Kecelakaan Sepeda – Ini Faktanya untuk kamu hindari

April 13, 2023  |  Kategori: Gaya Hidup & Kesehatan

Kecelakaan Sepeda – Ini Faktanya untuk kamu hindari

Fahmi Saimima, ketua komunitas Bike to Work Indonesia, melalui lansiran media online Kumparan, menyampaikan selama tahun 2021 terdapat 63 kasus kecelakaan sepeda di Indonesia, sebagian besar kasusnya terjadi di Pulau Jawa. Berdasarkan data, sekitar 93,3 persen kecelakaan sepeda terjadi di jalan raya.  

Sebesar 57 persen atau 36 kasus memakan korban jiwa dengan rincian 15 kasus disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, 14 kasus karena masalah kesehatan, dan 7 kasus lainnya merupakan kecelakaan tunggal. Masih dari data yang sama, 15 kasus menyebabkan luka berat pada korban dengan rincian 12 kasus kecelakaan lalu lintas dan 3 kasus kecelakaan tunggal. Sisanya, kecelakaan dengan luka ringan pada korban, yakni 8 kasus karena kecelakaan lalu lintas dan 4 kasus karena kecelakaan tunggal.  

Kecelakaan sepeda merupakan risiko yang mengiringi para pengguna moda transportasi ramah lingkungan ini. Jika kamu masih suka bersepeda, jangan berkecil hati atau jadi berhenti menggowes. Dalam artikel ini, kamu akan mengetahui tentang tren sepeda di Indonesia, apa saja yang dapat menyebabkan kecelakaan sepeda, serta cara mengantisipasinya, lalu proteksi apa yang kamu butuhkan agar kegiatan bersepeda kamu semakin aman dan menyenangkan. Yuk, lanjut baca untuk menambah pengetahuan kamu.

Tren sepeda di Indonesia

Tren bersepeda sempat booming pada masa pandemi Covid-19. Permintaan akan sepeda pada awal pandemi saja, sekitar pertengahan tahun 2020, naik hingga 300 persen. Produsen sepeda dalam negeri pun sempat kewalahan. Ketika banyak perusahaan di berbagai sektor industri merumahkan karyawan, produsen sepeda malah menambah pekerja karena permintaan yang membludak. Bahkan, konsumen pembeli sepeda saja mesti antri alias inden. 

Pasar sepeda tanah air punya siklus 10 tahunan. Setiap sepuluh tahun selalu ada lonjakan permintaan terhadap sepeda. Sekitar tahun 2010, lonjakan permintaan sepeda terjadi mencapai 50 persen. Tipe sepeda yang marak saat itu adalah sepeda lipat atau disingkat “seli”.  

Pada tahun-tahun itu juga booming sepeda minimalis (sepeda fixie). Gencarnya gaya hidup bike to work dan pelaksanaan rutin car free day menjadikan tren sepeda semakin bertahan. Namun, pada tahun 2012, peminat sepeda fixie menurun, sedangkan seli masih diminati karena cocok untuk digunakan di dalam kota. Sepeda lipat memang cukup praktis untuk akses ke tempat kerja dan dapat dibawa ke dalam kendaraan umum seperti bus dan kereta sekalipun.  

Pada akhir 2019 (sebelum pandemi), peminat sepeda kembali muncul ke permukaan setelah kasus penyelundupan dua sepeda lipat bermerek Brompton yang dilakukan oleh petinggi maskapai penerbangan. Sepeda yang terkenal dengan harga puluhan juta menarik banyak peminat di Indonesia. Tren bersepeda pun kembali hangat.  

Kemudian, ketika pandemi, pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat masyarakat memanfaatkan waktu luangnya untuk menjaga tubuh dan kesehatan, salah satu pilihannya adalah dengan bersepeda. Jadi, maraknya bersepeda kali ini bukan hanya soal tren tipe sepeda, tetapi tren berdasarkan gaya hidup masyarakat. Menurut Andry Dwinanda, sales manager United Bike, permintaan sepeda selama pandemi tidak terfokus satu jenis saja, semua tipe sepeda diminati, mulai dari MTB, seli, BMX, hingga sepeda anak-anak. 

Bagaimana dengan tren sepeda sekarang? Apakah masih bertahan atau malah menurun? Berdasarkan tren penjualan sepeda, dilansir oleh CNBC Indonesia, harga sepeda berada di titik terendah pada akhir tahun 2022. Banyak penjual sepeda, baik toko fisik maupun daring, mengobral dan memberikan diskon besar-besaran demi stok mereka habis terjual. Dapat disimpulkan bahwa peminat sepeda semakin menurun belakangan ini.  

