Usaha di Masa Resesi

Isu resesi yang diprediksi akan terjadi tahun depan berembus makin kencang. Apalagi saat ini inflasi berbagai kebutuhan pokok masih mengintai. Meski mengkhawatirkan, jangan sampai isu ini membuat kita jadi cemas dan takut. Apalagi, International Monetary Fund atau IMF masih memprediksi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan di atas 5%. Alias, nggak buruk-buruk amat, kok! 

Walaupun begitu, waspada tetap perlu ya. Kita nggak tahu ada perubahan apa di tahun depan yang bisa mempengaruhi kehidupan atau bisnis yang kamu jalankan. Sebab nyatanya, guncangan-guncangan finansial bisa terjadi kapan saja, dengan atau tanpa resesi. Jadi, yuk kenali apa aja yang bisa kita lakukan untuk bisa tumbuh di masa resesi, khususnya untuk kamu yang punya usaha.

Resesi dan UMKM 

Dunia akan menghadapi resesi di tahun 2023! Begitu headline di beberapa situs berita dan TV nasional. Akhir-akhir ini, istilah resesi jadi semakin santer terdengar. Bukan tanpa alasan, kondisi ekonomi global memang sedang nggak baik-baik saja.  

Menurut situs resmi Otoritas Jasa Keuangan, secara sederhana resesi dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana perekonomian suatu negara sedang memburuk, yang tercermin dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang negatif, angka pengangguran meningkat, dan pertumbuhan ekonomi tercatat negatif selama dua kuartal berturut-turut.  

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati pun berulang kali memperingatkan kondisi ekonomi global yang tengah terterpa badai. Dan layaknya badai, resesi nggak hanya dialami oleh satu-dua negara aja, tapi juga mengancam seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.  

Bukan satu dua kali ini saja dunia mengalami resesi. Tentunya kita masih ingat krisis ekonomi yang dialami Indonesia di tahun 1998. Begitu pula di awal masa pandemi, saat kebanyakan masyarakat membatasi mobilitasnya.  

Angin segar untuk pengusaha kecil 

Ada kabar baik di tengah isu resesi! Tahukah kamu, penyaluran kredit ke sektor UMKM (Usaha Menengah Kecil Mikro) pada tahun ini ternyata mengalami pertumbuhan paling tinggi dibandingkan sektor lain. Data Bank Indonesia mencatatkan aliran kredit ke pelaku UMKM tumbuh 17,2% secara tahunan atau year on year (YoY) atau menjadi Rp1.231,4 triliun per September 2022 yang lalu.  

Angka ini lebih tinggi dibandingkan penyaluran kredit ke segmen korporasi yang hanya naik 12,7% dan kredit perorangan yang hanya tumbuh 10,3% pada periode yang sama. Kabar ini membuat para bankir merasa optimis bahwa tren penyaluran kredit ke UMKM masih cukup tinggi sampai 2023 atau saat terjadi tekanan resesi global nanti.  

Itu artinya, pertumbuhan sektor UMKM dipercaya masih cukup cemerlang di tahun 2023. Situs ITS melansir, data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) memperlihatkan jumlah pelaku UMKM di Indonesia sebanyak 64,2 juta atau 99,9% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia. Sementara itu, sumbangan usaha mikro terhadap PDB Indonesia berada di angka 37,8%.  

Data ini menunjukkan kalau Indonesia punya potensi basis ekonomi nasional yang kuat karena jumlah UMKM yang sangat banyak dan daya serap tenaga kerja yang sangat besar. Oleh sebab itu, sektor ini berkontribusi besar dalam pengurangan jumlah pengangguran. 

Selain itu, UMKM diprediksi bertahan di tengah badai resesi dunia karena ketergantungan yang sangat minim terhadap nilai dolar. Akibatnya, naik turunnya nilai dolar nggak akan berpengaruh besar terhadap pergerakan UMKM di Indonesia.

Inflasi bisa berdampak buruk terhadap pelaku usaha. Sebenarnya apa itu inflasi? Dan bagaimana menghadapi inflasi dengan tenang?

Supaya usaha di masa resesi tetap bertumbuh 

Supaya usaha di masa resesi bisa bertumbuh, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Apa saja?  

Atur ulang biaya operasional  

Bertahan atau tidaknya usaha di masa resesi akan sangat bergantung kepada kemampuan UMKM mengelola keuangan. Salah satu biaya yang rutin dikeluarkan dan menjadi salah satu beban anggaran adalah biaya operasional. Umumnya pengeluaran biaya operasional menjadi salah satu porsi yang terbesar. Di masa resesi, ketika perputaran bisnis berpotensi melambat, kaji ulang biaya operasional yang bisa dipangkas. Misalnya mengurangi biaya listrik dengan melakukan penghematan penggunaan perangkat elektronik yang nggak perlu atau mengurangi jam kerja karyawan jika dirasa bisa dilakukan.  

