Biaya Pengobatan Penyakit Kritis Nggak Sedikit, Cek Apa Saja Komponennya

Februari 09, 2023  |  Kategori: Gaya Hidup & Kesehatan

Image by rawpixel on Freepik

Alasan mengapa penyakit kritis merupakan salah satu jenis penyakit yang menjadi momok bagi masyarakat adalah karena beratnya dampak penyakit tersebut terhadap kesehatan seseorang juga biaya pengobatan penyakit kritis yang berpotensi mengganggu kondisi finansial keluarga. Bagaimana tidak, ketika vonis penyakit kritis didapatkan, ada berbagai perawatan yang memerlukan biaya yang nggak sedikit. 

Sebenarnya, apa saja komponen biaya pengobatan kritis yang perlu dikeluarkan untuk perawatan dan penanganan penyakit ini dan berapa perkiraan biayanya? Yuk, kita simak.

Apa saja yang termasuk penyakit kristis 

Di dalam dunia kesehatan, umumnya dikenal 3 jenis penyakit kritis, yaitu stroke, kanker, dan penyakit jantung.  

Penyakit kritis ini umumnya disebabkan oleh faktor keturunan dan gaya hidup. Penyakit jantung misalnya, umum terjadi pada mereka yang hiperkolesterol atau cenderung memiliki angka kolesterol tinggi, pengidap hipertensi dan mereka yang memiliki kebiasaan merokok dan gaya hidup kurang aktif.  

Begitu pula dengan penyakit kanker, khususnya penyakit kanker payudara yang cenderung diturunkan dari garis keturunan ibu. Faktor gaya hidup lain seperti merokok dan paparan terhadap senyawa kimia juga bisa meningkatkan risiko penyakit kanker.  

Sementara penyakit stroke disebabkan oleh aliran darah yang membawa oksigen, tidak mengalir ke sebagian otak atau terjadi penyumbatan, sehingga menyebabkan kematian sel atau jaringan.  

Secara garis besar, ketiga penyakit kritis tersebut selain menyebabkan kualitas hidup pengidap menurun juga bisa menyebabkan kematian. Perawatan yang berkelanjutan dan perubahan gaya hidup adalah langkah yang perlu diambil pengidap untuk mencegah penyakitnya bertambah buruk.  

Perawatan berkelanjutan juga berarti pengobatan jangka panjang dan dukungan fasilitas rawat yang memakan biaya. Belum lagi jika pasien memerlukan tindakan khusus untuk mengatasi penyakitnya.

Supaya terhindar dari penyakit jantung, coba jalani kebiasaan-kebiasaan berikut ini. Nggak ada salahnya untuk diikuti supaya risiko penyakit jantung bisa dikurangi.

Biaya pengobatan penyakit kritis

Ya, perawatan dan pengobatan penyakit kritis perlu dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini tentu menambah komponen biaya pengobatan penyakit kritis yang harus dikeluarkan oleh pasien. Dan biaya tersebut, nggak semuanya ditanggung oleh BPJS kesehatan.  

Komponen apa saja yang ada dalam biaya pengobatan penyakit kritis?  

Biaya pengobatan rutin 

Penyakit kritis umumnya memerlukan pengobatan yang rutin dan dalam jangka panjang. Hal ini biasanya diperlukan untuk menangani kondisi yang pengidap alami, yang nggak bisa diubah begitu saja.  

Pada pasien penyakit jantung misalnya, pasien umumnya perlu mengonsumsi obat-obatan jenis antikoagulan secara rutin. Lalu tergantung kondisinya, dokter juga biasanya meresepkan obat penurun tekanan darah, obat pengontrol kolesterol, obat jenis beta blockers yang fungsinya membuat otot jantung menjadi lebih rileks, obat diuretik, dan obat jenis nitrogliserin yang berfungsi mengurangi nyeri dada. Obat-obatan rutin untuk pasien penyakit jantung ini bisa menghabiskan biaya sekitar 200 ribu sampai jutaan rupiah per bulan. 

Begitu pula pada pasien stroke dan kanker, ada banyak jenis obat-obatan yang harus dikonsumsi rutin. Bahkan pada pasien kanker yang perlu menjalani kemoterapi, biaya yang dikeluarkan bisa lebih besar.  

Dilansir Detik.com, 6 siklus kemoterapi untuk pasien kanker payudara bisa menghabiskan 6 juta rupiah jika pasien menggunakan BPJS Kesehatan. Sementara untuk radioterapi biayanya berkisar 32 juta hingga 47 juta rupiah, tergantung dari teknik yang digunakan.  

Biaya tindakan medis atau operasi

Bukan nggak mungkin, operasi jadi salah satu opsi bagi pasien penyakit kritis sebagai upaya perbaikan kondisinya. Tindakan medis atau operasi ini bisa dibilang menjadi salah satu komponen biaya pengobatan kritis yang paling besar.  

