penyebab stroke

Stroke menjadi salah satu penyakit yang jadi momok yang cukup menakutkan. Sebab, usai terkena stroke, umumnya kualitas hidup pasien tidak lagi optimal. Stroke menyebabkan ketidakmampuan pasien, dari tahap ringan seperti kekakuan pada bagian tubuh sampai yang parah adalah kelumpuhan dan bahkan kematian.

Angka Pasien Stroke 

Di Indonesia sendiri, diperkirakan ada sekitar 550.000 pasien baru stroke setiap tahunnya. Angka ini terbilang tinggi. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stroke adalah sebesar 10,9%.  

Diperkirakan di dunia ada 12,2 juta orang mengalami stroke setiap tahunnya. Dari jumlah itu, lebih dari 16% kasus stroke terjadi pada populasi usia 15-49 tahun dan lebih dari 62% dialami oleh mereka yang berusia di bawah 70 tahun. Stroke lebih banyak dialami oleh perempuan, yaitu sebesar 53% dibanding pria (47%).  

Apa itu stroke?  

Stroke adalah penyakit kardiovaskuler yang disebabkan oleh gagalnya asupan oksigen ke sel-sel otak yang menyebabkan kerusakan iskemik dan dapat menyebabkan kematian. Gagalnya asupan oksigen tersebut disebabkan oleh sumbatan di pembuluh darah ataupun pembuluh darah yang pecah. 

Gagalnya asupan oksigen tersebut menyebabkan kematian sel-sel saraf otak. Semakin lama penyumbatan terjadi, semakin banyak sel yang rusak. Faktanya, kerusakan saraf otak bisa terjadi dalam beberapa detik saat penyumbatan ini terjadi.  

Oleh sebab itu, dalam serangan stroke, penanganan yang cepat merupakan kunci untuk mencegah perburukan dampak. Sayangnya, menurut data Kementerian Kesehatan, sekitar 80 persen penduduk Indonesia tidak mengetahui gejala stroke yang menyebabkan penanganan stroke terlambat.  

Walaupun secara statistik stroke lebih banyak terjadi pada populasi berusia 60 tahun ke atas, faktanya stroke juga bisa dialami mereka yang berusia muda. Gaya hidup buruk seperti merokok, minum alkohol, dan stres tinggi menjadi beberapa alasan yang menyebabkan penyakit ini semakin umum dialami di usia muda. 

3 Tipe Stroke 

Dibedakan dari penyebabnya, stroke bisa terjadi karena dua hal: penyumbatan aliran darah, atau adanya sesuatu yang menyebabkan perdarahan di otak. Selain itu ada jenis ketiga yang dikenal sebagai stroke ringan. 

Stroke Iskemik 

Ini adalah tipe stroke yang paling sering terjadi. Delapan dari 10 kasus stroke disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah yang menuju otak.  

Penyumbatan ini  bisa terjadi saat ada penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh lapisan lemak atau adanya bekuan darah atau kotoran terlepas dan mengalir melalui pembuluh darah dan bersarang di otak. Bekuan darah ini bisa disebabkan oleh aliran darah yang kurang lancar akibat denyut jantung yang nggak teratur. 

Stroke hemoragik 

Meski lebih jarang terjadi dibanding stroke iskemik, stroke tipe ini bisa menyebabkan kondisi yang fatal. Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah, atau melemah, atau bocor.  

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang nggak terkontrol, pengobatan untuk mengencerkan darah yang terlalu berlebihan, kecelakaan atau trauma pada kepala, aneurisma (tonjolan di dinding pembuluh darah), dan deposit protein pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan kelemahan pada dinding pembuluh.  

Stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA)  

TIA kadang juga dikenal dengan istilah stroke ringan adalah periode gejala sementara yang mirip dengan stroke. Tipe stroke yang banyak dialami anak muda ini memang tidak menyebabkan kerusakan permanen. Kondisi ini biasanya disebabkan adanya penurunan sementara suplai darah ke otak.  

Sama dengan stroke iskemik, penurunan suplai darah ini juga disebabkan oleh gumpalan atau puing-puing yang menghambat aliran darah ke sistem saraf. Walaupun ringan, jangan anggap sepele ya. Pasalnya, untuk kembali pulih sempurna, pasien tetap memerlukan perawatan darurat, bahkan ketika gejalanya sudah membaik. 

Selain itu, bagi yang sudah pernah mengalami penyumbatan pembuluh darah ini maka risiko untuk mengalami stroke parah di kemudian hari akan lebih besar.

Jangan anggap remeh momen-momen terjadinya stroke, pelajari disini Pertolongan Pertama Stroke yang Penting dan Dapat Jadi Penentu Keselamatan.

Penyebab stroke yang, karena faktor risiko, lebih sulit dihindari 

Beberapa faktor risiko stroke memang nggak bisa dihindari, yaitu:  

Usia  

Semua orang memiliki resiko terkena stroke, bahkan bayi di dalam kandungan. Secara umum, risiko stroke akan meningkat bersamaan dengan bertambahnya usia kamu. Tapi setelah melewati usia 55 tahun, risiko stroke akan jadi dua kali lipat.  

Keluarga  

Risiko stroke juga bisa diturunkan dari keluarga. Kamu dan saudara kamu bisa sama-sama mengidap tekanan darah tinggi sehingga juga lebih berisiko mengalami stroke. Begitu juga dengan diabetes, biasanya diturunkan dari keluarga.  

