jenis asuransi dan contohnya | roojai.co.id

Ada banyak jenis-jenis asuransi dan contohnya di Indonesia yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan. Tidak hanya untuk melindungi diri sendiri, namun termasuk juga aset atau harta berharga yang kamu miliki. 

Umumnya asuransi terbagi ke dalam beberapa jenis, yang dibedakan berdasarkan kebutuhan, sifat dan objek yang dilindunginya. Untuk memudahkan kamu memahaminya, simak ulasan tentang jenis-jenis asuransi dan contohnya berikut ini, yuk!

Konten

  1. Jenis-jenis asuransi dan contohnya berdasarkan kebutuhan 
    1. 1. Asuransi kesehatan
    2. 2. Asuransi penyakit kritis
    3. 3. Asuransi jiwa
    4. 4. Asuransi kecelakaan
    5. 5. Asuransi unit link
    6. 5. Asuransi dwiguna
    7. 6. Asuransi dana pensiun
    8. 7. Asuransi pendidikan
    9. 7. Asuransi Hospital Cash Plan
  2. Jenis-jenis asuransi dan contohnya berdasarkan sifat
    1. 1. Asuransi sosial atau asuransi wajib
    2. 2. Asuransi sukarela
    3. 3. Asuransi konvensional
    4. 4. Asuransi syariah
    5. 5. Asuransi individu/personal
    6. 6. Asuransi korporasi/perusahaan 
  3. Jenis-jenis asuransi dan contohnya berdasarkan objek
    1. 1. Asuransi untuk orang/manusia
    2. 2. Asuransi untuk aset, benda berharga dan usaha
    3. 3. Asuransi untuk hewan

Jenis-jenis asuransi dan contohnya berdasarkan kebutuhan 

Pertimbangan utama saat memutuskan untuk membeli produk asuransi adalah selalu sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Oleh karena itu, kamu sebaiknya memilih polis asuransi yang memang benar-benar dibutuhkan saja. 

Berikut jenis-jenis asuransi dan contohnya jika dilihat dari segi kebutuhannya bagi nasabah. 

1. Asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan memberikan jaminan penggantian biaya medis di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, mulai dari biaya konsultasi dokter, obat-obatan, rawat inap hingga tindakan operasi. Tujuan utama dari asuransi kesehatan adalah memberikan proteksi finansial kepada tertanggung bila mengalami sakit.

Saat membeli produk asuransi kesehatan, kamu dapat menyesuaikan dengan manfaat pertanggungannya, apakah mengcover rawat jalan atau hanya rawat inap saja. Adapun contoh asuransi kesehatan adalah AXA Mandiri Smartcare Executive, Lippo HealthPlus Family, Simas Sehat Gold, dan lain sebagainya.

2. Asuransi penyakit kritis

Meskipun terdengar sama, tetapi asuransi penyakit kritis berbeda dengan asuransi kesehatan. Asuransi penyakit kritis adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis penyakit kritis seperti kanker, serangan jantung, stroke jantung, dan penyakit lainnya yang termasuk di dalam polis asuransi. 

Seperti yang sudah kamu tahu, biaya pengobatan untuk jenis penyakit kritis tersebut bisa memakan biaya yang besar, bahkan mencapai milyaran. Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, nasabah bisa lebih tenang karena terhindar dari risiko finansial yang besar jika terjadi risiko penyakit kritis. Umumnya asuransi ini terbagi menjadi beberapa jenis:

3. Asuransi jiwa

Asuransi jiwa memberikan uang pertanggungan (UP) kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia atau mengalami cacat tetap. Meski manfaatnya tidak dirasakan oleh tertanggung, tapi ahli waris yang ditinggalkan setidaknya bisa melanjutkan hidup dari UP tersebut.

Kepala keluarga atau pencari nafkah utama dalam keluarga dapat memanfaatkan asuransi jiwa sebagai tanda cinta untuk orang tersayang. Dengan memiliki asuransi jiwa artinya tertanggung memberikan jaminan finansial kepada keluarga jika Ia meninggal dunia. 

4. Asuransi kecelakaan

Asuransi kecelakaan adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan dari risiko cacat tetap atau meninggal dunia akibat kecelakaan. Jenis asuransi ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis seperti asuransi kecelakaan diri, kecelakaan kerja, kecelakaan pesawat dan kecelakaan lalu lintas. Contohnya Roojai Insurance, BRI Life Acci Care, BCA Life b-SAVE Accident Protection.

