Kenali Cirinya, Ini 5 Perbedaan Kanker dan Tumor

Januari 23, 2024  |  Kategori: Gaya Hidup & Kesehatan

Kenali Cirinya, Ini 5 Perbedaan Kanker dan Tumor

Istilah kanker dan tumor memang sudah tidak asing lagi. Baik tumor maupun kanker merupakan penyakit dengan dampak yang serius bagi kesehatan. Tapi seringkali kanker dan tumor dianggap sebagai hal yang sama. Kesalahpahaman ini disebabkan karena sebagian besar orang tidak tahu perbedaan kanker dan tumor. Padahal tumor dan kanker adalah dua hal yang berbeda. Supaya tidak keliru menyebut, yuk ketahui apa saja perbedaan kanker dan tumor.

Apa itu Tumor?

Setiap harinya, bahkan setiap detik, sel-sel sehat di dalam tubuh kita membelah diri dan menggantikan sel-sel tubuh yang rusak. Begitu terus, secara teratur. Tumor adalah kumpulan dari sel-sel abnormal yang menempel pada bagian tubuh tertentu. 

Ada dua jenis tumor, pertama adalah sel tumor yang tumbuhnya cenderung lambat atau disebut tumor jinak. Walaupun bersifat jinak, bukan berarti tidak berbahaya. Tumor bisa tumbuh di organ vital yang akhirnya bisa mengganggu fungsi organ tersebut. 

Kedua adalah sel tumor ganas, yaitu sel-sel yang tumbuh cepat dan bisa berkembang ke sel-sel di sekitarnya. Tumor ganas inilah yang juga disebut dengan kanker. 

Ada beberapa jenis tumor jinak yang umum terjadi, yaitu: 

  • Adenoma atau polip: adalah tumor jinak yang tumbuh pada jaringan epitel, yaitu lapisan yang menutupi organ dan kelenjar. Tumor ini tumbuh dengan lambat dan tampak seperti jamur kecil. Adenoma paling sering tumbuh di sepanjang organ kelenjar yang memproduksi dan melepaskan bahan kimia yang disebut hormon. Adenoma juga bisa tumbuh di bagian tubuh lain seperti lapisan usus besar. 
  • Fibroma: adalah tumor jinak yang tumbuh pada jaringan ikat atau fibrosa. Fibroma bisa berupa benjolan pada kulit, biasanya berbentuk bulat. Fibroma yang paling umum adalah yang tumbuh didalam rahim. Kebanyakan fibroma tidak berbahaya, tapi jika mengganggu dan terasa nyeri, bisa dihilangkan melalui tindakan medis. 
  • Lipoma: adalah tumor jinak yang terbentuk dari jaringan lemak di bawah kulit. Lipoma bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh, walaupun yang paling umum adalah pada leher, bahu, dan ketiak. 
  • Papiloma: adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan epitel kulit. Tumor ini dikaitkan dengan infeksi virus human papilloma atau HPV. Untuk melakukan pencegahan, waspadai munculnya benjolan yang ada di kelopak mata
  • Hemangioma: sering juga disebut sebagai tumor pembuluh darah karena muncul sebagai akibat pertumbuhan pembuluh darah yang berlebih. Sebagian besar kasus hemangioma muncul saat bayi dan anak-anak, namun tidak bergejala atau menyebabkan komplikasi serius. 

Apa itu Kanker?

Jika tumor jinak lebih umum disebut “tumor” saja, maka istilah “tumor ganas” sering juga disebut sebagai kanker. Berbeda dengan tumor, kanker terbentuk dari sel yang perkembangannya tidak terkendali dan menyebar ke jaringan di sekitarnya. 

Sel-sel kanker cenderung tumbuh secara abnormal dan sangat berbeda dari jaringan normal di sekitarnya. Sel kanker bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh, namun yang paling sering ditemukan adalah: 

  • Kanker payudara
  • Kanker paru-paru 
  • Kanker prostat
  • Kanker leher rahim
  • Kanker usus

Beberapa sel kanker bisa masuk ke dalam jaringan darah atau sistem kelenjar dan menyebar ke bagian tubuh atau organ tubuh lainnya. Proses penyebaran ini disebut sebagai metastase. 

Misalnya saja, kanker payudara yang tumbuh pada jaringan payudara, bisa menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak jika terlambat dideteksi dan ditangani. Kalau sudah menyebar ke kelenjar ini, sel kanker bisa bergerilya ke organ hati, tulang, dan bagian tubuh lainnya. 

Sel kanker payudara kemudian bisa menempel dan menyebabkan kanker di organ-organ tersebut. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering dialami oleh penduduk di Indonesia.

Sifat sel pada kanker dan tumor

Perbedaan kanker dan tumor yang paling signifikan adalah pada sifat selnya. Sel tumor jinak tumbuh secara lambat, tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya dan sifatnya tidak membahayakan sehingga tidak memerlukan penanganan segera. 

Berbeda dengan tumor jinak, sel kanker tumbuh dengan cepat, bisa menyebar dari satu jaringan ke organ tubuh lainnya melalui aliran darah dan kelenjar, serta bisa mengganggu bahkan merusak fungsi organ yang ditumpanginya. 

