7 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan saat Memilih Asuransi Penyakit Kritis Terbaik

Juni 29, 2022  |  Kategori: Melek Asuransi & Keuangan

7 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan saat Memilih Asuransi Penyakit Kritis Terbaik

Seiring meningkatnya kualitas hidup manusia, semakin tinggi pula angka harapan hidup penduduk dunia saat ini. Tidak terkecuali di Indonesia, yang menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, angka harapan hidup (AAH) saat lahir saat ini tercatat pada angka 73,5 tahun. Angka ini menunjukkan rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak ia lahir. AAH merupakan cerminan derajat kesehatan suatu masyarakat.

Sayangnya, peningkatan angka harapan hidup ini nggak serta merta menjadi berkah, loh. Pasalnya dengan bertambahnya usia, semakin banyak pula tantangan yang dihadapi, terutama dari segi fisik. Di masa tua itu, saat kondisi tubuh tak lagi prima, pastinya banyak risiko penyakit kritis yang mengintai.

Penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, stroke dan gagal jantung misalnya. Penyakit ini menjadi momok karena merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia.

Kenapa penyakit kritis, nggak bisa dianggap sepele

Kesehatan adalah harta yang paling berharga. Kesehatan membuat kita lebih optimal dalam menjalani hidup. Tapi nggak hanya itu, penyakit juga bisa membuat isi kantung kita semakin tipis.

Ya, penyakit kritis seperti jantung, kanker, ginjal dan stroke juga sangat berpotensi menyebabkan kesulitan keuangan. Mungkin kamu juga sering mendengar cerita teman atau kerabat yang terpaksa menjual aset miliknya demi menutupi pembiayaan pengobatan penyakit kritis yang diidapnya.

Nah, hal ini memang kerap terjadi dan telah dibuktikan. Penelitian ASEAN Cost in Oncology mengungkap fakta ini. Disebutkan kalau dari 9.513 pasien kanker yang diteliti selama 2014-2015, hampir dari separuhnya mengalami kebangkrutan atau masalah finansial setelah menjalani pengobatan selama 12 bulan.

Bagaimana di Indonesia? Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS mencatat bahwa penyakit-penyakit yang paling banyak menelan biaya klaim dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah kelompok penyakit katastropik atau kritis. Dari catatan BPJS, data biaya klaim jaminan pelayanan kesehatan pada tahun 2016 hingga 2020 adalah sekitar 374,86 triliun rupiah dengan 83,31% di antaranya adalah klaim biaya rujukan untuk penyakit kritis. Tingginya biaya yang diklaim ini disebabkan karena penyakit kritis tersebut umumnya memerlukan perawatan medis yang lama dan biaya penanganan yang tinggi.

Misalnya saja nih, penanganan untuk penyakit jantung koroner seperti operasi bypass. Tindakan ini memerlukan biaya sekitar 100 hingga 300 juta rupiah. Begitu pula pemasangan ring jantung yang biayanya mencapai 80 sampai 100-an juta rupiah.

Kamu mungkin juga tertarik untuk mempelajari artikel berikut yang menjawab Pentingkah untuk memiliki asuransi penyakit kritis? Apa saja manfaatnya? 

Manfaat asuransi penyakit kritis

Besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan maupun tindakan penyakit kritis ini memang nggak bisa dihindari, sih. Tapi untuk mempersiapkan biayanya sendiri, bakalan sangat mahal. Sebab itu, salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk menghindari kerugian finansial akibat pengobatan penyakit kritis ini adalah dengan membeli asuransi yang memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis.

Apa itu asuransi penyakit kritis dan bagaimana asuransi ini dapat melindungi kita dari risiko finansial yang muncul akibat penyakit kritis?

Asuransi penyakit kritis adalah jenis pertanggungan yang memberikan perlindungan finansial ketika tertanggung mengidap penyakit kritis. Biasanya asuransi ini memberikan dana santunan yang cukup besar yang juga ditentukan dari premi yang dibayarkan.

Berbeda dengan asuransi kesehatan, manfaat asuransi penyakit kritis adalah memberikan uang pertanggungan atas risiko penyakit kritis yang mengancam jiwa. Artinya, ketika dokter memberikan diagnosa atas penyakit tersebut, maka tertanggung akan mendapatkan uang pertanggungannya meskipun pada saat itu kamu sedang nggak menjalankan rawat inap atau prosedur kesehatan tertentu. Asuransi ini berbeda dari bentuk asuransi kesehatan lainnya karena ada cakupan terbatas untuk risiko yang disebutkan secara khusus.