Pada pasien penyakit jantung, operasi diperlukan untuk memperbaiki saluran atau pembuluh darah jantung yang tersumbat yaitu melalui pemasangan ring ataupun operasi by pass. Keduanya memerlukan biaya yang nggak sedikit. Dilansir dari Kumparan, biaya pemasangan ring berkisar 30-an juta sampai 60-an juta rupiah, tergantung dari kelas kamar perawatan yang digunakan. Sementara untuk operasi by pass yang tergolong operasi besar, berada di kisaran 63 juta sampai 130 juta rupiah, tergantung kelas kamar perawatan.  

Tindakan operasi juga diperlukan oleh pasien stroke yang mengalami perdarahan di otak. Biaya operasi perdarahan otak di setiap rumah sakit memang berbeda-beda, tetapi bisa dibilang tidak murah. Dilansir dari laman Depkes, biaya operasi perdarahan otak pada anggota BPJS Kesehatan adalah mulai dari Rp720.000 sampai ratusan juta rupiah. Angka ini tergantung dari jenis tindakan dan kamar perawatan yang diambil.  

Sementara pada pasien kanker, tindakan kerap diperlukan untuk mengambil jaringan kanker atau pada beberapa kasus juga diperlukan pencangkokan jaringan yaitu pada kasus kanker sumsum tulang belakang. Biaya operasi kanker juga berkisar dari jutaan rupiah sampai ratusan juta rupiah, tergantung dari stadium kanker dan tingkat kesulitan tindakan tersebut.  

Biaya pemeriksaan atau kontrol rutin

Pasien penyakit kritis perlu melakukan pemeriksaan secara rutin untuk memonitor perkembangan penyakit dan melihat dampak pengobatan penyakit kritis. Tergantung dari kondisinya, pemeriksaan rutin ini bisa dilakukan seminggu sekali, sebulan sekali, atau tiga bulan sekali.  

Pada pemeriksaan rutin biasanya ada komponen biaya pemeriksaan dokter spesialis, biaya administrasi rumah sakit, dan biaya pemeriksaan menggunakan alat yang terkadang diperlukan untuk mengetahui kondisi pasien secara lebih jelas. Pada pasien penyakit jantung misalnya, perlu dilakukan pemeriksaan EKG rutin dan pemeriksaan darah rutin.  

Biaya pemeriksaan dokter dan pemeriksaan menggunakan alat ini berkisar antara ratusan ribu sampai jutaan rupiah, tergantung dari jenis pemeriksaannya.  

Biaya lain-lain 

Selain biaya yang berkaitan langsung dengan pemeriksaan ataupun perawatan, ada juga komponen biaya lain-lain. Biaya ini bisa sangat beragam, termasuk biaya pengobatan penyakit kritis di bawah ini:  

  • transportasi untuk melakukan pemeriksaan ataupun tindakan, apalagi jika fasilitas kesehatan yang dituju berada di luar kota 
  • terapi fisik pada pasien pasca operasi bypass atau pasien stroke  
  • perawatan luka pasca operasi 
  • perawatan pendukung, misalnya pada pasien stroke yang memerlukan bantuan karena ketidakmampuan fisiknya 
  • peralatan medis pendukung, misalnya kursi roda pada pasien stroke yang tidak mampu berjalan 

Komponen biaya pengobatan penyakit kritis ini biasanya nggak ditanggung oleh BPJS Kesehatan ataupun asuransi kesehatan umum.

Sedang mempertimbangkan asuransi penyakit kritis tapi khawatir akan proses klaim yang ribet? Proses klaim asuransi nggak sesulit yang kamu bayangkan, kok. Apalagi di zaman teknologi yang serba online saat ini, klaim asuransi penyakit kritis bisa dilakukan dengan mudah.

ilustrasi mengisi formular klaim asuransi
Image by Freepik

Pentingnya asuransi penyakit kritis

Untuk biaya-biaya yang nggak ditanggung oleh asuransi kesehatan umum maupun BPJS kesehatan inilah maka asuransi penyakit kritis menjadi penting.

Dengan Asuransi Penyakit Kritis, pasien akan menerima santunan tunai yang tidak didasarkan pada biaya pengobatan penyakit kritis yang timbul, sebagai pengganti biaya lain yang mungkin timbul ketika kamu mengalami penyakit kritis.

Asuransi Penyakit Kritis dari Roojai Indonesia merupakan pelengkap asuransi kesehatan atau BPJS Kesehatan kamu. Asuransi penyakit kritis ini bisa membantu kamu dari beban keuangan yang timbul akibat mahalnya biaya pengobatan penyakit kritis.  

Asuransi penyakit kritis bisa membantu kamu merasa lebih nyaman dan bebas khawatir akan besarnya biaya pengobatan penyakit kritis, sehingga kamu bisa lebih fokus pada pengobatan yang harus dijalani.