pendinginan setelah bersepeda

Apakah kamu bersepeda jarak pendek dengan intensitas yang tinggi? Atau kamu senang bersepeda jarak jauh, dalam waktu yang lama? Apa pun gaya latihan atau kompetisi yang kamu sukai, pendinginan (cooling down) merupakan hal yang memiliki banyak manfaat untukmu. Baik profesional maupun pemula sebaiknya melakukan pendinginan setiap kali menyelesaikan sebuah sesi bersepeda.  

Mungkin kamu kenal orang-orang yang menganggap pendinginan menghabiskan waktu saja. Padahal pendinginan seperti gerakan peregangan sebaiknya tidak dianggap sebagai kegiatan yang dilakukan setelah latihan (post-workout) atau setelah bertanding (post-race). Pendinginan bukanlah sesuatu yang ditambahkan setelah latihan atau pertandingan. Seharusnya, kita memiliki mindset bahwa setiap sesi bersepeda mestilah diakhiri sesi pendinginan (end-of-exercise). Dengan demikian, ketika lupa melakukannya, kamu akan merasa ada yang tidak lengkap.

Manfaat pendinginan setelah bersepeda 

Setelah melakukan latihan yang intens atau mengayuh pedal dalam waktu lama, maka pendinginan dapat mengembalikan kondisi tubuh kamu seperti semula (kondisi sebelum memulai latihan atau kompetisi). Pendinginan membantu tubuh kamu pulih serta beradaptasi terhadap “tekanan” yang diterimanya. Pendinginan juga dapat dipandang sebagai langkah pertama persiapan untuk sesi latihan, touring, atau kompetisi selanjutnya. Hasilnya, kamu akan semakin kuat dan tangguh ketika mengayuh pedal sepeda.  

Pendinginan dapat mencegah menurunnya sistem imun tubuh dan mempercepat recovery jantung dan paru-paru. Pendinginan dapat membantu tubuh membuang sisa hasil metabolisme selama latihan  dari otot-ototmu. Jika pendinginan tidak dilakukan, sisa metabolisme ini akan tetap tersimpan dalam tubuh dan berpotensi menghalangi proses pemulihan. Sesi pendinginan juga bermanfaat untuk mengurangi kemungkinan kamu merasa pusing, mual, ataupun jatuh pingsan setelah bersepeda.  

Dengan pendinginan, aliran darah dalam tubuhmu akan kembali normal dan merata ke seluruh tubuh. Tahap akhir ini berguna untuk menghindari terjadinya penyumbatan atau pembengkakan di bagian tubuh yang dilatih.  

Cooling down juga bermanfaat bagi kesehatan mental kamu, lho. Setelah sesi gowes yang berat atau kompetisi yang memicu adrenalin, kamu dapat meluangkan waktu untuk melakukan refleksi atas hasil latihan dan performa kamu sebelumnya. Sembari peregangan, kamu dapat kesempatan mengevaluasi kemampuan diri sendiri. Jangan lupa untuk berikan penghargaan pribadi untuk usahamu yang luar biasa, ya!

Apakah kamu pesepeda pemula? Sebelum memulai hobi bersepeda, kamu perlu mempersiapkan perlengkapan yang dapat membuat sesi gowesmu aman, nyaman, dan tentunya sehat.

Waktu dan durasi melakukan pendinginan 

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk pendinginan? Setelah mengayuh pedal dalam waktu yang cukup lama, tubuh kamu akan merasakan sakit di mana-mana, terutama anggota tubuh bagian bawah alias kedua kaki. Semakin tua usiamu, maka semakin besar rasa sakit yang terasa.  

Bersepeda dengan intensitas tinggi memerlukan sesi pendinginan yang lebih panjang. Karena latihan atau pertandingan tersebut membuat tubuh mengeluarkan usaha yang besar, tubuh memerlukan waktu yang lama pula untuk kembali ke kondisi sebelumnya.  

Paling sedikit kamu perlu melakukan pendinginan selama 5 sampai 10 menit. Lakukan pendinginan sesegera mungkin setelah kamu turun dari sepeda, yakni ketika suhu tubuh masih cukup tinggi dan otot-otot lebih responsif terhadap gerakan ringan seperti peregangan. 