Selain itu, uang pertanggungan yang diberikan asuransi penyakit kritis juga bisa digunakan untuk membiayai kebutuhan finansial tambahan yang kerap tidak ditanggung oleh asuransi. Misalnya biaya transportasi ketika harus menjalani pengobatan di tempat yang jauh. Atau bahkan menutupi penghasilan yang hilang karena harus menjalani pengobatan yang intens.

Manfaat asuransi penyakit kritis terbaik - Roojai Indonesia

Lalu, apa saja yang perlu kamu perhatikan saat memilih asuransi penyakit kritis terbaik? Setidaknya ada 7 hal yang perlu kamu perhatikan. Apa saja?

1. Bisa diatur alias fleksibel

Ya memang sih, biaya pengobatan dan penanganan penyakit kritis biasanya lebih mahal ketimbang penyakit non-kritis. Dan umumnya, biaya yang tinggi juga akan ditanggung dengan harga premi yang tinggi. Nah, biaya premi tinggi ini biasanya terjadi karena kebanyakan asuransi penyakit kritis menanggung berbagai penyakit kritis sekaligus.

Tapi ada juga kok asuransi yang memberikan kemudahan dalam memilih rencana perlindungan. Asuransi ini memungkinkan kamu untuk menyesuaikan premi asuransi dengan kebutuhan dan budget kamu. Misalnya kalau merasa belum perlu, kamu bisa ambil perlindungan untuk penyakit jantung saja. Atau penyakit stroke saja. Lain waktu, saat merasa sudah perlu dan ada budget-nya, kamu bisa menambah dengan perlindungan penyakit kritis lainnya.

2. Harga premi yang terjangkau

Ngomongin soal budget, harga premi sudah pasti menjadi faktor penentu ketika kita memilih asuransi penyakit kritis terbaik. Nah, dengan fleksibilitas yang diberikan, harga premi asuransi penyakit kritis dari Roojai juga akan menyesuaikan dengan rencana perlindungan yang kamu pilih, alias jadi lebih terjangkau. Manfaat santunan asuransi penyakit kritis dari Roojai mencapai Rp1 miliar dengan premi yang bisa diatur mulai dari Rp4.500/bulan. Lebih murah dari harga semangkuk mie instan di warung!

3. Perlindungan yang diberikan, sesuai dengan kebutuhan kamu

Dengan alokasi budget yang terbatas, kamu perlu lebih jeli dalam memilih asuransi penyakit kritis yang terbaik. Kamu juga perlu memilih produk asuransi penyakit kritis yang sesuai dengan risiko yang kamu hadapi.

Untuk memudahkan, kamu bisa memilih cakupan perlindungan asuransi penyakit kritis berdasarkan riwayat atau kondisi kesehatan kamu. Misalnya, orang tua kamu mengidap penyakit jantung. Jika seperti itu, maka kamu perlu mempertimbangkan untuk membeli asuransi penyakit kritis yang memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung.

Nggak ada riwayat penyakit kritis yang diwariskan keluarga? Bukan berarti kamu terlepas dari risiko penyakit kritis juga, sih. Cek gaya hidup kamu, apakah sudah sehat? Jika belum yakin, kamu bisa mempertimbangkan asuransi penyakit kritis yang memberikan cakupan perlindungan untuk penyakit kritis yang timbul akibat gaya hidup kurang sehat, seperti penyakit jantung, kanker dan stroke.

Sebaiknya pastikan juga asuransi tersebut mencakup perlindungan di fase awal penyakit. Beberapa asuransi penyakit kritis misalnya, tidak memberikan perlindungan penyakit kanker sejak di stadium awal. Sebaliknya, ada juga yang sudah memberikan perlindungan sejak stadium awal. Jadi, pastikan kamu mengerti perlindungan yang ditawarkan, sebelum memilih asuransi penyakit kritis terbaik.

Salah satu penyakit kritis yang perlu mendapat coverage asuransi adalah penyakit jantung. Kenapa Kamu Perlu Punya Asuransi Penyakit Jantung? Ini Jawabannya!

