Menu

cara menjaga kesehatan lambung
Image by wayhomestudio on Freepik

Fun fact, kesehatan lambung kamu akan memengaruhi kesehatan kamu di masa depan. Berbagai penelitian terbaru menyebutkan, menjaga kesehatan lambung sama artinya dengan menurunkan risiko penyakit yang berpotensi muncul di kemudian hari seperti diabetes, kanker, inflammatory bowel disease, dan juga artritis atau radang sendi. Artinya, dengan menjaga kesehatan lambung dan pencernaan, kamu bisa hidup lebih berkualitas dalam waktu yang lebih lama.  

Bagaimana cara menjaga kesehatan lambung dan pencernaan? Caranya adalah dengan menjaga atau memelihara bakteri baik di dalam lambung dan usus. Bakteri baik inilah yang menjaga kesehatan pencernaan dengan menjaga keseimbangan bakteri.

Bagaimana bakteri baik menjaga kesehatan lambung

Berbagai penelitian menunjukkan kompleksitas kerja lambung dan pentingnya fungsi pencernaan dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Penelitian ini menemukan kaitan antara kesehatan lambung dengan:  

  • sistem pencernaan tubuh 
  • kesehatan mental 
  • penyakit autoimun 
  • masalah endokrin 
  • masalah pencernaan 
  • penyakit jantung 
  • kanker 

Dan kesehatan lambung tersebut ternyata sangat erat kaitannya dengan keberadaan bakteri baik di dalam lambung dan usus. Bukan hanya jumlahnya harus mencukupi, keberagaman jenisnya juga perlu dipelihara. Semakin beragam jenis bakteri baik di dalam lambung, semakin baik bagi kesehatan tubuh.

Berbagai jenis penyakit bisa dihindari dengan mengatur pola makan dan rutin berolahraga. Bersepeda bisa jadi salah satu pilihan karena menyenangkan dan menyehatkan. Sebelum mulai bersepeda, ini panduan memilih road bike untuk pemula.

Tanda lambung kamu bermasalah

Ada banyak gaya hidup manusia modern yang bisa memengaruhi keseimbangan bakteri di dalam pencernaan, misalnya saja tingkat stres yang tinggi, tidur yang kurang berkualitas, konsumsi makanan ultra proses (makanan kemasan) dan bergula tinggi, serta pengobatan antibiotik.  

Pada akhirnya, kondisi ini juga bisa mengganggu kesehatan tubuh, misalnya fungsi kekebalan,  tubuh, kadar hormon, berat badan, dan munculnya beberapa penyakit.  

Masalah pada pencernaan bisa dilihat dari gejala-gejala berikut ini:  

  • Perut nggak nyaman, misalnya kembung, sembelit, diare, atau heartburn. Keseimbangan bakteri baik di dalam lambung membuat pencernaan bekerja secara efisien sehingga nggak menyisakan “sampah” yang bisa menimbulkan masalah.  
  • Pola makan tinggi gula dan makanan ultra proses (misalnya makanan kalengan) bisa menurunkan populasi dan keberagaman jenis bakteri baik di dalam perut. Menurut penelitian, hal ini bisa menyebabkan peningkatan peradangan di dalam tubuh. Padahal, peradangan merupakan asal mula berbagai penyakit, termasuk kanker.  
  • Perubahan berat badan yang nggak direncanakan. Kenaikan atau menurunnya berat badan tanpa adanya perubahan pola makan yang diterapkan, merupakan pertanda adanya masalah pada lambung dan pencernaan. Ketidakseimbangan bakteri di dalam pencernaan bisa mengganggu kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi, mengatur kadar gula darah, dan menyimpan lemak.  
  • Gangguan pola tidur atau kelelahan yang menetap. Penelitian ini memperlihatkan kaitan antara ketidakseimbangan bakteri pencernaan dengan kualitas tidur yang buruk: sering terbangun atau waktu tidur yang nggak optimal.  
  • Iritasi kulit. Masalah kulit seperti psoriasis berkaitan dengan tipe bakteri yang hidup di dalam sistem pencernaan. Jumlah bakteri baik yang tidak mencukupi bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh yang pada akhirnya bisa menimbulkan masalah pada organ, termasuk kulit.  
  • Masalah autoimun. Berbagai penelitian menemukan hubungan antara keseimbangan bakteri di dalam lambung/pencernaan dengan sistem kekebalan tubuh. Sistem pencernaan yang kurang sehat bisa menyebabkan kenaikan peradangan sistemik dan mengganggu fungsi kekebalan tubuh. Hal ini bisa memicu munculnya penyakit autoimun, yaitu ketika tubuh ‘menyerang’ diri sendiri dan bukannya ‘musuh’ yang datang dari luar.  
  • Intoleransi makanan. Berbeda dari alergi makanan, intoleransi makanan disebabkan kesulitan mengonsumsi makanan tertentu. Penelitian memperlihatkan adanya kaitan antara intoleransi makanan, termasuk intoleransi laktosa, dengan buruknya kualitas bakteri pencernaan.