Asuransi unit link merupakan produk asuransi sekaligus investasi, di mana perusahaan asuransi akan mengalokasikan biaya premi yang kamu bayarkan untuk proteksi dan investasi. Besar kecilnya nilai tunai investasi yang akan kamu dapatkan di akhir masa polis sangat fluktuatif tergantung risiko jenis investasi yang kamu pilih. 

Contohn jenis asuransi unit link antara adalah Allianz SmartLink New Flexi Account, PRULink Assurance Account, BNI Life Sakinah Multipro Link, Avrist Investment Link Syariah.

5. Asuransi dwiguna

Asuransi Dwiguna merupakan jenis asuransi jiwa yang memberikan manfaat UP jika tertanggung meninggal dunia dan pengembalian seluruh UP jika tertanggung masih hidup pada akhir masa pertanggungan. Mirip seperti asuransi unit link, asuransi dwiguna atau endowment memberikan manfaat perlindungan dan tabungan. 

Nilai tunai di akhir polis terbilang lebih aman dan pasti karena dalam bentuk tabungan (bukan investasi yang memiliki risiko). Contoh asuransi dwiguna adalah Prudential USave PRUStar, Astra Life AVA iPLAN Protection, ​​Equity Life Pro Education Plus.

6. Asuransi dana pensiun

Asuransi dana pensiun berfungsi sebagai jaminan finansial saat pensiun dari pekerjaan. Kalau kamu suda memiliki BPJS Ketenagakerjaan dari kantor, tidak ada salahnya memiliki tambahan asuransi untuk jaminan hari tua seperti BRI Life, AXA Mandiri, Allianz, Manulife.

7. Asuransi pendidikan

Asuransi pendidikan akan memberikan jaminan biaya pendidikan anak jika orangtua meninggal dunia atau cacat tetap total. Dana pendidikan biasanya akan diberikan bertahap sesuai jenjang pendidikan anak. Jenis asuransi ini umum kamu temukan dalam bentuk asuransi dwiguna dan unit link. Contohnya adalah Manulife Education Protector, Prudential PRULink Edu Protection, BNI Life Solusi Pintar, BRI Life BRINGIN Danasiswa Syariah.

7. Asuransi Hospital Cash Plan

Merupakan asuransi yang memberikan santunan harian saat kamu menjalani rawat inap di rumah sakit. Misalkan, kamu dirawat selama lima hari di rumah sakit dan kamu memiliki asuransi kesehatan HCP dengan manfaat Rp 1 juta per hari. Contohnya adalah Asuransi HCP dari Roojai Indonesia.

Jenis-jenis asuransi dan contohnya berdasarkan sifat

Asuransi merupakan bentuk perlindungan terbaik dengan memberikan pertanggungan atau jaminan ganti rugi dari suatu risiko yang dapat terjadi kapan saja.

Beberapa jenis asuransi berdasarkan sifatnya adalah sebagai berikut:

1. Asuransi sosial atau asuransi wajib

Asuransi sosial yang bersifat wajib umumnya telah ditentukan oleh pemerintah dan bertujuan untuk jaminan sosial masyarakat. Cara pembayarannya pun bisa dilakukan dengan langsung memotong gaji seseorang setiap bulannya.

Kalau kamu bekerja di sebuah perusahaan pemerintah atau swasta, biasanya kamu akan diasuransikan BPJS Ketenagakerjaan atau BPJS Kesehatan oleh kantor. Contoh lainnya adalah Taspen (untuk Pegawai Negeri Sipil) dan Asabri (untuk personil TNI).

2. Asuransi sukarela

Karena namanya asuransi sukarela, maka kamu bisa punya ataupun tidak tanpa adanya unsur paksaan. Pembayaran premi pun harus dilakukan secara sadar oleh nasabah karena telah membeli asuransi ini. 

Asuransi sukarela juga ada yang dari pemerintah maupun komersial. Contoh asuransi sukarela milik pemerintah adalah asuransi Jasindo dan asuransi Jiwasraya.

3. Asuransi konvensional

Asuransi konvensional adalah asuransi dengan prinsip jual beli risiko yang diawasi oleh OJK. Jadi, jika terjadi suatu risiko, risiko tersebut akan berpindah dari nasabah ke pihak asuransi. 

