Kesalahan ketika Membeli Asuransi Kesehatan

Produk asuransi kesehatan jadi salah satu yang diandalkan untuk membantu menanggung biaya perawatan ketika kita sakit. Kepemilikan asuransi kesehatan merupakan hal yang penting, mengingat biaya kesehatan yang meningkat dari tahun ke tahun. Tapi bagaimana dengan asuransi kesehatan untuk penyakit kronis? 

Penyakit kronis atau dikenal juga dengan penyakit kritis adalah jenis penyakit yang menetap dalam jangka panjang, tidak menular dan memerlukan perawatan yang berkelanjutan. Dari segi biaya perawatan, penyakit kritis memerlukan biaya yang nggak sedikit. Bahkan, beberapa penyakit kronis memerlukan tindakan operasi yang memakan biaya hingga ratusan juta rupiah.  

Sayangnya masih banyak yang belum memahami asuransi kesehatan untuk penyakit kronis ini maupun perbedaannya dengan asuransi kesehatan biasa. Hal ini menyebabkan kesalahpahaman ketika membeli asuransi kesehatan untuk penyakit kronis. Apa saja yang perlu kamu pahami?

Tidak sesuai kebutuhan

Kondisi sakit memang bisa kita cegah dengan menerapkan pola hidup sehat, tapi risiko sakit memang nggak bisa dihindari sama sekali. Risiko itu akan terus ada sepanjang usia kita. Oleh sebab itu, asuransi kesehatan merupakan hal penting. Asuransi kesehatan umum seperti BPJS Kesehatan bisa membantu biaya pemeriksaan dan perawatan yang diperlukan ketika sakit menyerang.  

Namun untuk kamu yang punya risiko kesehatan lebih tinggi, misalnya karena riwayat kesehatan, genetika, pekerjaan atau kondisi lainnya, bisa mempertimbangkan juga untuk menambah asuransi kesehatan sesuai kebutuhan.  

Sayangnya, banyak orang memutuskan membeli produk semata karena harga preminya saja. Padahal, seharusnya kebutuhan kamulah yang perlu menjadi bahan pertimbangan utama ketika membeli produk asuransi kesehatan. Ini untuk memastikan, asuransi kamu dapat dimanfaatkan secara optimal.

Penyakit kritis umumnya muncul bukan karena infeksi virus atau bakteri, melainkan disebabkan oleh gaya hidup yang nggak sehat. Apa saja yang termasuk penyakit kritis?

Tidak paham bedanya asuransi kesehatan untuk penyakit kronis dan asuransi kesehatan umum

Meski sama-sama memberi tanggungan ketika kamu sakit, kedua jenis asuransi tersebut memiliki perbedaan.  

Berdasarkan fungsinya, asuransi kesehatan untuk penyakit kronis memberikan santunan atas risiko penyakit kritis yang mengancam jiwa. Sementara asuransi kesehatan menanggung biaya rawat jalan dan rawat inap ataupun risiko sakit/dirawat karena kecelakaan.  

Artinya, nasabah asuransi penyakit kritis nggak perlu dirawat di rumah sakit untuk bisa mendapatkan manfaatnya. Setelah mendapatkan diagnosis, sesuai yang disyaratkan dalam polis asuransinya, maka ia berhak mendapatkan santunan. Sementara beberapa asuransi kesehatan mengharuskan nasabah dirawat inap terlebih dahulu untuk mendapatkan uang pertanggungan. Ada juga asuransi bersifat cashless yang menanggung biaya pemeriksaan kesehatan nasabah.  

Dari segi cakupan penyakit, asuransi kesehatan menanggung lebih banyak jenis penyakit. Sementara asuransi kesehatan untuk penyakit kronis hanya menanggung penyakit yang bersifat kronis, yaitu yang diderita dalam kurun waktu yang lama, yaitu sekitar lebih dari enam bulan atau bahkan bertahun-tahun. Biasanya penyakit kronis ini nggak menunjukkan gejala pada tahap awalnya. Gejala baru akan terlihat nyata ketika penyakit tersebut mulai memburuk atau semakin parah. Penyakit kanker salah satunya, pada tahap awal bisa jadi tidak terlihat gejala sama sekali.  

Dari segi santunan, asuransi kesehatan untuk penyakit kronis memberikan uang pertanggungan dengan pembayaran lump sum atau sekali bayar, ketika tertanggung didiagnosa mengidap penyakit kritis seperti yang tercantum dalam polis. Santunan ini bukan cuma bisa dipakai untuk membiayai perawatan penyakit kritis yang diidap tapi juga memberi perlindungan atas kerugian materi akibat beban biaya pengobatan yang terlampau besar.  