Sementara dari sisi pengguna, Kevin Wijaya, country manager perusahaan sepeda Brompton di Indonesia menyampaikan bahwa eksistensi sepeda memang tidak seheboh saat pandemi, tetapi aktivitas bersepeda masih diminati masyarakat yang memiliki gaya hidup aktif. Menurut Kevin, komunitas sepeda berperan dalam mempertahankannya. Selama komunitas sepeda eksis, kegiatan bersepeda bukan menjadi tren sesaat. Tentu saja gowes bersama-sama komunitas lebih seru daripada sendirian saja.  

Buat kamu yang masih loyal dengan kegiatan bersepeda, nggak ada salahnya bergabung dengan komunitas sepeda. Selain menjaga konsistensi, kamu juga dapat mengetahui perkembangan terkini dalam dunia sepeda. Kamu juga dapat tetap bersepeda ke tempat kerja (bike to work) atau di waktu luang akhir pekan. Namun, yang paling penting adalah menjaga diri dan mengantisipasi kecelakaan sepeda. Apa saja sih yang dapat menyebabkan kecelakaan sepeda?

Jangan menggowes dalam keadaan perut kosong. Cari tahu serba-serbi sarapan sebelum bersepeda: makan apa, kapan, dan porsinya.

Penyebab kecelakaan sepeda

Pada tahun 2022, komunitas Bike to Work Indonesia mencatat 37 kasus kecelakaan sepeda (data per Oktober 2022). Sebagian besar kecelakaan memakan korban jiwa, yakni 23 orang. Mayoritas kecelakaan bersepeda terjadi di jalan raya yang disebabkan oleh berbagai keadaan, terutama oleh kondisi lalu lintas dan kondisi pengendara sepeda sendiri.  

Kendaraan pribadi dan taksi merupakan jenis moda transportasi yang sering terlibat dalam tabrakan dengan sepeda. Berpindah jalur secara mendadak, pengemudi mobil yang tidak menyadari ada pesepeda di dekatnya, masuk ke jalur khusus sepeda, dan penggunaan telepon genggam ketika mengemudi jadi penyebab yang umum. Berikut daftar lengkapnya: 

1. Mengebut

Jika seseorang mengemudi terlalu kencang, dia membutuhkan waktu untuk memperlambat laju kendaraannya. Akibatnya, rentang waktu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan jadi semakin sempit. Kecepatan melebihi batas yang diperbolehkan aturan lalu lintas menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan sepeda. Tabrakan akibat kecepatan tinggi dapat menyebabkan luka berat sampai korban jiwa. Namun, tabrakan akibat kecepatan rendah pun dapat terjadi, terutama ketika pengendara lengah dan tidak menyadari ada pesepeda di dekatnya.  

2. Terdistraksi 

Seringnya tabrakan kendaraan, termasuk yang melibatkan pesepeda, disebabkan oleh pengendaranya yang tidak fokus, kelelahan, atau berada di bawah pengaruh alkohol. Telepon genggam menjadi sumber distraksi yang paling tinggi di masa sekarang. Membaca dan membalas pesan, menelepon, atau menggunakan media sosial ketika berkendara bisa berpotensi menyebabkan kecelakaan yang membahayakan pesepeda. 

3. Tidak menjaga jarak 

Pengendara mobil yang berada di belakang pesepeda terlalu dekat, kurang dari satu meter, akan sangat membahayakan. Tidak hanya menambah peluang menabrak sepeda di depannya, pesepeda juga jadi kesulitan untuk menghindari kecelakaan, tabrakan, atau kejadian lainnya. 

4. Lalu lintas padat 

Pesepeda jadi nggak mudah terlihat jika berada di antara kepadatan lalu lintas. Selain itu, pesepeda jadi kesulitan untuk menghindari tabrakan jika terjebak di antara kendaraan-kendaraan yang lebih besar. Oleh karena itu, pastikan kamu selalu berada di jalur sepeda atau di posisi yang mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. Namun, sepeda motor sering kali masuk ke jalur khusus sepeda bahkan trotoar. Pelanggaran ini juga jadi salah satu penyebab umum kecelakaan sepeda.  

5. Pindah jalur semaunya 

Perpindahan jalur sembarangan dan mendadak, apalagi tanpa memperhatikan situasi sekitar merupakan tindakan yang sangat berbahaya. Mayoritas kecelakaan terhadap sepeda terjadi karena berpindah jalur secara mendadak tanpa mengecek ada atau tidaknya pesepeda di jalur tersebut.  

6. Berbelok atau berubah arah 

Sama seperti kecelakaan sepeda yang disebabkan perpindahan jalur, kurangnya perhatian terhadap pesepeda ketika berbelok dapat berdampak ke situasi yang membahayakan. Pengemudi kendaraan bermotor perlu mengecek sekitarnya, terutama blind spot, jika berbelok atau melaju setelah lampu hijau. Di persimpangan, jika pengendara tidak mengecek adanya pesepeda, dapat menjadi penyebab kecelakaan yang seharusnya bisa dihindari.  

