Mengenali Jenis-jenis Tumor Ganas, Bagaimana Membedakannya dengan Tumor Jinak?

November 29, 2022  |  Kategori: Gaya Hidup & Kesehatan

Mengenali Jenis-jenis Tumor Ganas, Bagaimana Membedakannya dengan Tumor Jinak?

Tumor adalah salah satu kondisi atau gangguan kesehatan yang cukup ditakuti dan oleh sebab itu cukup dikenal masyarakat. Kebanyakan orang pun mungkin sudah cukup paham adanya dua jenis tumor yaitu tumor ganas dan tumor jinak. Meski istilah ini sudah sangat awam, nggak banyak yang tahu seperti apa perbedaan jenis tumor ganas dan jinak.  

Tumor itu sendiri adalah jaringan yang tumbuh abnormal pada bagian tubuh yang nggak punya fungsi spesifik. Tumor bisa tumbuh membesar kalau sel-sel dalam jaringan tersebut tumbuh dan membelah diri dengan cepat. Tumor bisa berlokasi di mana saja, di seluruh bagian tubuh. Kecepatan tumbuh dan sifat kanker berbeda-beda tergantung di apakah tumor tersebut tergolong jinak atau ganas.

Tumor jinak  

Secara singkatnya, tumor jinak nggak bersifat kanker, sementara tumor ganas memiliki sifat kanker. Kanker jinak bisa muncul atau tumbuh dalam bentuk lipoma (benjolan yang muncul di antara otot dan lapisan kulit), kista (sering juga disebut miom), atau adenoma (tumor yang muncul di bagian luar organ).  

Dokter mungkin perlu melakukan tindakan operasi untuk mengangkat tumor jinak. Walaupun tumor jenis ini nggak bersifat kanker, beberapa jenis tumor bisa tumbuh sangat besar (bahkan sampai beberapa kilogram) kalau nggak segera ditangani.  

Tumor yang berukuran besar bisa menjadi berbahaya kalau keberadaannya menekan struktur tubuh yang vital seperti jalan udara (trakea) atau bagian dalam otak. 

Tumor ganas 

Nah, tumor ganas atau malignant tumor itu sendiri sebenarnya adalah tumor yang bersifat kanker. Tumor ganas bisa muncul di jaringan lunak yang menghubungkan seluruh struktur tubuh, seperti otot dan tendon, pembuluh darah, dan pembuluh getah bening.  

Sebab itu, tumor ganas ini memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk menyebar ke bagian tubuh lain. Saat menyebar inilah, sel kanker bisa menempel ke organ lain dan menyebabkan gangguan di organ tersebut. 

Misalnya kanker pada payudara yang gagal dideteksi dini, bisa menyebar ke kelenjar getah bening di area ketiak. Begitu sudah menyebar ke kelenjar getah bening, sel kanker bisa bermetastasis atau menyebar ke hati, tulang, atau bagian tubuh lainnya.  

Sel kanker payudara yang menyebar itu bisa membentuk tumor di organ tersebut. Misalnya, ketika dilakukan biopsi pada tumor di paru-paru, bisa ditemukan karakteristik sel yang sama seperti tumor di payudara.

Salah satu gejala kanker paru-paru adalah batuk. Supaya nggak salah deteksi, kamu perlu Kenali Beda Batuk Biasa dengan Gejala Kanker Paru-paru.

Jenis tumor ganas 

Dilansir dari situs Aido Health, tergantung dari sifat sel dan lokasinya, jenis tumor ganas bisa berasal dari berbagai jenis sel, yaitu: 

  • Karsinoma: adalah jenis kanker yang terbentuk dari sel epitel yang berada di kulit dan jaringan yang melapisi organ tubuh. Karsinoma bisa muncul di lambung, pankreas, paru-paru, prostat, hati, usus besar atau payudara. Jenis tumor ganas ini adalah yang paling umum ditemukan.  
  • Sarkoma adalah jenis kanker ganas yang dimulai dari jaringan ikat, misalnya tulang rawan, tulang lemak, dan saraf. Sel kanker ini berasal dari sel-sel di luar sumsum tulang yang kebanyakan bersifat ganas.  
  • Tumor sel germinal adalah jenis kanker yang berkembang di sel yang memproduksi sperma dan sel telur. Tumor ini bisa terjadi di ovarium atau testis, tapi juga kerap muncul di otak, perut maupun dada.  
  • Blastoma adalah jenis kanker yang terbentuk dari embrio atau sel yang sedang berkembang. Jenis tumor ganas ini biasanya terjadi pada anak-anak dan bisa menyebabkan tumor pada otak, mata maupun sistem saraf.
tumor ganas atau jinak
Photo by National Cancer Institute on Unsplash

Bagaimana membedakan tumor jinak dan ganas? 

