Inilah Manfaat Asuransi Penyakit Kritis Bagi Pengidap Penyakit Ginjal

Desember 05, 2023  |  Kategori: Gaya Hidup & Kesehatan

Inilah Manfaat Asuransi Penyakit Kritis Bagi Pengidap Penyakit Ginjal

Ginjal adalah salah satu organ vital yang punya peran penting dalam menjaga fungsi tubuh. Organ ini bertugas membuang sisa metabolisme tubuh, sehingga menjaga tubuh dari racun atau zat berbahaya lainnya. Ketika ginjal kita terganggu maka ada banyak fungsi tubuh yang jadi bermasalah dan bahkan berisiko menyebabkan kematian. Untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal, perawatan dan penanganan penyakit ginjal memang bisa diusahakan. Akan tetapi, diperlukan perawatan jangka panjang yang biayanya tidak sedikit. Lalu, ketika mengidap penyakit ginjal, bagaimana asuransi penyakit kritis bisa membantu?

Penyakit ginjal kronis dan akut

Jangan anggap remeh penyakit ginjal. Di Indonesia, penyakit ginjal menjadi penyebab kematian nomor 10 dengan jumlah kematian lebih dari 42 ribu per tahun. 

Setiap manusia dilahirkan dengan 2 ginjal. Di dalam tubuh, ginjal ini bersemayam di sisi kiri dan kanan tulang belakang, tepat di atas pinggang. 

Jika ginjal kamu mengalami masalah atau rusak, sisa metabolisme dan cairan akan menumpuk di dalam tubuh. Hal ini bisa menyebabkan pembengkakan pada pergelangan kaki, menimbulkan rasa mual, lemas, kurang tidur, dan napas pendek. 

Jika tidak diatasi, masalah pada ginjal akan semakin parah dan pada akhirnya fungsi ginjal bisa menurun. Ada dua jenis penurunan fungsi ginjal yaitu gangguan ginjal akut dan penyakit ginjal kronik. Salah satu cara untuk menghindari kedua penyakit ini, kamu bisa melakukan check up kesehatan secara rutin.

Pada pasien dengan penyakit ginjal akut, gejalanya terlihat berat sekali tapi dapat sembuh sempurna. Namun pada kondisi ginjal kronik, pasien justru tidak merasakan apapun, tidak ada gejala, namun ketika sudah berat sampai harus menjalani cuci darah dan tidak bisa disembuhkan kembali. 

Penyakit ginjal kronik itu sendiri merupakan masalah kesehatan global karena prevalensi gagal ginjal terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan sifatnya yang progresif atau tidak bisa disembuhkan, tingkat mortalitas penyakit ginjal kronis tentunya sangat tinggi. Belum lagi, perawatan jangka panjang yang diperlukan, memakan biaya yang tidak sedikit. 

Seiring usia, kondisi kesehatan tubuh kamu pun tak lagi prima. Oleh karena itu penting bagi kita untuk berolahraga dan mengatur pola makan untuk menjaga kesehatan tubuh. Jika diperlukan, kamu bisa melakukan pemeriksaan secara rutin untuk mendeteksi penyakit lebih dini.

Penanganan penyakit gagal ginjal kronis

penanganan penyakit gagal ginjal kronis | roojai.co.id

Biasanya ketika terjadi penyakit ginjal, maka akan ada gangguan yang disebabkan penurunan fungsi ginjal yaitu: 

  • tubuh tidak dapat membuang limbah metabolisme dari dalam tubuh dan tidak dapat menyeimbangkan air serta elektrolit. 
  • limbah metabolisme menumpuk karena tidak dapat dikeluarkan dalam bentuk urine.

Pasien gagal ginjal kronis mengalami fungsi ginjal yang terganggu. Artinya ginjal tidak lagi dapat menyaring kotoran, mengontrol air dalam tubuh, atau juga mengatur kadar garam dan kalsium dalam darah. Zat-zat metabolisme yang menumpuk ini akan membahayakan kondisi tubuh. 

Disebabkan kondisi ginjal yang sudah tidak berfungsi, ada dua penanganan gagal ginjal kronik yang biasanya disarankan, yaitu hemodialisis dan transplantasi ginjal. 

1. Cuci darah untuk gagal ginjal kronis

Proses pencucian darah sebenarnya bukan untuk ‘mencuci’ darah, melainkan proses penyaringan limbah dengan mesin khusus. Mesin ini bertugas menggantikan fungsi ginjal yang sudah rusak. 

Tindakan hemodialisis pada pasien yang mengalami gagal ginjal kronis, perlu dilakukan seumur hidup. Pasalnya, tidak ada perawatan ataupun pengobatan yang bisa mengatasi kondisi gagal ginjal kronis. 

Hemodialisis biasanya perlu dilakukan 2-3 kali seminggu dengan durasi rata-rata per sesi 4-5 jam, tergantung kondisi pasien. 