Perbedaan sifat sel kanker dan tumor bisa disimpulkan pada tabel berikut ini:

Tumor JinakKanker
Tidak berbahayaBerbahaya
Tidak menyebar ke jaringan di sekitarnyaMenyebar ke jaringan di sekitarnya
Umumnya tumbuh lambatUmumnya tumbuh cepat
Bentuknya lebih rapiBentuknya acak
Tidak selalu memerlukan perawatanMemerlukan pengobatan

Mendiagnosa Kanker dan Tumor

Tenaga kesehatan perlu mengambil contoh sel dengan prosedur biopsi untuk menentukan apakah tumor bersifat jinak atau kanker. Seorang ahli patologi akan melakukan serangkaian pemeriksaan pada sel tersebut. 

Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menentukan sifat sel tumor tersebut. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah MRI atau CT-Scan serta pemeriksaan darah. 

Informasi yang dikumpulkan dari tes tersebut akan menjadi panduan yang menentukan rencana pengobatan.

Penanganan Kanker dan Tumor

Perbedaan kanker dan tumor juga akan menentukan penanganan yang diperlukan. Pada kasus kanker, dokter spesialis kanker akan menawarkan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien dan stadium kanker yang diidap. Kanker yang belum menyebar disebut kanker stadium awal. Sementara kanker yang sudah menyebar ke organ lain kerap disebut kanker stadium lanjut. 

Ketika stadium kanker sudah ditentukan, pasien bisa melanjutkan ke tahap pengobatan. Tidak semua jenis kanker bisa diangkat dengan prosedur bedah. Pilihan ini ditentukan dari beberapa hal, termasuk ukuran kanker dan lokasinya, usia pasien, stadium kanker, dan kondisi kesehatan pasien. 

Kanker juga perlu ditangani dengan perawatan seperti radiasi dan kemoterapi. Ada beberapa jenis kemoterapi yang bisa digunakan. Konsultasikan dengan dokter yang menangani mu.

Jika pasien didiagnosa mengalami tumor jinak, dokter akan bisa melanjutkan dengan observasi atau memberi rekomendasi untuk mengangkat tumor tersebut. Misalnya jika tumor mengganggu fungsi organ vital pasien. 

Jika tumor jinak tersebut tumbuh pada area yang sulit dijangkau, dokter bisa memilih tindakan embolisasi. Tindakan ini akan menghentikan aliran darah ke jaringan tumor yang menyebabkan massa sel tumor menyusut dan akhirnya mati.

Lalu apakah tumor bisa berubah menjadi kanker?

Tumor jinak jarang sekali berubah menjadi kanker. Walaupun begitu, beberapa jenis tumor bisa menjadi kanker jika terlambat ditangani. 

Misalnya saja polip pada usus besar. Tumor jinak ini bisa diangkat melalui prosedur bedah sebelum berubah menjadi tumor ganas atau kanker usus besar. Pengangkatan polip adalah salah satu cara untuk mencegah kanker usus besar. 

Kalau kamu mencurigai adanya tumor atau kanker di dalam tubuh kamu, diagnosa yang tepat sangat penting dilakukan. Sayangnya kebanyakan jenis kanker tidak menunjukkan gejala yang spesifik pada tahap awalnya. Pertumbuhan kanker dimulai dari level seluler yang kemudian tumbuh ganas dan mempengaruhi organ yang ditumpanginya. Baru pada saat inilah pengidap biasanya merasakan gejala kanker yang lebih nyata. 

Gejala kanker akan berbeda-beda, tergantung kondisi pasien dan jenis kankernya. Penanganan juga ditentukan dari kondisi pasien dan tahap pertumbuhan kanker tersebut. Jika ditangani secara dini, kanker bisa sembuh total. 

Berbeda dengan tumor, kanker memerlukan penanganan medis yang lebih rumit dan waktu yang lama. Beberapa pasien kanker bahkan mengalami kekambuhan kanker walaupun sudah menjalani pengobatan dan dinyatakan bersih dari sel kanker. Kenyataan ini membuat biaya pengobatan kanker terbilang mahal. Ini juga salah satu faktor yang membuat kanker jadi salah satu penyakit yang ditakuti. 

Menghadapi penyakit kanker, diperlukan dukungan finansial yang cukup. Walaupun pembiayaan pengobatan kanker ditanggung oleh BPJS, beberapa biaya lain di luar pengobatan, juga perlu disiapkan. Itu sebabnya perlindungan finansial dari Asuransi Kanker diperlukan. 

Asuransi ini memberi manfaat pembiayaan yang tidak ditanggung BPJS, misalnya transportasi ke fasilitas kesehatan, terapi pemulihan pasca kemoterapi atau operasi, obat-obatan tertentu, bahkan bisa menggantikan pendapatan yang hilang karena pasien harus menjalani pengobatan yang intens. 

Jadi selain melakukan tindakan pencegahan dengan menjalani gaya hidup sehat, persiapan finansial dari Asuransi Penyakit Kritis akan membantu kamu merasa lebih tenang. Yuk, lindungi diri kamu sekarang!