Carilah alternatif suplai atau penyedia barang dan jasa dengan biaya yang lebih rendah. Gunakan sumber daya yang ada secara optimal. Berapa pun biaya operasional yang bisa kamu kurangi, akan sangat berarti bagi arus kas perusahaan kamu dan tentunya kelangsungan bisnis kamu seterusnya.

manfaat olahraga bagi kesehatan mental

Tingkatkan bargaining power 

Trik ini bisa diterapkan untuk kamu yang menjalankan bisnis toko atau merchant khususnya ketika berhadapan dengan vendor yang menawarkan konsesi harga yang mahal. Di kondisi resesi, hampir semua vendor menawarkan diskon agar produknya laku terjual. Momentum ini bisa kamu manfaatkan untuk mendapatkan potongan harga. Kamu yang punya usaha restoran juga bisa melakukan trik ini ketika berhadapan dengan penyuplai bahan.  

Berikan layanan ekstra untuk pelanggan loyal 

Kamu punya pelanggan loyal yang secara rutin membeli produk atau jasa kamu? Satu customer loyal adalah kunci ke customer lainnya. Rawat hubungan baik dengan pelanggan loyal kamu dengan meningkatkan pelayanan kamu. Strategi ini jauh lebih mudah dilakukan dibanding mendapatkan langganan baru.  

Suplai bahan secara lokal 

Selama resesi, nilai dolar terhadap rupiah semakin tinggi. Hal ini terjadi karena bank federal Amerika berusaha menarik dana berputar dengan meningkatkan suku bunga simpanan. Walhasil, harga-harga produk yang dipatok dengan dolar akan meningkat.  

Di masa resesi ini adalah saat yang tepat untuk mencari suplai bahan secara lokal. Semakin kecil ketergantungan usaha kamu dengan barang-barang impor, semakin besar kemungkinan bisnis kamu bisa bertahan dan bertumbuh.  

Manfaatkan tenaga pekerja lepas 

PHK besar-besaran menyebabkan angka pengangguran meningkat tajam. Di lain pihak, hal ini sangat menguntungkan karena ada begitu banyak tenaga ahli yang bisa membantu bisnis kamu secara freelance. Misalnya daripada merekrut desainer grafis, kamu bisa mempekerjakan desainer freelance.  

Untuk mempermudah pekerjaan, kamu juga bisa memanfaatkan berbagai software. Saat ini banyak start-up membangun aplikasi yang bisa membantu kamu dalam hal pembukuan keuangan, sistem pemesanan, pembuatan invoice otomatis, dan banyak lagi. Software ini ada yang berbayar dan ada juga yang gratis.  

Promosi efektif secara online 

Untuk memperluas paparan produk ke masyarakat yang jadi target market kamu, promosi merupakan hal yang krusial. Promosi produk secara online merupakan pilihan yang menarik karena bisa langsung menyasar pada target dengan biaya yang efektif.  

Bangun website atau kanal media sosial untuk menjelaskan produk kamu. Setelah itu lakukan promosi produk secara online dengan memasang iklan di media sosial dalam budget dan target yang bisa kamu atur dengan mudah. Pastikan kamu tahu target market yang sesuai dengan produk yang kamu jual ya.

Di zaman serba digital ini, hampir semua produk dijual secara online, termasuk asuransi! Berbeda dengan asuransi konvensional, Apa Saja Kelebihan Asuransi Online?

Kolaborasi 

Buka pintu kolaborasi lebar-lebar, terutama yang memungkinkan adanya sumber revenue baru untuk bisnis kamu. Misalnya, kolaborasi promosi atau branding yang bisa meningkatkan daya jual dan nilai brand kamu. Kuncinya adalah menemukan kolaborator yang tepat, yang sesuai dengan visi, branding dan target market produk kamu.  

Prediksi akan adanya resesi jangan sampai membuat langkah terhenti. Bersiap hadapi situasi dan kondisi merupakan langkah yang bijak. Teliti melihat peluang juga bisa membuat kamu sukses mengarungi badai ketidakpastian resesi.

Untuk mengantisipasi hal yang nggak pasti, kamu bisa melindungi diri dengan asuransi, sehingga kamu lebih nyaman dan melangkah pasti menghadapi resesi. Asuransi dari Roojai, memberikan perlindungan finansial ketika kamu harus menghadapi hal-hal tak terduga seperti kecelakaan, maupun apabila kamu didiagnosa dengan penuakit kritis.  

Cek lebih lanjut tentang Asuransi Penyakit Kritis dari Roojai Indonesia untuk informasi selengkapnya.

Robert Tedja

Ditulis oleh

Robert Tedja

Head of Finance and Accounting

Sebagai lulusan dari fakultas Ekonomi di Universitas Atma Jaya Catholic, Robert sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan. Robert sudah bekerja dibidang akuntansi & keuangan selama 14 tahun dan memiliki sertifikat Chartered Accountant (CA) dibidang profesi akuntansi. Robert sudah bekerja di industri asuransi selama 8 tahun dan memiliki tambahan sertifikat yaitu Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Certified Risk Management Professional (CRMP). Saat ini Robert bekerja sebagai Head of Finance and Accounting di PT Roojai Services Indonesia, dia senang berbagi informasi dan pengetahuan seputar finansial dan asuransi. Kamu bisa menyapa Robert di LinkedIn.

Bagikan:

Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang

Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

|

Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!