Sakit perut juga bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan yang serius. Salah satunya adalah usus buntu. Bukan sakit perut biasa, ini gejala usus buntu dan fakta yang perlu kamu ketahui.

7 Cara Menjaga Kesehatan Lambung

Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan lambung? Kamu bisa melakukannya dengan menerapkan perubahan gaya hidup dan pola makan. Beberapa cara ini bisa kamu terapkan.  

Kurangi stres 

Stres tinggi yang terjadi terus menerus bisa berdampak buruk pada kondisi tubuh, termasuk keseimbangan bakteri baik di dalam sistem pencernaan. Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan kadar stres adalah:  

  • meditasi 
  • jalan kaki  
  • pijat 
  • beraktivitas bersama teman atau keluarga 
  • aromaterapi  
  • berolahraga 
  • bermain dengan hewan peliharaan 

Tidur yang cukup  

Kualitas tidur yang kurang juga bisa berdampak buruk pada keseimbangan bakteri baik di dalam sistem pencernaan kamu, yang pada akhirnya bisa menyebabkan masalah tidur yang lain. Cobalah untuk memenuhi kebutuhan waktu tidur sebanyak 7 sampai 8 jam sehari.  

Makan pelan-pelan 

Mengunyah makanan secara sempurna dan makan pelan-pelan bisa mengurangi risiko obesitas dan diabetes. Selain itu, cara ini juga bisa membantu kamu dalam menentukan pilihan makanan yang lebih baik. Makan secara perlahan akan mengurangi ketidaknyamanan pada pencernaan dan menjaga keseimbangan bakteri dalam perut.

minum cukup air menjaga kesehatan lambung
Image by fxquadro on Freepik

Minum cukup air 

Minum banyak air dikaitkan dengan tingginya keberagaman jenis bakteri di dalam perut. Penelitian yang baru-baru ini dilakukan menemukan, orang yang minum lebih banyak air, di dalam lambungnya terdapat lebih sedikit jenis bakteri yang bisa menyebabkan infeksi usus.  

Konsumsi prebiotik atau probiotik 

Menambahkan suplemen prebiotik atau probiotik ke dalam pola makan kamu bisa membantu meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. Prebiotik menyediakan “makanan” yang bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam sistem pencernaan. Sementara probiotik adalah makanan yang mengandung bakteri baik.  

Namun, pengidap masalah sistem pencernaan sebaiknya nggak mengonsumsi probiotik ya. Selain itu, nggak semua suplemen probiotik berkualitas baik atau bermanfaat bagi kesehatan. Jadi sebaiknya diskusikan dengan dokter kamu sebelum mengonsumsi suplemen ini ya.  

Cek apakah kamu punya intoleransi makanan 

Kalau kamu sering merasa kembung, nyeri perut, diare, gas dalam perut, mual, lelah, asam lambung, tandanya kemungkinan kamu punya intoleransi makanan. Coba untuk mengurangi makanan yang menjadi pemicunya untuk melihat apakah gejala tersebut berkurang. Dengan mengidentifikasi makanan yang memicu gejala, kerja sistem pencernaan akan menjadi lebih baik.  

Ubah pola makan kamu  

Kurangi konsumsi makanan ultra proses, tinggi gula, dan tinggi lemak. Sebaliknya, tambah porsi makanan yang mengandung serat tinggi karena bisa meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam perut. Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan polifenol, seperti:  

  • sayuran 
  • buah-buahan 
  • kopi 
  • teh 
  • wine  

Itulah beberapa cara menjaga kesehatan lambung dan pencernaan yang bisa kamu terapkan. Ternyata, nggak sesulit yang dibayangkan, kok. Apalagi dampaknya sangat berarti bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?  

Begitu juga dalam hal persiapan dana kesehatan. Lebih baik mempersiapkan diri dengan asuransi penyakit kritis yang praktis dan sesuai kebutuhan daripada harus hilang tabungan maupun pendapatan untuk pengobatan penyakit kritis.  

Yuk, lindungi diri sekarang dengan langkah sehat dan asuransi yang tepat!

Dr. Amalia Ika N

Ditulis oleh

Dr. Amalia Ika N

Medical Claim Manager

Sebagai lulusan fakultas kedokteran di Universitas Atma Jaya, dr Amalia sudah bekerja dibidang Kesehatan selama 2 tahun dan pernah memiliki sertifikat dibidang Kesehatan seperti ACLS dan Hiperkes. dr Amalia juga sudah bekerja dibidang asuransi selama 11 tahun dan memiliki beberapa sertifikat untuk Underwriting & Claim, Basic Sharia dan Risk Management . Saat ini dr Amalia sebagai Medical Claim Manager senang berbagi tips dan pengetahuan seputar asuransi dan kesehatan.

Bagikan:

Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

|

Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!