7. Melanggar lampu merah 

Kecelakaan sepeda sering terjadi di persimpangan akibat pengemudi kendaraan bermotor tidak memedulikan tanda berhenti atau lampu merah lalu lintas.  Pengendara yang tidak taat ini akan membahayakan pesepeda yang melaju dengan tertib. 

8. Pintu mobil (dooring

Ketika mobil berhenti atau parkir lalu pengemudi atau penumpangnya membuka pintu mobil secara mendadak tanpa mengecek kondisi jalanan dapat menjadi penyebab kecelakaan. Pesepeda atau pengguna jalan lainnya menabrak pintu tersebut. Pesepeda dalam kecepatan tinggi biasanya tidak punya cukup kesempatan untuk menghindar sehingga menabrak pintu mobil tersebut. Luka berat dapat terjadi terhadap pengendara sepeda yang mengalaminya.  

9. Pengendara agresif 

Pesepeda memiliki risiko kecelakaan sepeda ketika berbagi jalan dengan pengemudi mobil serampangan. Jenis pengemudi ini gampang terganggu oleh gerak sepeda yang lebih lambat. Ketika kesabarannya habis, bukan tidak mungkin dia menabrakkan mobilnya ke bagian belakang sepeda. Apalagi pesepeda lebih sulit untuk mengetahui keadaan di belakangnya, terutama di perhentian lampu merah. Tabrakan dari belakang cukup sering terjadi, bahkan berlanjut ke kecelakaan yang menimbulkan luka-luka.

bike to work | roojai.co.id
Image by Freepik

Cara mengurangi risiko kecelakaan sepeda

Kebanyakan kecelakaan dapat dihindari dengan berhati-hati ketika bersepeda. Berikut tips untuk menghindari kecelakaan saat bersepeda: 

1. Selalu kenakan helm sepeda selama gowes 

Meskipun kamu hanya menempuh jarak dekat, selalu gunakan helm sepeda untuk melindungi bagian tubuh yang paling berharga, yakni kepala. Sekitar 85 persen korban kasus kecelakaan sepeda mengalami cedera di bagian kepala, bahkan hingga menyebabkan kematian. Cedera kepala ini disebabkan pesepeda nggak memakai helm. Seperti pepatah sedia payung sebelum hujan, kamu perlu sedia helm sepeda sebelum hal yang nggak diinginkan terjadi.

2. Gunakan pakaian yang terang 

Pakaian berwarna cerah dan visibel akan membantu pengemudi mobil dan pengguna jalan lainnya mengetahui keberadaan kamu di jalan. Kamu juga bisa menggunakan bendera yang ditaruh di bagian belakang sepeda. Sebisa mungkin gowes ketika langit masih terang. Jika kamu bersepeda di malam hari atau ketika cuaca membuat jarak pandang berkurang, gunakan lampu sepeda, bel, dan kaca spion untuk keamanan bersepeda yang maksimal. 

3. Persiapkan diri sebaik-baiknya 

Kenakan sepatu yang melindungi kaki kamu, bukan sandal. Bawa botol minum untuk mencegah dehidrasi selama gowes. Dehidrasi dapat menyebabkan kantuk, pusing, lemas, dan lain-lain sehingga fokus kamu berkurang. Melemaskan bahu dan menggerakkan lengan sedikit sehingga menyerap dan menahan getaran stang sepeda untuk kontrol yang lebih baik. Bernapaslah dengan teratur untuk memaksimalkan oksigen masuk ke tubuh.  

4. Patuhi aturan lalu lintas 

Kegiatan bersepeda berarti menggunakan jalan sehingga kamu juga harus mematuhi aturan lalu lintas. Lambaikan tangan kamu sebagai sinyal sebelum berbelok. Taati rambu-rambu dan lampu lalu lintas. Jika berada di jalanan padat, hindari berada di posisi yang susah dilihat pengguna jalan lain. Waspada juga dengan kemungkinan pintu mobil dibuka mendadak. Ketika menyeberang jalan atau di persimpangan, tengok kiri kanan terlebih dahulu sebelum melaju. 

5. Ingat S.I.P.D.E. 

SIPDE merupakan singkatan dari Scan, Identify, Predict, Decide, Execute. Proses berpikir dalam berkendara ini dikenal secara internasional, terutama bagi pengendara sepeda motor, tetapi dapat juga dimanfaatkan oleh pesepeda. Ketika berada di situasi yang berpotensi bahaya, gunakan proses berpikir ini. Berikut penjelasannya jika kamu menghadapi situasi yang membahayakan: 

Scan (pindai): Pindai dan amati keadaan di sekitarmu. Jika kamu cuma fokus pada satu titik, seperti pejalan kaki yang menyeberang, kamu bisa saja abai terhadap kemungkinan pintu mobil yang mendadak terbuka dan menghalangi jalur sepeda kamu. 

