Tips Merawat Mobil Saat Musim Hujan | roojai.co.id

Merawat mobil saat musim hujan dan musim kemarau tentunya berbeda. Ketika musim kemarau, tantangan terbesarnya mungkin menjaga mobil tetap bersih dari debu. Namun, pada musim hujan juga terdapat tantangan tersendiri, seperti jamur pada kaca dan bodi jika mobil sering dalam keadaan lembab.

Sekadar informasi, air hujan mengandung kadar garam yang lebih banyak dibandingkan dengan air biasa. Kadar garam tersebut akan merusak cat mobil dan juga dapat menyebabkan karat serta korosi. Selain itu, air hujan juga dapat membuat kendaraan jadi lebih cepat kotor. 

Dengan banyaknya masalah yang dapat mempengaruhi kondisi mobil ketika musim hujan, ada baiknya kamu mengetahui cara tepat merawat mobil saat musim hujan dalam ulasan berikut ini!

Konten

  1. Kondisi mobil ketika musim hujan
    1. Cara merawat mobil saat musim hujan

      Kondisi mobil ketika musim hujan

      Mobil yang sering terkena guyuran hujan sebetulnya rentan mengalami beberapa kondisi. Tentu saja, kondisi tersebut sedikit berbeda dari umumnya atau pada musim panas. Beberapa kondisi mobil yang mungkin saja terjadi pada saat musim hujan tersebut yakni sebagai berikut:

      1. Kelembapan tinggi

      Mobil yang seringkali digunakan pada musim hujan biasanya memiliki tingkat kelembapan yang cenderung tinggi. Hal ini disebabkan juga oleh kondisi suhu ruangan yang ada di sekitar mobil. Sehingga, meski mobil tak digunakan saat hujan, namun tetap dapat mengalami tingkat kelembapan yang tinggi. Terlebih di kondisi cuaca ekstrem karena curah hujan tinggi.

      Dalam hal ini, mobil yang terlalu lembab dapat menyebabkan berbagai kondisi tak diinginkan seperti mesin yang mudah rusak, bau tak sedap di dalam mobil, dan lain sebagainya.

      2. Evaporator mudah kotor

      Kondisi lain yang mungkin mobil kamu alami saat musim hujan adalah evaporator yang mudah kotor. Hal ini tak lain disebabkan oleh tingkat kelembapan yang tinggi di dalam mobil. Mesin evaporator yang digunakan sebagai alat sirkulasi udara di dalam mobil justru cenderung mudah berlendir dan lembap. Jika tak segera dibersihkan, maka kotoran semakin menumpuk dan menyebabkan kerusakan.

      3. Komponen mobil menjadi rusak

      Saat mobil terendam banjir atau terkena hujan deras komponen yang ada di dalamnya bisa menjadi rusak terutama sistem elektrikalnya. Kemungkinan besar komponen mobil seperti lampu, AC, sistem ABS, power lock, dan lain-lain tidak bisa bekerja secara optimal.

      4. Bau tidak sedap di dalam kabin mobil

      Saat musim hujan kondisi udara yang menjadi lebih lembab dan basah dapat menimbulkan bau tidak sedap pada kabin mobil. Hal ini biasanya terjadi karena interior mobil ditumbuhi jamur.

      6. Mobil menjadi berkarat

      Masalah lain yang dapat muncul saat musim hujan adalah adanya karat di berbagai bagian mobil yang disebabkan kandungan zat asam pada air hujan yang dapat merusak komponen besi pada mobil.

      Cara merawat mobil saat musim hujan

      Setelah mengetahui beberapa kondisi yang rentan terjadi pada mobil saat musim hujan, maka penting bagi kamu rutin merawat mobil dan membersihkannya setelah terkena hujan. Berikut ini, beberapa tips yang bisa kamu terapkan dalam merawat mobil di saat musim hujan.

      1. Usahakan tidak membuka kaca saat hujan

      Saat berkendara di musim hujan, sangat disarankan untuk tidak membuka kaca mobil yang dapat menyebabkan air hujan masuk ke dalam kabin yang dapat meningkatkan kelembaban mobil. Hal ini berpotensi merusak interior karena dapat menumbuhkan jamur yang berdampak pada aroma tidak sedap di dalam kabin.

      2. Selalu keringkan mobil setelah terkena air hujan

      Mengeringkan mobil setelah terkena hujan, tentu memakan waktu. Apalagi jika kita baru tiba dari perjalanan jauh atau menghadapi kemacetan. Tapi, percayalah. Mengeringkan mobil setelah terkena air hujan merupakan hal wajib yang kamu perlukan jika mau menjaga bodi mobil dari bercak dan jamur.

