Cegah DBD, Ini 7 Tanaman yang Tidak Disukai Nyamuk

Februari 07, 2024  |  Kategori: Gaya Hidup & Kesehatan

Cegah DBD, Ini 7 Tanaman yang Tidak Disukai Nyamuk

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, atau dikenal juga sebagai nyamuk pembawa demam berdarah. DBD bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan, sehingga pencegahan menjadi kunci penting dalam menghadapi risiko penularannya. Salah satu langkah ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan tanaman alami yang tidak disukai nyamuk di halaman dan di sekitar rumah. Apa saja tanaman yang tidak disukai nyamuk dan bagaimana memanfaatkannya?

Perlunya Mencegah DBD

Memasuki musim hujan seperti sekarang ini, penyakit DBD perlu diwaspadai karena risikonya bisa meningkat  bersamaan dengan tingginya curah hujan. Hujan menyebabkan banyak genangan muncul terutama dari penampungan air terbuka, yang disukai nyamuk Aedes aegypti dan menjadi tempatnya untuk berkembang biak. 

Padahal seperti kita tahu, nyamuk Aedes aegypti bisa menularkan penyakit DBD yang nggak bisa dianggap remeh. DBD termasuk salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian. Di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kematian akibat DBD mencapai 472 kasus pada tahun 2021. 

Perubahan iklim dapat membuat pergeseran musim, suhu bumi memanas, dan curah hujan meningkat. Hal ini dapat memicu pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti pun meningkat. Salah satu cara mencegah DBD di tengah perubahan iklim, adalah dengan mengurangi jumlah nyamuk di pemukiman. Selain melakukan penyemprotan dengan bahan kimia, sebenarnya ada cara alami dan efektif untuk mengusir nyamuk. Salah satunya adalah dengan menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk di sekitar rumah. Apa saja tanaman yang tidak disukai nyamuk?

Tanaman yang Tidak Disukai Nyamuk

Berikut ini beberapa jenis tanaman yang bisa kamu pelihara di rumah untuk mengusir nyamuk penyebab dbd. 

Tanaman Lavender

Lavender, tanaman yang tidak disukai nyamuk | roojai.co.id

Tanaman berbunga ungu ini tidak hanya dikenal karena wanginya yang menenangkan, tetapi juga memiliki khasiat mengusir nyamuk. Dalam tanaman lavender ada minyak esensial yang bisa diekstraksi yang memberikan aroma yang kurang disukai nyamuk. 

Lavender bisa ditanam dalam pot atau di lahan halaman rumah, terutama di lokasi-lokasi nyamuk kerap ditemui. Selain menggunakan tanaman, kamu juga bisa memanfaatkan minyak esensial lavender dalam bentuk lilin atau aromaterapi untuk mengusir nyamuk. 

Tanaman Lemongrass 

lemongrass | roojai.co.id

Tanaman ini sudah dikenal sebagai tanaman pengusir nyamuk yang sangat ampuh. Dikenal secara awam sebagai serai wangi, tanaman ini juga bisa digunakan sebagai bumbu masakan. Menanam serai di halaman rumah merupakan salah satu cara tepat untuk mengusir nyamuk. 

Selain dalam bentuk tanaman, minyak yang dihasilkan dari ekstraksi tanaman serai juga bisa digunakan sebagai pengusir nyamuk. Misalnya dengan menggunakannya sebagai pengharum ruangan, obat semprot, atau diaplikasikan pada bagian tubuh. 

Tanaman Mint

mint | roojai.co.id

Ada banyak jenis tanaman mint, dari peppermint, spearmint, sampai chocolate mint. Masing-masing tanaman ini memiliki ciri khas wangi menyegarkan yang hampir serupa. Tak heran kalau daun mint juga biasa digunakan sebagai campuran minuman ataupun makanan penutup. 

Pohon mint bisa ditanam di dalam pot dan ditempatkan di dalam rumah, terutama di lokasi yang lembab. Tanaman ini bisa bertahan asal tidak terkena panas langsung. Selain mengusir nyamuk, tanaman ini juga berkhasiat membantu pencernaan jika dikonsumsi. 

Tanaman Basil 

tanaman basil | roojai.co.id

Daun basil sudah lama dikenal sebagai bumbu dapur andalan. Namun selain menambah citarasa pada masakan, tanaman ini juga mengandung senyawa yang memberikan aroma kuat yang tidak disukai oleh nyamuk. 

Kamu bisa meletakkan pot basil di dekat pintu atau jendela, untuk mencegah masuknya nyamuk ke dalam rumah. Tanaman basil juga bisa tumbuh subur ditanam langsung di halaman rumah. 

Tanaman Chrysanthemum

Chrysanthemum | roojai.co.id

Bunga chrysanthemum atau yang dikenal di sini dengan nama krisan, sudah lama digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit. Chrysanthemum merupakan tanaman bunga dari Asia Timur yang banyak tumbuh di China. Bunganya biasa diolah menjadi teh herbal atau juga suplemen karena memiliki banyak manfaat kesehatan. 