Identify (identifikasi): Selagi kamu mengamati sekitar, identifikasi potensi bahaya. Tidak hanya area di hadapan kamu, identifikasi bahaya dari bagian belakang juga.  

Predict (prediksi): Setelah mengetahui potensi bahaya, prediksilah risiko yang dapat terjadi. Pikirkan skenario terburuk yang mungkin terjadi. 

Decide (putuskan): Tentukan aksi, arah, atau gerakan yang akan kamu ambil, jangan ragu-ragu ketika berada di jalanan.  

Execute (bertindak): Lakukan aksi yang sudah kamu putuskan tadi.  

Demikianlah beberapa tips untuk mengurangi risiko kecelakaan sepeda. Selain itu, kamu juga perlu memiliki proteksi finansial agar kegiatan gowes kamu lebih nyaman dan menentramkan hati, yaitu dengan memiliki asuransi kecelakaan diri.  

Proteksi biar aman bersepeda

Bersepeda memang menyehatkan serta menyenangkan, baik dilakukan sebagai kegiatan rekreasional di akhir pekan maupun sebagai olahraga rutin mingguan. Menggowes sepeda secara rutin juga bagus untuk kekuatan otot serta kesehatan kardiovaskular sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi. Namun, ada risiko yang mengintai dalam kegiatan menggowes, yaitu kecelakaan sepeda.  

Buat kamu pesepeda yang aktif, kamu perlu memiliki asuransi kecelakaan diri (personal accident). Asuransi tambahan ini akan melengkapi asuransi kesehatan utama kamu atau BPJS. Kombinasi dua asuransi tersebut membuat proteksi kamu jadi semakin hebat sehingga kamu dapat melanjutkan hobi bersepeda tanpa rasa was-was. 

Jika kamu mengalami kecelakaan sepeda, asuransi kesehatan akan membayar biaya-biaya perawatan kamu selama di rumah sakit, baik secara cashless maupun reimbursement. Sedangkan uang pertanggungan asuransi kecelakaan akan langsung diberikan kepada kamu sebagai Tertanggung atau ke ahli waris kamu jika Tertanggung meninggal dunia dalam rentang waktu 12 bulan dari kecelakaan terjadi. 

Sesuai dengan sifatnya yang melengkapi, asuransi kecelakaan akan membayar pengeluaran yang tidak dicover oleh asuransi kesehatan kamu, seperti biaya deductible (bayar sendiri) atau copayment. Selain itu, uang pertanggungan asuransi kecelakaan dapat dipakai untuk biaya lain, seperti biaya sewa atau cicilan rumah, belanja bulanan, membayar tagihan atau utang, dan lain-lain.  

Asuransi kecelakaan yang fleksibel

Kamu nggak perlu jauh-jauh mencari karena Roojai menyediakan asuransi kecelakaan diri yang fleksibel sehingga dapat kamu atur sesuai kebutuhan. Kamu dapat pilih satu atau lebih proteksi yang diinginkan. Dengan sangat fleksibel, kamu juga bisa atur besarnya uang pertanggungan sesuai budget dan kebutuhanmu kelak.  

Uniknya, Roojai memberikan berbagai pilihan proteksi tambahan yang sesuai dengan gaya hidup kamu, seperti: proteksi untuk olahraga ekstrim dan kecelakaan akibat kendaraan roda dua. Apakah selain bersepeda ria, kamu punya hobi balap mobil atau scuba diving? Nah, proteksi ini sangat cocok buat kamu!

Mau sehat bersepeda malah sering nyeri punggung? Yuk, cari tahu penyebab nyeri punggung saat bersepeda dan cara mencegahnya.

Asuransi Kecelakaan Diri dari Roojai Indonesia dapat memberikan kamu proteksi dari risiko kerugian jangka panjang akibat kecelakaan. Asuransi ini memiliki berbagai manfaat, yaitu  santunan tunai sebagai pengganti pemasukan yang hilang akibat kecelakaan atau biaya perawatan di rumah sakit/klinik rekanan yang ditanggung secara cashless. Untuk kamu yang aktif, asuransi ini akan melindungi kamu dari risiko berbagai aktivitas seperti mengendarai kendaraan roda dua, hobi olahraga ekstrim, dan lainnya.  

Pastinya, Roojai memberikan harga terjangkau dan terbaik di kelasnya yang dirancang khusus untuk kamu. Yuk, luangkan waktu kamu untuk mempelajari lebih lanjut. Berikan proteksi terbaik untuk diri dan keluarga yang kamu sayangi.