Gejala Patah Tulang yang Perlu Kamu Tahu

Gaya Hidup & Kesehatan |

gejala patah tulang

Tulang adalah salah satu organ tubuh manusia yang punya peran penting dalam aktivitas kita sehari-hari. Semua gerak-gerik kita dibantu oleh tulang di dalam tubuh kita. Apa jadinya kalau tulang kita mengalami patah?  

Faktanya, patah tulang adalah salah satu cedera serius yang kerap terjadi akibat kecelakaan. Kalau ini terjadi, diperlukan penanganan medis serius di fasilitas pelayanan kesehatan oleh dokter atau tenaga medis profesional.  

Sesungguhnya, gimana sih gejala patah tulang itu? Terus, apakah patah tulang bisa disembuhkan? Yuk, cari tahu lebih jauh.

Apa itu patah tulang? 

Patah tulang atau juga disebut fraktur, adalah kondisi ketika tulang kamu patah, retak, atau pecah. Patah tulang biasanya terjadi karena adanya benturan atau tekanan yang keras.  

Meski begitu, patah tulang juga bisa terjadi karena masalah kesehatan yang menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh. Beberapa kondisi medis tersebut adalah osteoporosis dan beberapa jenis kanker. Kondisi ini biasanya disebut sebagai patah tulang patologis. 

Ada dua tipe patah tulang yang biasa terjadi, yaitu patah tulang tertutup dan patah tulang terbuka. Patah tulang tertutup adalah ketika patah tulang yang dialami nggak menyebabkan kerusakan atau robeknya jaringan hingga ke kulit.  

Sebaliknya, tipe terbuka adalah ketika patah tulang menyebabkan kerusakan di jaringan di sekitarnya hingga menembus kulit. Patah tulang terbuka disebutkan lebih berisiko, karena bisa menyebabkan infeksi pada jaringan yang luka.

Yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan tulang adalah dengan berolahraga. Bersepeda contohnya, ternyata punya banyak manfaat untuk kesehatan loh. Yuk, simak Manfaat Bersepeda yang Ternyata Kamu Belum Tahu.

Gejala patah tulang 

Bagaimana kamu tahu kalau ada tulang patah di dalam tubuhmu? Yang paling umum dirasakan adalah adanya rasa nyeri pada tulang yang patah tersebut. Tapi, bukan nggak mungkin karena toleransi rasa nyeri kamu cukup tinggi, patah tulang itu terjadi tanpa kamu sadari.  

Secara umum, gejala patah tulang adalah sebagai berikut:  

  • rasa nyeri yang amat parah, terutama ketika bagian yang patah itu disentuh 
  • bengkak 
  • lebam 
  • warna kulit di sekitar area patah tulang berubah 
  • deformitas atau bentuk tubuh yang nggak sesuai karena bergeser atau berubahnya bentuk tulang  
  • kesulitan menggerakkan anggota tubuh 

Untuk kasus patah tulang terbuka, gejala ini mudah dikenali karena dapat dilihat dengan mudah. Apalagi kalau ada tulang yang sampai keluar dari kulit. Pada kasus patah tulang yang sangat parah, gejala yang di atas bisa diikuti dengan:  

  • kepala pusing 
  • pusing, pandangan berputar, atau hampir pingsan 
  • mual 

Kenapa patah tulang bisa terjadi? 

Tubuh kita sanggup berdiri tegak dan bergerak karena tulang di dalam tubuh kita. Mengingat fungsinya yang sangat penting ini, tulang pun diciptakan untuk sanggup menahan berbagai benturan yang kuat sekalipun. Akan tetapi, dengan tekanan atau kekuatan yang luar biasa, tulang juga bisa mengalami retak atau patah.  

Kekuatan atau tekanan yang menyebabkan patah tulang biasanya terjadi secara mendadak atau sangat kuat. Keparahan patah tulang juga ditentukan dari besarnya tekanan yang dihadapi tulang dan kekuatan tulang kita.  

Beberapa hal yang menyebabkan patah tulang di antaranya adalah trauma atau benturan kencang, penggunaan anggota tubuh secara berlebihan dan kondisi medis tertentu. 

Patah tulang karena trauma bisa terjadi baik disengaja ataupun nggak. Misalnya dampak kecelakaan seperti kecelakaan kendaraan atau jatuh dari ketinggian, tertimpa benda berat, atau akibat pukulan langsung pada tubuh.  

Penggunaan anggota tubuh secara berlebihan juga bisa menyebabkan tekanan atau beban pada tulang yang akhirnya membuat stress fracture. Umumnya hal ini terjadi pada atlet. Contohnya patah tulang kaki pada pemain bola profesional.  