Untuk melakukan pemeriksaan dalam menentukan apakah suatu tumor bersifat jinak atau ganas, tenaga kesehatan akan mengambil sampel dari sel kanker tersebut melalui prosedur biopsi. Setelah itu, seorang patologis atau dokter yang memiliki keahlian dalam pemeriksaan jaringan akan melakukan tes pada sel. Salah satunya memeriksa jaringan di bawah mikroskop. 

Kebanyakan jenis tumor ganas tumbuh secara cepat, sementara tumor jinak tidak. Akan tetapi, hasil pemeriksaan sampel jaringan menemukan adanya sel kanker yang tumbuh secara lambat dan sel tumor jinak yang tumbuh cepat. Jadi, ketentuan ganas atau tidaknya suatu sel tumor nggak semata-mata ditentukan dari kecepatannya tumbuh. 

Dilansir dari situs Verywellhealth, berikut ini beberapa perbedaan antara dua jenis tumor: 

Ciri tumor jinak Ciri tumor jinak 
Menyebabkan tekanan ke jaringan di sekitarnya tapi tanpa invasi sel  Menyerang jaringan terdekat dan jaringan tubuh lain 
Tidak menyebar ke bagian tubuh lainTumbuhnya cepat
Biasanya punya batasan yang jelasBisa menyebar ke bagian tubuh lain
Kalau nggak mengancam kesehatan, biasanya nggak perlu penanganan khusus Bisa terulang setelah operasi pengangkatan
Bisa diatasi dengan operasi Ditangani dengan operasi, radiasi, kemoterapi, atau obat-obatan yang bersifat meningkatkan imunitas 

Ciri-ciri sel kanker ganas ini juga bisa ditemui pada kanker paru-paru. Kanker paru-paru adalah salah satu kanker yang paling umum dan jadi salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi pada pria maupun perempuan di seluruh dunia.  Tahukah kamu, Kanker Paru-paru Kini Semakin Banyak Dialami di Usia Produktif.  

Penyebab tumor ganas 

Tumor ganas bisa disebabkan oleh beberapa hal, walaupun penyebab pasti dari setiap kasus sulit untuk ditentukan. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan munculnya tumor ganas adalah:  

  • Pertambahan usia. Risiko tumor ganas akan meningkat seiring bertambahnya usia.  
  • Paparan bahan kimia dan zat beracun. Beberapa bahan kimia seperti asbes, benzena, nikotin pada rokok misalnya, diketahui bisa meningkatkan risiko kanker. Selain zat kimia, sinar radiasi seperti sinar UV dari paparan matahari juga sinar radiasi radiologi bisa meningkatkan risiko kanker.  
  • Riwayat keluarga. Kemunculan beberapa tipe kanker, seperti kanker payudara dan kanker kolorektal (usus besar-anus), dipengaruhi oleh faktor genetik. Artinya kalau kamu punya kerabat yang mengalami kanker tersebut, maka kamu lebih berisiko mengidap kanker yang sama. 
  • Pola makan. Beberapa jenis makanan seperti daging berwarna merah dan makanan yang banyak mengandung zat kimia, bisa meningkatkan risiko kanker. Selain itu, pola makan yang kurang sehat seperti kurang serat dan terlalu banyak konsumsi garam juga bisa meningkatkan risiko kanker.  
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh. Pengidap gangguan sistem imun lebih berisiko terkena penyakit kanker. 

Untuk mencegah timbulnya tumor ganas, kamu bisa menerapkan pola hidup sehat dengan konsumsi makanan yang tinggi serat, mengandung antioksidan tinggi, konsumsi superfood dan berolahraga secara teratur, serta menghindari stres. 

Selain itu, deteksi dini adalah kunci. Sehingga  kalau kamu mencurigai keberadaan tumor ganas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ya. Penanganan dini adalah kunci dalam pengobatan kanker atau tumor ganas.

Selain melakukan deteksi, persiapan dari segi finansial juga perlu dilakukan. Memiliki asuransi penyakit kritis bisa jadi solusi yang cerdas. Asuransi ini melindungi kamu dari risiko finansial yang bisa dialami ketika kamu mengidap penyakit kritis, seperti kanker, penyakit jantung, stroke, atau gagal ginjal.  

 Asuransi Penyakit Kritis Roojai menjadi pelengkap asuransi kesehatan lain seperti BPJS. Kalau terdiagnosa dengan penyakit kritis, kamu bisa mengajukan klaim walaupun biaya perawatan sudah ditanggung asuransi lain.