Jenis kelamin 

Pria lebih berisiko mengalami stroke dibanding perempuan di usia yang sama. Akan tetapi, perempuan cenderung  mengalami stroke di usia lebih lanjut, yang membuat pemulihannya lebih sulit. 

Penyakit jantung bawaan 

Termasuk kondisi katup jantung yang bermasalah serta denyut jantung yang nggak beraturan. Beberapa obat-obatan yang dipakai oleh pengidap penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko stroke akibat perdarahan.  

Diabetes 

Pengidap diabetes biasanya mengalami tekanan darah tinggi atau kelebihan berat badan. Keduanya menyumbang naiknya  risiko stroke. Selain itu, diabetes juga merusak pembuluh darah sehingga kemungkinan stroke akan meningkat. Stroke yang terjadi saat gula darah tinggi bisa menyebabkan cedera otak yang lebih parah. 

Penyebab stroke yang bisa dicegah 

Meski beberapa penyebab stroke nggak bisa kita hindari, beberapa hal terutama yang menyangkut gaya hidup, bisa kita ubah.   

Tekanan darah tinggi atau hipertensi.  

Merupakan penyebab 70 persen kasus stroke. Kalau tekanan darah kamu ada di angka 130/80 atau lebih tinggi, dokter akan memberikan terapi obat untuk mengontrol tekanan darah.  

Merokok  

Kebiasaan merokok atau mengonsumsi nikotin meningkatkan risiko stroke. Nikotin menyebabkan tekanan darah naik. Sementara rokok bisa menyebabkan timbunan lemak di pembuluh darah leher. Rokok juga bisa meningkatkan kekentalan darah dan bikin darah jadi lebih gampang menggumpal. Nggak cuma perokok aktif ya, dampak ini juga dialami oleh perokok pasif.  

Berat badan dan olahraga.  

Risiko stroke akan meningkat kalau berat badan kamu lebih dari ideal. Untuk menurunkan risikonya, kamu bisa berolahraga secara teratur, lebih baik lagi setiap hari. Coba jalan kaki 30 menit sehari atau olahraga beban seperti push up atau pakai dumbbell. 

Obat-obatan tertentu 

Beberapa jenis obat bisa meningkatkan risiko stroke, salah satunya obat pengencer darah. Obat ini biasanya diberikan untuk mencegah penggumpalan darah. Namun jika berlebihan, bisa menyebabkan perdarahan. Salah satu contoh pengobatan yang meningkatkan risiko perdarahan ini adalah terapi hormon yang biasanya diberikan untuk mengatasi gejala menopause.

Cegah Stroke dengan CERDIK 

Kemenkes RI mengusung slogan CERDIK untuk mencegah stroke melalui pengendalian perilaku yang berisiko. CERDIK ini merupakan singkatan dari: 

germas cerdik

Ketika stroke terjadi, apa yang bisa dilakukan? 

Dengan mengetahui penyebab stroke, kamu bisa melakukan pencegahan sebaik mungkin. Selain menjaga pola makan, olahraga dan mengatur stres, hindari juga faktor risiko stroke seperti merokok dan pengobatan tertentu.  

Walaupun sudah melakukan usaha pencegahan, bukan berarti risiko stroke hilang sama sekali. Saat stroke terjadi, ingat untuk melakukan penanganan sedini mungkin yaitu kurang dari 4,5 jam sejak pertama kali muncul gejala stroke.  

Penanganan perlu dilakukan di rumah sakit oleh dokter dan biasanya tenaga medis di sana perlu melakukan proses pemeriksaan begitu pasien sampai. Penanganan yang terlambat bisa memperparah kondisi stroke, menyebabkan kecacatan permanen, bahkan kematian. Jadi, jangan sampai terlambat ya! 

Proteksi finansial terhadap risiko stroke 

Tentunya kita semua memiliki harapan untuk dapat hidup terhindar dari stroke, dengan menjalani perubahan perilaku sesuai slogan CERDIK kita mengurangi resiko terjadinya stroke. Namun, selain menjalankan pola hidup sehat, memiliki proteksi yang sesuai juga menjadi prioritas. Asuransi Penyakit Kritis atau yang sering dikenal dengan Critical Illness Insurance dari Roojai Indonesia merupakan pilihan yang tepat untuk melengkapi asuransi kesehatan utama atau BPJS kamu.

Apabila ternyata kamu harus menjalani perawatan akibat stroke, Asuransi Penyakit Kritis dari Roojai Indonesia dapat menyediakan proteksi terhadap risiko keuangan yang timbul, sebagai proteksi tambahan apabila kamu sudah memiliki BPJS atau asuransi kesehatan lain. Luangkan waktu untuk mempelajari proteksi ini.

Dr. Amalia Ika N

Ditulis oleh

Dr. Amalia Ika N

Medical Claim Manager

Sebagai lulusan fakultas kedokteran di Universitas Atma Jaya, dr Amalia sudah bekerja dibidang Kesehatan selama 2 tahun dan pernah memiliki sertifikat dibidang Kesehatan seperti ACLS dan Hiperkes. dr Amalia juga sudah bekerja dibidang asuransi selama 11 tahun dan memiliki beberapa sertifikat untuk Underwriting & Claim, Basic Sharia dan Risk Management . Saat ini dr Amalia sebagai Medical Claim Manager senang berbagi tips dan pengetahuan seputar asuransi dan kesehatan.

Bagikan:

Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang

Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

|

Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!