Mata merupakan organ tubuh yang punya arti penting. Sering disebut sebagai jendela hati, mata merupakan organ yang cukup sensitif karena tidak tertutup seperti halnya organ lain. Mata dilindungi oleh kelopak yang bisa menutup dan membuka. Kelopak melindungi mata dari paparan cahaya yang terlalu terang ataupun serpihan debu dan kotoran yang bisa masuk. 

Salah satu gangguan yang kerap terjadi pada kelopak mata adalah iritasi atau benjolan menyerupai jerawat. Meski terkesan sepele, ternyata kita nggak bisa mengabaikan gejala tersebut. Sebab benjolan di mata juga merupakan salah satu gejala tumor kelopak mata.

Apa itu tumor kelopak mata? 

Tahukah kamu, kelopak mata memiliki lapisan kulit yang paling tipis dan paling sensitif. Kulit seperti ini sangat mudah terdampak paparan sinar matahari. Padahal seperti kamu tahu, sinar matahari mengandung ultraviolet B atau UVB yang dapat merusak lapisan atas kulit, menyebabkan sunburn dan kanker kulit.   

Nah, kebanyakan kasus tumor kelopak mata sebenarnya merupakan kanker kulit yang terjadi di kelopak mata. Dilansir dari situs Healthline, antara 5 sampai 10 persen kasus kanker kulit terjadi pada kelopak mata. Selain itu, kebanyakan kasus kanker kulit merupakan karsinoma sel basal atau karsinoma sel skuamosa. Kedua tipe kanker kulit atau karsinoma ini sangat dapat diobati.

Gejala tumor kelopak mata 

Bintitan atau benjolan di kelopak mata merupakan salah satu gejala tumor kelopak mata. Tapi nggak usah khawatir, sebagian besar benjolan di kelopak mata merupakan kasus ringan yang bisa hilang sendiri. Untuk membedakan benjolan biasa dengan kanker atau tumor kelopak mata, ini yang harus kamu perhatikan: 

Lebih dari setengah kasus kanker kelopak mata terbentuk di bagian bawah kelopak. Tapi bukan nggak mungkin, sel kanker ini juga muncul di sekitar alis, bagian dalam sudut mata, atau di luar sudut mata.  

Selain gejala di atas, kanker kelopak mata juga bisa menyebabkan:  

Jenis tumor kelopak mata 

Nggak semua tumor kelopak mata sama. Berdasarkan sifatnya, tumor kelopak mata dibagi menjadi dua jenis, yaitu tumor kelopak mata jinak dan tumor kelopak mata ganas. Bagaimana karakteristik kedua jenis tumor ini?  

Tumor kelopak mata jinak  

Sel tumor kelopak mata jenis ini nggak bersifat kanker sehingga biasanya nggak menyebar ke jaringan tubuh lainnya. Jenis tumor kelopak mata jinak yang paling umum adalah:  

Virus papilloma nggak hanya menyebabkan kanker di kelopak mata. Virus ini juga jadi biang kerok munculnya kanker serviks. Kenali Gejala Kanker Serviks untuk Kamu Kenali Segera Demi Penanganan yang Efektif. 

Tumor kelopak mata ganas 

Berbeda dengan tumor kelopak mata jinak, tumor jenis ini perlu perhatian khusus karena memiliki sifat yang dapat menyebar ke jaringan tubuh atau organ lainnya. Tanpa penanganan yang cepat, sel kanker bisa meluas tanpa kita sadari, dan akhirnya menyebabkan gangguan fungsi pada organ yang terdampak.  

Beberapa jenis tumor ganas pada kelopak mata menurut situs Alodokter:  