Meski sudah awam dilakukan pada pasien gagal ginjal kronis, hal ini bukan tanpa risiko atau efek samping. Beberapa dampak samping yang umum dirasakan pasien adalah tidak terkendalinya tekanan darah, anemia, kram otot, sakit kepala, pusing, sesak napas, badan terasa lemah, mual, sampai menggigil. 

Hemodialisis dilakukan dengan memasang catheter double lumen (CDL) yang memungkinkan akses pada pembuluh darah. Hal ini juga bisa menyebabkan rasa nyeri pada tempat tusukan, perdarahan, pelebaran pembuluh darah, sampai infeksi. 

2. Transplantasi ginjal untuk gagal ginjal kronis

Pilihan penanganan gagal ginjal kronis lainnya adalah transplantasi ginjal. Cara ini juga kerap dianggap sebagai langkah medis terbaik untuk penanganan kondisi ini. Transplantasi akan mengganti ginjal yang rusak dengan ginjal sehat dari pendonor, sehingga diharapkan dapat membantu memperpanjang usia pengidap sakit gagal ginjal. 

Transplantasi dilakukan melalui proses bedah dan memiliki beberapa faktor risiko. Risiko dalam jangka pendek meliputi infeksi, penggumpalan darah, penyempitan pembuluh darah ginjal, serangan jantung, sampai penolakan tubuh atas ginjal baru. 

Pada jangka panjang, transplantasi juga bisa menimbulkan risiko. Yaitu ketika sel imun tubuh pasien menyerang ginjal yang baru terpasang karena dianggap sebagai benda asing dalam tubuh. Komplikasi ini bisa muncul beberapa minggu setelah transplantasi, namun bisa juga muncul beberapa tahun setelahnya. Bukan hanya resiko terhadap tubuh, transplantasi ginjal juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk penyakit seperti gagal ginjal kronis, kamu juga perlu mempersiapkan beberapa komponen biaya pengobatan penyakit kritis.

Bagaimana asuransi penyakit kritis bisa membantu pasien gagal ginjal?

Perawatan dan penanganan penyakit ginjal bisa memakan biaya yang terbilang mahal. Dilansir dari cnnindonesia.com, biaya cuci darah ginjal di rumah sakit swasta biayanya sekitar Rp820 ribu sampai Rp1,2 juta per sesi. Padahal pasien gagal ginjal memerlukan hemodialisis setidaknya dilakukan 2 kali dalam seminggu. 

Pada pasien gagal ginjal akut, tindakan medis cuci darah bisa dihentikan kalau kondisi kesehatan pasien membaik atau kondisi ginjal sudah pulih. Akan tetapi, pada pasien gagal ginjal kronis, cuci darah harus dilakukan seumur hidupnya. Pasien bisa berhenti melakukan hemodialisis jika melakukan transplantasi ginjal. 

Sayangnya tindakan transplantasi ginjal ini juga memerlukan biaya besar. Tergantung dari rumah sakit tempat tindakan tersebut dilaksanakan, biaya transplantasi ginjal adalah sekitar 300 juta rupiah sampai 700 juta rupiah.   

Tindakan yang berbiaya besar dan perawatan jangka panjang membuat gagal ginjal terhitung sebagai penyakit mahal. Meski sebagian besar pengobatan ini secara finansial bisa ditanggung oleh asuransi BPJS, ada banyak pengeluaran tak terduga lain yang berpotensi mengganggu kondisi finansial kamu. 

Asuransi penyakit kritis menawarkan manfaat yang besar bagi pasien yang mengidap penyakit gagal ginjal. Asuransi ini bisa memberikan tanggungan finansial untuk biaya perawatan dan pengobatan gagal ginjal yang tadi sudah disebutkan. 

Selain itu, asuransi penyakit kritis dapat menanggung biaya lain yang dikeluarkan selama perawatan. Misalnya, ongkos bolak-balik ke rumah sakit untuk melakukan hemodialisis. Asuransi ini juga memberikan manfaat tunai yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti pemasukan yang hilang karena harus menjalani perawatan. Asuransi penyakit kritis bisa mengurangi beban finansial pasien dan keluarganya, sehingga pasien bisa lebih fokus pada pemulihan dan menjalani perawatan dengan hati tenang. 

Asuransi Penyakit Kritis dari Roojai Indonesia merupakan pelengkap asuransi kesehatan atau BPJS Kesehatan. Asuransi ini menjamin 3 kondisi penyakit ginjal kronis, yaitu gagal ginjal stadium akhir, transplantasi ginjal, dan dialisis ginjal atau cuci darah. 

Membeli Asuransi Penyakit Kritis di Roojai pun sangat mudah karena kamu bisa mengatur sendiri pertanggungan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Sudah bermitra dengan lebih dari 2.000 rumah sakit di Indonesia, kamu nggak perlu pusing mencari rumah sakit dan mendapatkan perawatan terbaik yang kamu perlukan.