Beberapa contoh penyakit yang ditanggung asuransi penyakit kronis adalah stroke, jantung, kanker dan penyakit ginjal.

Tidak mempelajari polis asuransi kesehatan untuk penyakit kronis

Sebelum membeli asuransi, pelajari dan pahami polis asuransi kesehatan untuk penyakit kronis. Dalam polis ini tercantum semua syarat dan ketentuan asuransi yang kamu beli. Khususnya pada polis asuransi penyakit kronis biasanya ditentukan kondisi yang memungkinkan tertanggung untuk menerima santunan.  

Misalnya pada terminologi penyakit ginjal, pada beberapa produk asuransi mensyaratkan kondisi kritis adalah ketika kedua ginjal bermasalah. Istilah tersebut harusnya kamu pahami supaya kamu bisa mendapatkan manfaat asuransi kesehatan untuk penyakit kronis sesuai kebutuhan kamu.  

Mempelajari polis asuransi, khususnya jenis penyakit, terminologi mengenai tingkat kekritisan, atau pengertian lain dalam perjanjian, merupakan hal yang penting ketika akan membeli asuransi.

Kurang paham dengan istilah-istilah yang terdapat dalam polis. Yuk, pahami istilah asuransi dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Tidak memahami konsekuensi masa tunggu

Masa tunggu atau waiting period wajib dilalui pemegang polis sebelum dapat mengajukan klaim asuransi. Ketentuan masa tunggu ini diterapkan perusahaan asuransi sebagai cara untuk memantau tingkat risiko calon nasabah.  

Pada masa tunggu ini, nasabah nggak bisa mengajukan klaim atau klaim akan ditolak, meski premi sudah dibayarkan secara rutin. Ketentuan mengenai masa tunggu sudah diatur dalam SEOJK Nomor 5/2022 yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.  

Sayangnya, banyak pemilik asuransi kesehatan untuk penyakit kronis tidak menyadari adanya masa tunggu ini. Pada asuransi penyakit kronis, masa tunggu yang ditetapkan mungkin berbeda-beda untuk setiap produk, akan tetapi secara umum diberlakukan masa tunggu selama 6 bulan.

Menganggap masa sehat bukan waktu yang tepat untuk membeli asuransi penyakit kronis

Kamu mungkin sempat mendengar cerita Indra Bekti yang mengalami pecah pembuluh darah dan harus dioperasi segera, namun klaim asuransinya ditolak sehingga harus menanggung biaya miliaran rupiah. Belajar dari yang dialami Indra Bekti, kita jadi semakin tahu pentingnya punya asuransi saat kita masih sehat.  

Faktanya, banyak orang baru menyadari pentingnya asuransi ketika risiko itu sudah terjadi. Yang mana, hal ini sudah terlambat.  

Sebenarnya ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapat dengan memiliki asuransi saat masih sehat. Salah satunya adalah harga premi yang harus dibayarkan lebih murah. Ketika masih sehat dan masih muda, kamu dianggap tidak berisiko tinggi sehingga pihak asuransi nggak perlu menanggung biaya risiko yang besar.  

Kalaupun misalnya kamu mendapat diagnosa penyakit kronis, masa tunggu yang diterapkan polis biasanya sudah lewat. Dengan demikian, kamu bisa mendapatkan manfaat perlindungan yang lebih optimal.  

Jadi, apakah kamu sudah punya asuransi kesehatan untuk penyakit kronis? Kalau belum, ini saat yang tepat untuk memilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan kamu.

Asuransi Penyakit Kritis dari Roojai Indonesia memberikan pilihan asuransi online yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Santunan tunai asuransi ini nggak hanya bisa digunakan untuk menanggung biaya perawatan, tetapi juga untuk mengganti biaya penunjang lain, misalnya transportasi ataupun biaya penunjang lainnya.  

 Jangan sampai terlambat, asuransikan dirimu sekarang! 

Dian Pusparini

Ditulis oleh

Dian Pusparini

Head of Claim

Dian merupakan lulusan keperawatan di STIK St Carolus. Dian sudah bekerja selama 20 tahun, dengan pengalaman bekerja dibidang asuransi selama 18 tahun. Dian memiliki sertifikasi asuransi AAAK (Ajun Ahli Asuransi Kesehatan). Dian memahami betul betapa pentingnya kesehatan untuk kita. Sebagai Head of Claim, saat ini Dian senang berbagi pengetahuan dan tips seputar kesehatan.

Bagikan:

Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang

Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

|

Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!