Seperti sempat disebutkan di awal artikel, kondisi medis seseorang juga bisa meningkatkan risiko patah tulang. Tulang menjadi lebih rapuh karena berkurang kepadatannya seiring bertambahnya usia. Kondisi ini disebut osteoporosis.

Prinsip kehati-hatian wajib diterapkan ketika kamu beraktivitas di jalan raya, termasuk saat bersepeda juga. Jadi siapkan dirimu dengan perlengkapan yang bikin bersepeda aman dan nyaman, yuk.

Diagnosa patah tulang 

Sejumlah pemeriksaan perlu dilakukan untuk menentukan apakah benar kamu mengalami patah tulang. Pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan memberikan beberapa pertanyaan tentang gejala. Bila dicurigai ada patah tulang, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan atau penunjang untuk melihat kondisi tulang. Caranya adalah dengan pemeriksaan mesin, misalnya X-ray atau rontgen tulang atau CT scan.  

Rontgen adalah metode diagnosis yang paling umum digunakan untuk memastikan ada tidaknya patah tulang. Pemeriksaan lanjutan seperti pemindaian tulang atau CT scan biasanya direkomendasikan jika dokter perlu gambaran kerusakan yang lebih lengkap.  

Mengatasi patah tulang 

Tulang adalah salah satu organ yang paling menakjubkan. Patah tulang bisa disembuhkan secara alamiah. Biasanya perawatan difokuskan untuk memastikan tulang yang cedera atau patah berada dalam kondisi yang ideal untuk dapat menyembuhkan dirinya sendiri.  

Supaya proses penyembuhan naturalnya berjalan, dokter akan berusaha mengembalikan tulang yang patah ke posisi semula dan kemudian menstabilkan posisinya. Pada kasus patah tulang ringan, hal ini dapat dilakukan dengan mudah. Namun pada patah tulang berat, bukan nggak mungkin diperlukan operasi untuk melakukannya.  

Potongan tulang yang patah tersebut perlu dikondisikan agar tidak bergerak sampai tersambung dengan baik. Jika prosesnya benar, tulang-tulang baru akan tumbuh di bagian tulang yang patah dan menyambung kembali.

penyembuhan patah tulang

Berapa lama proses penyembuhan tulang patah? 

Patah tulang memerlukan waktu beberapa minggu sampai bulan untuk sembuh, tergantung tingkat keparahan, jenis patah tulang, tulang bagian mana yang patah, struktur di sekitar tulang yang rusak, gejala yang dialami dan bagaimana tindakan atau tatalaksana yang dilakukan pada patah tulang tersebut .  

Umumnya penyembuhan patah tulang memang berlangsung relatif lama. Proses ini dimulai dari tahap peradangan pada daerah sekitar tulang yang biasanya berlangsung sekitar 2-3 minggu. Proses ini kemudian diikuti dengan pembentukan kalus halus atau jaringan tulang baru, yaitu sekitar 4-8 minggu. Kalus halus tersebut akan berubah menjadi keras dalam waktu 8-12 minggu.  

Saat kalus sudah menjadi keras sempurna, kekuatan tulang sudah mulai kembali normal walaupun tidak sepenuhnya. Meski sudah dapat digunakan untuk beraktivitas seperti biasa, kehati-hatian tetap diperlukan. Untuk memastikan kapan kamu bisa beraktivitas kembali dan seberapa berat aktivitas yang bisa dilakukan, sebaiknya lakukan monitoring perkembangan penyembuhan patah tulang tersebut secara berkala, dengan dokter ortopedi yang merawat kamu.  

Selain itu, pastikan kamu menghindari hal-hal yang bisa menghambat penyembuhan tulang, yaitu:  

  • kebiasaan merokok 
  • konsumsi alkohol berlebihan 
  • penggunaan obat-obatan non steroid  

Nah, sekarang kamu sudah tahu gejala patah tulang dan proses penyembuhannya. Patah tulang adalah salah satu cedera yang kerap terjadi akibat kecelakaan. Tergantung dari tingkat keparahannya, patah tulang memerlukan waktu yang lama untuk sembuh. Tentunya perawatan ini memerlukan biaya medis yang nggak sedikit.

Asuransi kecelakaan diri dari Roojai bisa membantu kamu mempersiapkan biaya medis yang mungkin perlu dikeluarkan saat kamu mengalami kecelakaan (semoga nggak, ya!). Selain itu, santunan tunai dari asuransi kecelakaan diri juga bisa digunakan untuk mengganti pemasukan yang hilang akibat kecelakaan. 

Saatnya beraktivitas dengan tenang tanpa bayang-bayang ketakutan akibat kecelakaan, dengan perlindungan Asuransi Kecelakaan Diri dari Roojai.