Cari Jalur Bersepeda di Ubud? 5 Lokasi Alternatif ini Juga Ngga Kalah Spektakuler

Agustus 29, 2022  |  Kategori: Gaya Hidup & Kesehatan

Cari Jalur Bersepeda di Ubud? 5 Lokasi Alternatif ini Juga Ngga Kalah Spektakuler

Seperti halnya alat transportasi, sepeda bisa membawa kita menjelajah alam. Bedanya, kalau pakai transportasi bermesin, kita tinggal duduk manis. Dengan bersepeda, penjelajahan ini bisa dilakukan sambil melatih otot-otot tubuh dan jantung kita.  

Di antara banyak lokasi wisata di Indonesia, Bali selalu punya tempat di hati. Keindahan alamnya yang spektakuler memang selalu bisa menarik hati wisatawan, begitu pula mereka yang gemar bersepeda. Nggak heran kalau bersepeda di Pulau Dewata ini menjadi salah satu wishlist pesepeda.

Kalau kamu memang berencana bersepeda di Bali dan mulai cari-cari jalur yang ingin dijajal, salah satu opsi yang cukup populer memang jalur bersepeda di Ubud. Tapi ternyata nggak cuma daerah Ubud aja kok yang layak dijelajahi dengan sepeda kesayangan. Nih simak, 5 jalur bersepeda di Bali yang nggak kalah spektakuler dari jalur bersepeda di Ubud.

Bersepeda sambil menghayati tradisi di Desa Wisata Penglipuran 

Terletak di Kabupaten Bangli, Bali, desa wisata ini menjadi salah satu tujuan wisata wajib kalau kamu berkunjung ke Pulau Dewata. Selain melihat alam yang indah, kita pun dapat melihat kehidupan desa adat yang tertata apik. Desa Penglipuran mengharumkan nama Indonesia karena berhasil dinobatkan menjadi salah satu dari tiga desa terbersih di dunia. Desa ini juga berhasil menyabet beberapa penghargaan, di antaranya Kalpataru, ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) dan masuk menjadi dalam Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation. 

Untuk menikmati keindahan dan mengintip kehidupan tradisional di desa wisata ini, selain berjalan kaki juga bisa dilakukan dengan tur sepeda. Selain membawa sepeda sendiri, kamu juga bisa mendaftar tur sepeda yang ditawarkan oleh biro jasa di sekitar lokasi.  

Kalau ingin puas menikmati desa wisata ini, kamu bisa sekalian ikut tur untuk menjelajah 2 desa wisata lain di sekitar Penglipuran, yaitu Desa Kayang yang terletak di sebelah utara Desa Penglipuran dan Desa Pule. Ketiganya memiliki daya tariknya tersendiri.  

Sebagai titik awal biasanya akan dimulai dari Desa Kayang kemudian dilanjutkan ke Desa Penglipuran. Memasuki wilaya Desa Wisata Penglipuran, wisatawan akan disambut oleh uniknya hutan bambu. Setelah itu kamu bisa menyusuri desa dan mengunjungi rumah tradisional khas di sana. Selanjutnya perjalanan akan dilanjutkan ke Pura Kehen.  

Perjalanan ke Desa Wisata Pule, wisatawan akan dimanjakan nuansa pedesaan dan pemandangan sawah yang menghampar luas. Saat cuaca cerah, kamu bisa mengambil foto dengan sawah dan Gunung Agung sebagai latar belakangnya. Nggak kalah dengan kalau kamu menyusuri jalur bersepeda di Ubud. Di sini kamu juga bisa mengunjungi Asta Kosala Kosali atau rumah tradisional Bali dengan tatanan dan desain yang sama satu dengan lainnya.  

Cycling tour ini biasanya akan menghabiskan waktu kurang lebih 4 jam dengan tarif sekitar 500 ribu sampai 750 ribu per orang, termasuk penyewaan sepeda, pemandu, minuman dan makan siang. Sangat direkomendasikan untuk kamu pesepeda newbie yang ingin berwisata santai sambil menikmati nuansa tradisional khas Bali.

Kamu pesepeda pemula, bacaan ini mungkin berguna untukmu: Cek di Sini Panduan Memilih dan Rekomendasi Roadbike untuk Pemula

Gowes dengan latar belakang teras sawah Jatiluwih nan ikonis 

Bali memang terkenal dengan pemandangan sawah yang berundak-undak yang sangat luas dan menghijau. Desa Wisata Jatiluwih merupakan salah satu tujuan yang wajib kamu datangi kalau ingin melihat indahnya persawahan di Bali. Saking ikonisnya, UNESCO bahkan menetapkan Jatiluwih sebagai salah satu warisan budaya dunia.  

Untuk menikmati panorama alam Jatiluwih ini kamu bisa bersepeda menyusuri jalanan desa selama dua jam. Di sini ada 17 rute bersepeda yang bisa kamu jajal dengan medan yang cukup menantang, yaitu melewati persawahan dan pemukiman penduduk. Udaranya yang masih segar tentu nggak bisa kamu dapetin waktu bersepeda di tengah kota. Dijamin bisa menyegarkan pikiran.  

Rute perjalanan bersepeda di Jatiluwih bisa dimulai dari Pura Batukaru, yang terletak di kaki gunung Batukaru, gunung tertinggi kedua di Bali setelah Gunung Agung. Pura ini terletak di ketinggian 800 meter dari permukaan laut.  