4. Nilai pertanggungan yang cukup

Penyakit kritis adalah kondisi serius yang memerlukan biaya penanganan dan pengobatan yang tinggi. Selain itu juga berpotensi menyebabkan kualitas hidup si pengidap menjadi berkurang dan bahkan hilangnya pendapatan ketika harus dirawat secara intensif. Sebab itu, memastikan nilai pertanggungan asuransi yang kamu pilih dapat menutupi risiko finansial yang disebabkan oleh penyakit tersebut. Tidak saja dari segi biaya pengobatan tetapi juga pendapat yang hilang akibat penyakit itu.

5. Cek pengecualian

Biasanya setiap asuransi memiliki pengecualian umum dan pengecualian khusus yang tercantum dalam polisnya. Sebelum memilih asuransi penyakit kritis terbaik, kamu perlu cek pengecualian asuransi tersebut. Hal ini penting diperhatikan supaya nggak ada kesalahpahaman saat proses klaim.

Pengecualian adalah kondisi-kondisi yang menjadi persyaratan ketika melakukan klaim manfaat asuransi. Asuransi yang mudah akan memberikan pengecualian yang minim.

6. Transparan

Salah satu hal yang kerap jadi penghalang ketika membeli asuransi adalah kurang jelasnya informasi yang diterima sebelum membeli asuransi. Dilansir Kantor Berita Antara, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) pada Juni 2020 menyebut bahwa mis-selling menjadi hal yang paling banyak ditemukan dalam industri asuransi. Mis-selling ini terjadi ketika agen asuransi menjual produk asuransi namun tidak memberikan penjelasan yang menyeluruh.

Roojai mencoba mengatasi masalah tersebut dengan memberikan informasi yang transparan, dan kemudahan akses yang disediakan di platform asuransinya. Didukung dengan infrastruktur teknologi yang dapat diandalkan, asuransi online dari Roojai berusaha menghadirkan asuransi penyakit kritis terbaik untuk kamu.

7. Proses klaim yang mudah

Manfaat asuransi baru bisa dapat kita peroleh setelah melalui proses klaim. Jadi pastikan asuransi yang kamu pilih, memberikan kemudahan dalam mengajukan klaim. Asuransi penyakit kritis dari Roojai dapat diklaim dengan cara mengunduh formulir, kemudian mengisi dan mengirimkannya via email. Untuk penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, pemilik asuransi penyakit kritis dari Roojai bisa menggunakan Care Card untuk sistem rawat inap cashless di lebih dari 2.000 rumah sakit rekanan.

Pembayaran atas klaim yang diajukan dapat kamu terima dalam 30 hari kerja setelah klaim disetujui.

Itulah beberapa hal yang perlu banget kamu perhatikan saat memilih asuransi penyakit kritis terbaik. Pastikan asuransi tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan kamu, ya. Dan yang pasti, proses yang fleksibel dan transparan akan membuat kamu merasa lebih tenang dengan asuransi pilihan.

Asuransi penyakit kritis online dari Roojai memberikan kemudahan dalam memilih rencana perlindungan. Kamu bisa memilih dan mengatur proteksi yang kamu butuhkan. Kamu bisa pilih salah satu atau lebih proteksi yang kamu inginkan dari 5 kategori yang tersedia, yaitu proteksi untuk kanker (stadium awal dan stadium lanjut, serta kanker invasif), penyakit saraf (koma, aneurisma cerebral, penyakit Alzheimer dan Parkinson), penyakit jantung (stroke iskemik atau hemoragik, jantung akut dan cangkok bypass arteri koroner), gagal ginjal kronis, penyakit yang disebabkan akibat nyamuk (malaria, demam berdarah, chikungunya, zika, demam kuning).

Kamu bisa atur sendiri proteksi yang kamu inginkan, sesuai kebutuhan dan yang paling penting: budget!

Dengan asuransi Penyakit Kritis dari Roojai, pemilik polis bisa melakukan klaim dengan sedikit pengecualian. Manfaat yang diperoleh secara lump sum itu tidak hanya bisa digunakan untuk menalangi biaya yang belum ditanggung tetapi juga membantu mengganti pendapatan yang hilang akibat penyakit kritis yang diidap atau pengeluaran-pengeluaran lain seperti biaya transportasi pengobatan atau perawatan tambahan.

Cek laman Asuransi Penyakit Kritis Roojai untuk lihat dan pelajari lebih jauh manfaat yang sesuai dengan kebutuhan kamu, atau klik tombol di bawah ini untuk mendapatkan penawaran!