Penyebab Mobil Overheat, Tanda, dan Cara Mengatasi Overheat

Juni 15, 2023  |  Kategori: Gaya Hidup & Kesehatan

Penyebab Mobil Overheat, Tanda, dan Cara Mengatasi Overheat

Mobil yang mengalami panas mesin berlebih atau overheat akan memberikan risiko yang cukup fatal pada kondisi mesin mobil. Jika tetap dibiarkan dan tidak dilakukan pemeriksaan yang cermat bisa menyebabkan kerusakan yang signifikan pada mobil, merogoh kocek yang cukup dalam karena biaya turun mesin akibat overheat, atau bahkan membahayakan pengendara.

Apa sih yang jadi penyebab mobil overheat? Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas tuntas mengenai apa saja penyebab mobil overheat, tanda-tanda mesin overheat, dan cara mengatasinya. 

Penyebab mobil overheat

Ada beberapa penyebab mesin mobil overheat, di antaranya adalah: 

1. Radiator Coolant Habis

Cairan radiator coolant merupakan salah satu elemen penting dalam sistem pendingin mesin mobil yang maksimal. Cairan ini dapat bertahan pada pemakaian kendaraan hingga 20.000 km. Namun, jika kamu lupa mengisi ulang air radiator atau tangka air radiator mengalami kebocoran, mesin mobil yang panas tidak mendapat aliran cairan pendingin, sehingga menyebabkan mesin mobil overheat

2. Kipas Pendingin Rusak 

Fungsi komponen ini adalah untuk menarik udara dingin dari luar ke dalam mesin mobil yang panas agar suhunya menurun. Jika kipas pendingin rusak, otomatis mesin akan mengeluarkan panas berlebih. 

3. Kualitas Oli Rendah 

Kualitas oli yang rendah dengan kekentalan yang tidak sesuai dengan mesin mobil dapat menyebabkan mesin mobil overheat, karena oli cenderung tidak tahan panas serta cepat menguap. 

4. Termostat Tidak Berfungsi 

Termostat merupakan komponen yang berfungsi untuk mendeteksi panas mobil. Jika mobil terlalu panas maka air radiator akan dialirkan ke seluruh mesin. Jika termostat rusak, maka air radiator tidak dapat dialirkan dan menyebabkan mesin mobil panas.

Tanda mesin mobil panas

Untuk mengetahui tanda mobil overheat atau tanda mesin mobil panas berlebih, sebenarnya pengendara dapat melihat melalui lampu indikator temperatur mobil yang menyala berwarna merah pada dashboard mobil. Jarum indikator tidak boleh melebihi dari setengah. Jika jarum indikator pengukur temperatur suhu mesin menunjukkan lebih dari setengah atau menyala berwarna merah, berarti ada yang salah pada sistem pendingin dan mesin mobil mengalami overheat.  

Selain lampu indikator, tanda mesin overheat juga bisa diketahui dari beberapa kondisi mobil, seperti: 

Mobil mengalami mogok

Jika mobil tiba-tiba mogok, bisa jadi ini adalah tanda mesin overheat. Pada umumnya, mobil memiliki mekanisme keselamatan dengan cara memutus atau memberhentikan kerja komponen mesin karena bekerja terlalu keras untuk menghindari kerusakan yang lebih parah atau bahkan mobil terbakar. Oleh karena itu, gak heran jika mobil hilang tenaga saat mesin panas berlebih.

Mesin kekurangan tenaga ketika mobil dikendarai

Hal ini juga sering disebut dengan knocking, yang disebabkan karena mesin dan komponen mobil mengalami pemuaian akibat overheat yang terjadi. 

AC mobil tidak terasa dingin

AC mobil tidak dingin saat mesin panas juga salah satu tanda mesin mobilmu sudah overheat. Hal ini karena performa AC yang menurun serta mesin mobil yang terlalu panas menghasilkan udara panas yang dapat tersalurkan ke dalam kabin mobil. 

Air radiator coolant yang menetes terus menerus

Kebocoran pada radiator coolant juga bisa menjadi penyebab mesin mobil panas berlebih, karena radiator coolant merupakan cairan pendingin yang berfungsi untuk mengontrol suhu di dalam mesin kendaraan agar tidak overheat. Jika kamu melihat air radiator coolant menetes secara terus menerus, bisa jadi radiator mobilmu mengalami kebocoran dan harus segera diperbaiki. 

Keluar asap dari kap mobil

Keluarnya asap atau uap dari kap mobil juga disebabkan akibat mesin overheat. Segera tepikan mobilmu jika hal ini terjadi dan matikan mesin mobil.

indikator temperatur mobil, tanda mobil overheat | roojai.co.id

Cara mengatasi mobil overheat

Jika tanda-tanda di atas terjadi pada mobilmu ketika sedang berkendara, jangan panik dan lakukan hal berikut ini sebagai cara mengatasi mobil overheat: 

1. Parkirkan mobil di tempat yang aman 

Ketika mobil sudah overheat, segera cari tempat parkir yang aman dan segera matikan mesin mobilmu. 

2. Buka kap mesin mobil 

Jangan biarkan panas terperangkap di dalam mesin mobil yang dapat merusak komponen mobil lainnya. 

3. Periksa tabung air radiator 

Seperti yang disebutkan di atas, radiator yang bocor bisa menjadi penyebab mesin mobil keluar asap. Untuk mengatasinya, saat mobil sudah cukup dingin, periksa tabung air radiator dengan membuka tutup radiator menggunakan alas seperti lap kain untuk menghindari tanganmu terkena panas. Setelah itu, lihat apakah air radiator kurang atau tidak. Isi radiator dengan air radiator cadangan hingga di atas garis batas. Apabila setelah diisi air kemudian tabung kembali kosong, itu berarti ada kebocoran pada radiator. Segera panggil bantuan professional untuk membantu menyelesaikan masalah pada mobilmu 

4. Perhatikan jarum indikator temperatur mobil 

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, periksa kembali jarum indikator penunjuk suhu mesin mobil. Jika jarum menunjukkan suhu mesin mobil sudah kembali normal, maka kamu bisa kembali berkendara dengan terus memperhatikan jarum indikator suhu mobil secara berkala. 

5. Panggil bantuan dari professional 

Segera panggil bantuan mekanik profesional apabila mobil tetap overheat meskipun kamu sudah melakukan pemeriksaan pada mesin untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. 

Mobil yang overheat merupakan kejadian yang tidak bisa diprediksi. Jadi, pastikan kamu tidak melewati perawatan rutin untuk mobilmu, karena biaya turun mesin akibat overheat bisa sangat tinggi dan menguras tabunganmu.

Agar bisa berkendara dengan aman dan tenang kamu perlu memiliki Asuransi Mobil All Risk (Komprehensif) dari Roojai. Dapatkan manfaat emergency road assistance (ERA) yang tersedia 24/7, Roojai bisa memberikanmu bantuan jika terjadi keadaan darurat pada mobilmu ketika berkendara kapan saja dan di mana saja. Dengan harga premi mulai dari Rp225 ribu/bulan, kamu sudah bisa mendapatkan perlindungan maksimal untuk mobilmu.