      3. Sering mencuci evaporator

      Seperti yang disebutkan sebelumnya, musim hujan berdampak pada evaporator yang lebih cepat kotor. Untuk itu, kamu perlu rutin mengecek kondisinya dan jika sudah terlihat kotor, maka segera bersihkan untuk menjaga kenyamanan kamu selama berkendara.

      4. Sering mencuci bodi mobil

      Untuk tips yang satu ini, dapat dipastikan telah dilakukan oleh sebagian besar pemilik mobil. Jika kamu rutin mencuci mobil dengan benar, maka kamu bisa menghindari eksterior mobil dari jamur yang dapat melekat pada bagian bodi dan kaca. Perawatan yang satu ini sangat mudah dilakukan, karena bisa kamu lakukan dari rumah.

      5. Hindari lap mobil dalam kondisi kotor

      Ketika musim hujan, sudah dapat dipastikan cipratan dari genangan air di jalan akan membawa kerikil halus dan lumpur. Untuk menghilangkannya, kamu sebaiknya tidak langsung mengelap mobil dalam keadaan kotor karena dapat menimbulkan baret pada bodi mobil. Pastikan dibersihkan dulu dengan air sebelum dikeringkan dengan kain halus.

      6. Gunakan karpet tambahan untuk mencegah jamur

      Untuk mencegah jamur di dalam mobil, kamu bisa menambahkan karpet yang memiliki lekukan di bagian tepinya. Hal ini untuk mencegah air hujan yang terbawa dari alas kaki ke dalam mobil menyebar ke bagian-bagian yang sulit dijangkau seperti di bawah jok mobil.

      7. Rutin mengecek komponen mobil

      Komponen mobil juga penting untuk kamu cek secara berkala. Karena ada beberapa suku cadang mobil yang perlu kamu ganti secara rutin. Terlebih lagi saat cuaca buruk, beberapa komponen yang perlu kamu cek di antaranya karet wiper agar sapuannya maksimal dalam menghalau air hujan dan visibilitas berkendara juga terjaga, rem serta ban juga penting untuk kamu cek, ya!

      8. Parkirkan mobil di tempat yang kering

      Sebisa mungkin, kamu harus memarkirkan mobil di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hal ini penting untuk mengurangi risiko munculnya karat dan jamur di bagian-bagian tertentu seperti kaca, dashboard, jok, karpet, dan plafon mobil.

      9. Parkirkan mobil di tempat yang kering

      Saat musim hujan tiba, sebaiknya hindari memarkirkan mobil ditempat lembab serta tidak memiliki sirkulasi udara. Kondisi seperti ini dapat meningkatkan risiko munculnya karat dan jamur. Biasanya jamur akan muncul di area kaca, dashboard, jok, karpet, bahkan plafon mobil. 

      10. Antisipasi musim hujan dan risiko banjir dengan asuransi

      Asuransi mobil memainkan peran penting dalam memitigasi risiko yang mungkin terjadi pada mobil kesayangan, termasuk ketika musim hujan yang membawa risiko banjir hingga kecelakaan lalu lintas. Untuk itu pepatah “Sedia payung sebelum hujan” sepertinya tepat untuk kamu lakukan. Jadi, pastikan proteksi mobil kesayangan dengan asuransi all risk yang memiliki manfaat perluasan. Sehingga dapat memproteksi secara keseluruhan dengan berbagai risiko, termasuk bencana alam.

      Muhammad Vigo Sofyan

      Ditulis oleh

      Muhammad Vigo Sofyan

      IT QA Specialist

      Sebagai lulusan dari fakultas Tenik Informatika di Universitas Bina Nusantara (Binus). Sejak SMA Vigo sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan teknologi dan otomotif. Dan sudah aktif di club mobil eastcrew Jakarta sejak 2012. Vigo sudah bekerja di bidang IT selama 3+ tahun dan memiliki sertifikat Create Meaningful Design with UX Usability Testing dibidang IT. Vigo sudah bekerja asuransi selama 2 tahun. Untuk meneruskan Hobinya, Vigo suka mempelajari banyak hal tentang otomotif dan permobilan. Saat ini Vigo bekerja sebagai IT Quality Assurance Specialist. Sofyan senang berbagi informasi dan pengetahuan seputar otomotif, mobil dan lifestyle. Kamu bisa menyapa Vigo di LinkedIn.

      Bagikan:

      Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

      Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang

      Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

      |

      Lihat premi dalam 30 detik.
      Gak perlu kasih info kontak!