  1. Karsinoma sel basal
    Karsinoma sel basal adalah jenis tumor kelopak mata ganas yang paling banyak dialami. Tumor ini lebih banyak menyerang ras kulit putih dan mereka yang berusia 50 tahun ke atas. Tumor ini ditandai dari benjolan berwarna sama dengan kulit atau terkadang tampak kemerahan dan sedikit lebih gelap. Benjolan ini nggak terasa nyeri tapi dapat disertai perdarahan dan luka.
  2. Karsinoma sel skuamosa 
    Merupakan jenis tumor kelopak mata yang bersifat agresif yang lebih sering terjadi pada orang yang kerap terpapar sinar matahari. Sel kanker ini menyerang lapisan luar kulit dan juga bisa muncul di kulit yang terluka. Tampak berupa benjolan atau penebalan yang menyebabkan kulit bersisik dan mudah berdarah. Sel kanker ini bisa menyebar ke dalam bola mata dan menimbulkan keluhan lain, seperti gangguan penglihatan. 
  3. Karsinoma kelenjar sebasea
    Tergolong langka, kanker ini kerap dikira sebagai bintitan atau radang mata kronis biasa. Padahal kalau dibiarkan begitu saja, bisa berakibat fatal. Kanker ini dimulai dari mutasi sel yang terletak di kelenjar sebasea, kelenjar yang memproduksi minyak di kulit. Kalau nggak ditangani segera, sel kanker ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain seperti paru-paru, hati, otak dan tulang.
  1. Melanoma kelopak mata
    Ini merupakan jenis tumor yang berbahaya karena bisa menyebar ke seluruh tubuh kalau nggak segera ditangani. Melanoma adalah jenis tumor ganas yang terbentuk dari sel melanosit, yaitu sel yang menghasilkan pigmen atau zat warna alami pada rambut, kulit dan mata. Kanker jenis ini ditandai dengan adanya benjolan berwarna pada kelopak mata yang bisa bertumbuh dengan cepat. Perlu juga kamu waspadai kalau ada warna kulit di sekitar kelopak mata yang menjadi gelap, adanya tahi lalat baru, atau tahi lalat yang ukurannya cepat membesar.

Gaya hidup bisa menjadi salah satu pemicu kanker. Ternyata ada beberapa Kebiasaan yang Erat Hubungannya dengan Risiko Kanker.

Mengatasi tumor kelopak mata 

Tergantung dari jenis tumor kelopak mata yang kamu alami, jinak atau ganas, dokter akan menentukan pengobatan terbaik untuk kamu. Untuk menentukan jenis tumor kelopak mata, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa biopsi, tumor marker atau pemeriksaan radiologi (CT scan, MRI atau USG).  

Kalau ditemukan jenis tumor kelopak mata tersebut sifatnya jinak, maka dokter biasanya menyarankan pemantauan untuk memastikan tumor nggak menyebar atau berubah menjadi ganas. 

Lain halnya kalau dokter menilai tumor kelopak mata tersebut bersifat ganas, maka ada beberapa penanganan yang akan disarankan:  

Kalau kamu menemukan gejala-gejala tumor kelopak mata yang disebutkan di atas, nggak ada salahnya segera memeriksakan diri ke dokter. Ingat, penanganan yang cepat merupakan kunci menangani kanker untuk mencegahnya menyebar ke jaringan tubuh lain.  

Kanker yang sudah menyebar tentunya lebih sulit ditangani, juga memerlukan waktu pengobatan dan pemulihan yang lebih panjang. Pengobatan ini pastinya memerlukan biaya yang nggak sedikit.

Tapi nggak perlu khawatir, proteksi dari Asuransi Penyakit Kritis, bisa membantu menanggung beban finansial yang ditimbulkan penyakit kritis seperti kanker. Jadi kalau risiko itu terjadi, kamu nggak perlu menggali tabungan atau bahkan pinjam uang untuk membiayai pengobatannya. Sebelum menentukan jenis asuransi yang sesuai untuk kamu, pahami pentingnya asuransi penyakit kritis untuk kamu.

Dr. Amalia Ika N

Ditulis oleh

Dr. Amalia Ika N

Medical Claim Manager

Sebagai lulusan fakultas kedokteran di Universitas Atma Jaya, dr Amalia sudah bekerja dibidang Kesehatan selama 2 tahun dan pernah memiliki sertifikat dibidang Kesehatan seperti ACLS dan Hiperkes. dr Amalia juga sudah bekerja dibidang asuransi selama 11 tahun dan memiliki beberapa sertifikat untuk Underwriting & Claim, Basic Sharia dan Risk Management . Saat ini dr Amalia sebagai Medical Claim Manager senang berbagi tips dan pengetahuan seputar asuransi dan kesehatan.

Bagikan:

Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang

Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

|

Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!