Desa Jatiluwih juga merupakan desa penghasil beras merah. Untuk melepas penat, coba rasakan sensasi teh beras merah yang dibuat dari padi kering yang dihilangkan kulitnya. Teh beras merah ini juga merupakan oleh-oleh khas Jatiluwih yang pernah dibawa mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, waktu beliau berkunjung ke sini.

Bersepeda sambil menghirup udara segar di Desa Sudaji  

Desa ini memang kalah pamor jika dibandingkan dengan Desa Penglipuran. Namun begitu bukan berarti nggak istimewa, loh. Pernah dengar air terjun Sekumpul? Air terjun yang sangat indah (juga instagrammable) ini merupakan salah satu dari sekian banyak daya tarik yang ditawarkan Desa Sudaji.  

Desa Sudaji terletak kurang lebih 90 kilometer dari Bandar International I Gusti Ngurah Rai, atau bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dari pusat Kota Singaraja, Buleleng. Desa wisata ini merupakan salah satu desa tua di Bali.  

Berada di dataran tinggi, Desa Sudaji memiliki iklim yang sejuk dengan area yang hijau oleh perkebunan, sawah, dan hutan. Tanahnya yang subur sangat ideal digunakan sebagai lahan bercocok tanam berbagai hasil kebun seperti padi dan kacang-kacangan. Daerah ini juga terkenal dengan hasil kebun musiman seperti manggis, durian dan mangga.  

Kamu bisa menjelajahi Desa Sudaji yang memiliki luas 1.800 km persegi ini dengan bersepeda. Rute bersepeda di sini menyusuri lembah dan pegunungan, dengan jalanan yang on-road dan off-road. Setelah menyusuri perkebunan, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju air terjun Sekumpul yang letaknya sekitar 4 kilometer dari desa ini. Kamu bisa beristirahat dan menyegarkan badan dengan berenang di sini!

Bersepeda sambil menikmati sunrise di Pantai Sanur 

Selain nuansa persawahan, Bali sudah lebih dahulu dikenal dengan pantai-pantainya yang indah. Ingin bersepeda santai sambil menikmati nuansa pantai dan suasana sunrise yang sendu?  Bersepedalah di Pantai Karang Sanur atau yang disebut Morning of the World yang merupakan salah satu tempat terbaik untuk melihat matahari terbit.  

Kalau sedang beruntung dan mendapati cuaca cerah, kamu bisa melihat Gunung Agung dan Pulau Nusa Penida di seberang pantai. Pantai ini pun cenderung sepi, tidak seperti Pantai Kuta yang kerap dipadati pengunjung.  

Jalur sepeda di sini memiliki panjang kurang lebih 4,2 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu satu jam bersepeda. Selain membawa sepeda sendiri, kamu juga bisa menyewa sepeda dengan tarif lima ribu rupiah per jam.  

Bersepeda di sepanjang  Pantai Sanur ini kita juga akan melewati kawasan cafe-cafe kekinian dengan sajian beragam, dari tradisional sampai internasional. Habis gowes, bisa mampir untuk ngopi atau sarapan cantik di salah satu cafe tersebut.

jalur bersepeda di bali

Bersepeda sambil ngopi di atas awan di jalur Kintamani 

No debat, jalur bersepeda di Kintamani ini merupakan salah satu pengalaman unik yang akan membekas di hati. Selain dimanjakan oleh pemandangan hijau, kamu bisa dibuat terpukau oleh pesona Gunung Batur yang terlihat dari sini. Nggak heran kalau jalur ini menjadi salah satu jalur favorit untuk bersepeda di Bali.  

Sebelum melakukan perjalanan dengan sepeda, kamu bisa menyesap kopi panas yang nikmat. Kintamani memang terkenal sebagai daerah perkebunan penghasil kopi. Di pagi hari, saat cuaca sedang bersahabat, kumpulan awan akan terlihat indah dan begitu dekat membuat kamu merasa seolah berada di atas awan.  

Setelah ngopi kamu bisa mulai bersepeda di sepanjang jalur utama Gunung Batur. Kamu akan melewati perkebunan jeruk milik penduduk dan melewati Desa Bayung Gede. Desa ini merupakan salah satu desa tua dengan tradisi unik, yaitu menyimpan ari-ari bayi yang baru lahir di dalam tempurung kelapa dan menggantungkannya di pohon. 

Rute bersepeda dari Kintamani ini akan berakhir di Ubud, dengan jalur sepanjang 23 kilometer. Jalur Kintamani – Ubud ini merupakan jalur menurun melalui jalan on-road, sehingga cocok bagi pesepeda newbie. Selain menggunakan sepeda sendiri kamu juga bisa menyewa atau booking bike tour dengan tarif sekitar 400 ribu – 500 ribu rupiah.

Seru banget, kan? Ingin mencoba salah satu jalur bersepeda di Bali? Coba pastikan terlebih dahulu kondisi jalur yang akan kamu tempuh dan sesuaikan dengan kemampuan kamu, ya! Selain itu, jangan lupa untuk selalu mengenakan pakaian yang sesuai dan perlengkapan untuk keamanan bersepeda. Yang terakhir, dimanapun kamu gowes, ada baiknya kamu memiliki proteksi yang memberikan perlindungan saat terjadi kecelakaan. Asuransi Kecelakaan Diri dari Roojai Indonesia, diantaranya menawarkan proteksi dari kecelakaan roda dua maupun olahraga ekstrim. Yuk pelajari lebih lanjut supaya kamu tahu bagaimana proteksi ini bisa melindungi kamu