Nasabah wajib dikenakan premi dengan imbalan berupa perlindungan atau jaminan dari suatu risiko yang mungkin terjadi. Sebagian besar perusahaan asuransi di Indonesia menganut sifat konvensional ini.

4. Asuransi syariah

Berbeda dengan konvensional, asuransi syariah memiliki prinsip dasar akad tolong menolong (tabarru’) di antara para pemegang polis. 

Karena syariah sesuai ajaran agama Islam, berbagai produk asuransi syariah pun cepat berkembang di negara Indonesia dengan mayoritas muslim.

Tidak semua perusahaan asuransi memiliki sistem syariah ini lho. Dan tidak hanya diawasi oleh OJK, perusahaan dan produk asuransi syariah juga diawasi oleh DSN MUI. 

5. Asuransi individu/personal

Asuransi individu adalah asuransi yang ditujukan untuk individu atau perorangan, namun bisa juga untuk menanggung atau memberikan manfaat kepada anggota keluarganya jika tertanggung mengalami risiko. 

Besar kecilnya premi akan bergantung pada cakupan perlindungan yang kamu pilih sendiri. Contoh asuransi individu adalah asuransi penyakit kritis Roojai dan asuransi kesehatan dari Sompo.

6. Asuransi korporasi/perusahaan 

Kebalikan dari individu, asuransi perusahaan ditujukan untuk kelompok karyawan atau pekerja yang juga akan mengikutsertakan anggota keluarganya. Banyak juga yang lebih mengenalnya dengan nama asuransi kumpulan.

Perusahaan bertugas untuk mengurus keanggotaan asuransi karyawannya. Biasanya jaminan preminya tidak sebesar seperti asuransi individu. Contoh asuransi korporasi adalah asuransi jiwa dan kesehatan karyawan Manulife, asuransi Jasindo, Simas Sehat Corporate.

Jenis-jenis asuransi dan contohnya berdasarkan objek

Asuransi bertujuan untuk melindungi objek orang/manusia, aset, benda berharga atau usaha seseorang bahkan hingga hewan peliharaan.

Berikut ini adalah beberapa jenis asuransi dan contohnya berdasarkan objeknya:

1. Asuransi untuk orang/manusia

Sebagai makhluk hidup, manusia dapat mengalami risiko atau musibah yang bisa terjadi kapan saja seperti sakit, kecelakaan hingga meninggal dunia. Jenis asuransi tidak hanya memberikan perlindungan terhadap orang/manusia sebagai tertanggung atau pemegang polis, tetapi juga untuk keluarga atau ahli waris. 

Beberapa jenis-jenis asuransi dan contohnya dalam kategori ini antara lain asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi penyakit kritis. 

2. Asuransi untuk aset, benda berharga dan usaha

Beberapa asuransi berikut ini akan melindungi aset, benda berharga dan jenis usaha yang kamu miliki, namun tetap akan melindungi finansial kamu juga sebagai pemegang polisnya. 

Baca selengkapnya tentang jenis asuransi jiwa dan contohnya

3. Asuransi untuk hewan

Asuransi hewan mungkin masih terdengar asing, tapi nyatanya memang ada, lho. Karena hewan peliharaan merupakan makhluk hidup yang sangat berarti bagi pemiliknya, nggak heran ada orang yang ingin mengasuransikannya. 

Pemilik hewa peliharaan pasti tahu, biaya perawatan dan pengobatan hewan bisa sangat menguras dompet. Asuransi hewan akan menanggung risiko kecelakaan, pencurian, tanggung jawab pihak ketiga dan kematian.

Buat kamu yang memiliki hewan peliharaan kesayangan seperti kucing dan anjing, jangan ragu lagi untuk mengasuransikannya di Simas Pet Insurance, AXA Mandiri Pet Insurance atau Rumah Polis Pet Insurance.

Dian Pusparini

Ditulis oleh

Dian Pusparini

Head of Claim

Dian merupakan lulusan keperawatan di STIK St Carolus. Dian sudah bekerja selama 20 tahun, dengan pengalaman bekerja dibidang asuransi selama 18 tahun. Dian memiliki sertifikasi asuransi AAAK (Ajun Ahli Asuransi Kesehatan). Dian memahami betul betapa pentingnya kesehatan untuk kita. Sebagai Head of Claim, saat ini Dian senang berbagi pengetahuan dan tips seputar kesehatan.

Bagikan:

Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang

Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

|

Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!