Selain itu, tanaman ini mengandung senyawa piretrin yang merupakan bahan aktif yang banyak digunakan dalam insektisida alami. Ampuh mengusir nyamuk, akan tetapi bisa sangat beracun bagi hewan peliharaan, terutama kucing. Sebab itu, jika kamu menanam pohon ini di rumah, sebaiknya letakkan di lokasi yang tidak terjangkau oleh si meong.

Tanaman Marigold

Marigold | roojai.co.id

Marigold atau bunga gemitir memiliki kemampuan untuk mengusir nyamuk secara alami. Dalam tanaman ini terkandung senyawa piretrin yang kerap digunakan sebagai bahan insektisida alami. Tanaman ini biasa ditanam petani di sela-sela tanaman sayur untuk mengusir serangga yang menggerogoti daun atau buah yang ditanam. 

Tanaman berbunga oranye ini bisa ditanam dalam pot dan diletakkan di teras. Pastikan marigold ditanam di tanah atau pot yang memiliki drainase yang baik. Selain itu, simpan pot atau tanam marigold di lokasi yang jauh dari curahan air hujan untuk mencegah pembusukan akar. 

Tanaman Eucalyptus

Eucalyptus | roojai.co.id

Pohon eucalyptus kerap disamakan dengan kayu putih. Padahal keduanya berbeda walaupun kayu putih merupakan salah satu spesies eucalyptus. Diketahui saat ini ada lebih dari 900 jenis eucalyptus di dunia. 

Berasal dari Australia, eucalyptus banyak ditanam di seluruh dunia, terutama karena memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Pohon yang bisa tumbuh besar ini biasa diambil daunnya untuk diolah menjadi minyak esensial yang berkhasiat obat. Eucalyptus juga dipercaya dapat meningkatkan kualitas tidur. Kamu pasti sudah tahu kan? Pentingnya tidur berkualitas untuk tubuh kita.

Sebagai tanaman yang tidak disukai nyamuk, eucalyptus bisa ditanam di halaman rumah untuk mengusir nyamuk penyebab DBD. Minyak esensial dari pohon eucalyptus juga bisa dimanfaatkan sebagai aromaterapi untuk mengusir nyamuk di dalam ruangan. 

Memanfaatkan Tanaman Pengusir Nyamuk di Rumah

Untuk mencegah DBD, kamu bisa memanfaatkan tanaman di atas sebagai obat nyamuk alami. Namun supaya bisa  memberikan hasil yang lebih maksimal, berikut ini hal yang perlu kamu perhatikan: 

  • Penempatan yang tepat: Tanam atau letakkan pot tanaman pengusir nyamuk di sekitar area tempat kamu dan keluarga sering beraktivitas, baik di dalam maupun di luar ruangan. Misalnya di ruang keluarga, teras, balkon, atau halaman belakang. 
  • Manfaatkan aromanya: Salah satu yang menyebabkan nyamuk tidak menyukai tanaman di atas adalah karena kandungan aromanya. Selain memanfaatkan tanamannya, kamu juga bisa mengaplikasikan aroma tanaman tersebut dalam bentuk aromaterapi, lilin pengharum ruangan, atau diaplikasikan pada kulit. 
  • Perawatan yang tepat: Supaya tanaman tersebut tumbuh subur, pastikan perawatan yang benar dan tepat. Cukupi kebutuhan air dan pupuknya, serta letakkan pada tempat yang mendapat cukup cahaya matahari. 
  • Kombinasi tanaman: kamu bisa mengkombinasikan beberapa tanaman yang tidak disukai nyamuk untuk meningkatkan efektivitasnya. Misalnya kamu bisa menanam serai dan daun mint. 
  • Lakukan upaya pencegahan lain seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghilangkan genangan air, menaburkan bubuk abate pada air bak, menguras bak mandi, dan menggunakan lotion anti nyamuk. 

Tanaman yang tidak disukai nyamuk bisa dimanfaatkan sebagai salah satu cara yang efektif dan ramah lingkungan dalam mencegah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Dengan menambahkan tanaman ini di lingkungan rumah, kamu tidak hanya terlindung dari DBD tapi juga bisa menambah keindahan rumah. 

Selain melakukan pencegahan secara alami dengan tanaman di atas, menjaga tubuh tetap sehat bisa mengurangi risiko DBD. Sebab, imunitas tubuh yang tinggi diperlukan untuk mencegah terjangkit demam berdarah. 
Sebagai bagian dari strategi menghadapi DBD secara holistik, melengkapi diri dengan perlindungan finansial yang tepat, juga diperlukan. Asuransi Penyakit Akibat Gigitan Nyamuk dari Roojai memberikan manfaat penggantian biaya perawatan penyakit akibat gigitan nyamuk seperti DBD, malaria, serta chikungunya. Dengan asuransi ini kamu bisa mendapatkan penanganan yang dibutuhkan, tanpa merasa khawatir akan biayanya.