Namun, jika kamu bersepeda di bawah hujan dan tubuhmu basah serta dingin, jangan langsung melakukan peregangan. Sebaiknya kamu mengambil minum, mandi dengan air hangat, ganti pakaian dengan yang kering dan hangat, kemudian barulah melakukan pendinginan seperti stretching.  

Peregangan sebagai pendinginan 

Belum ada penelitian yang dapat memberikan hasil pasti bahwa peregangan efektif untuk mengurangi cedera ataupun mempercepat proses pemulihan. Namun, gerakan stretching dapat meningkatkan fleksibilitas tubuh. Peregangan dapat mengurangi rasa sakit pada bagian otot yang tegang akibat terlalu lama duduk di sadel sepeda. Dengan peregangan, kamu dapat menggerakkan otot yang kaku akibat posisi duduk yang sama terus-menerus. Jika kekakuan otot tersebut diabaikan, tubuh bisa jadi kurang seimbang. Otot tegang menyebabkannya tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga berpotensi memicu sakit atau cedera.  

Berikut adalah contoh peregangan yang dapat kamu lakukan setelah sesi bersepedamu. Gerakan-gerakan ini dibagi ke dalam lima bagian utama pada kaki, yaitu: 

Peregangan pada Hamstrings 

Peregangan pada Quads 

Peregangan pada Glutes 

asuransi kesehatan keluarga

Peregangan pada Hips 

Peregangan pada Groin 

Nah, kamu sudah tahu manfaat pendinginan setelah bersepeda. Kamu juga dapat mempraktikkan gerakan-gerakan peregangan yang mudah tetapi punya efek bagus bagi otot-otot kakimu. Dengan melakukannya, kamu akan pulih lebih cepat dan semakin sehat. Kakimu akan semakin tangguh untuk menjajal tantangan baru pada sesi gowes berikutnya.

Kamu tipe pesepeda seperti yang mana, nih? Temukan rekomendasi jalur sepeda yang cocok untukmu.

Selain pendinginan dalam rangka mempersiapkan tubuh untuk sesi latihan atau kompetisi berikutnya, kamu juga perlu mempersiapkan diri dari risiko kerugian finansial. Agar dapat bersepeda dengan tenang dan aman, kamu perlu memiliki asuransi yang melindungi diri dari risiko kecelakaan, termasuk kecelakaan akibat bersepeda. Jika bukan kamu yang peduli pada diri sendiri, siapa lagi, bukan? 

Asuransi Kecelakaan Diri dari Roojai Indonesia dapat memberikan kamu proteksi dari risiko kerugian jangka panjang akibat kecelakaan. Asuransi ini memiliki berbagai manfaat santunan tunai sebagai pengganti pemasukan yang hilang akibat kecelakaan atau untuk mendapatkan biaya perawatan selama rawat inap akibat kecelakaan yang ditanggung secara cashless di klinik/rumah sakit rekanan. Untuk kamu yang aktif, asuransi Kecelakaan Diri akan melindungi kamu dari risiko berbagai aktivitas seperti mengendarai kendaraan roda dua, hobi olahraga ekstrem, dan lainnya. Jangan ragu untuk menghubungi layanan kontak center kami untuk informasi lebih lanjut.

Priscilla Lulianne

Ditulis oleh

Priscilla Lulianne

Head of Contact Center

Priscilla merupakan lulusan Universitas Prof. Dr. Moestopo yang sudah menjadi seorang profesional Customer/Partnership dan Contact Center Relationship Management selama 18 tahun. Priscilla memiliki sertifikasi AAUI dan berpengalaman bekerja dibidang asuransi selama 18 tahun. Sebagai Head of Contact Center, penting bagi Pricilla untuk menjaga kesehatan. Karena itu, Priscilla senang menerapkan gaya hidup sehat. Saat ini Pricilla senang berbagi informasi mengenai asuransi dan lifestyle.

Bagikan:

Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang

Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

|

Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!