker. Sebagai Motor Vehicle Claim Manager, saat ini Heru senang berbagi informasi dan tips seputar asuransi mobil.

Bagikan:

Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang

Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

|

Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!