10 Fakta Menarik Tentang Kopi dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Februari 13, 2024  |  Kategori: Gaya Hidup & Kesehatan

10 Fakta Menarik Tentang Kopi dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Ternyata banyak hasil penelitian yang menunjukkan kebaikan kopi untuk kesehatan. Minum kopi setiap hari punya khasiat lebih dari sekadar energy booster. Kopi juga dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2, mendukung proses mencapai berat badan ideal, mengurangi dampak depresi, mengandung antioksidan, bahkan baik untuk kesehatan otak. 

Tanaman kopi konon berasal dari Ethiopia. Semenjak abad ke-15, kopi mulai dikonsumsi di Yaman, lalu menyebar ke Persia (Iran) dan Turki. Sejak dulu, kedai kopi menjadi lokasi strategis untuk bersantai sekaligus bersosialisasi. Di Indonesia sendiri, kopi mulai dibawa masuk oleh Belanda pada abad ke-17. VOC atau kompeni awalnya berusaha mengalahkan monopoli kawasan Arab dalam menghasilkan kopi. 

Hari ini, sekitar 79 persen orang Indonesia mengkonsumsi kopi setiap harinya. Sekitar 34 persen dari mereka minum kopi setiap pagi dengan frekuensi hanya satu kali sehari. Tetapi ketika merasa mengantuk di siang atau sore hari, orang Indonesia bergantung pada kopi agar tetap melek dan fokus bekerja, baik dengan membeli kopi di convenience store atau kedai kopi yang belakangan semakin menjamur.

Artikel ini akan membahas apa saja fakta menarik dan manfaat kopi untuk kesehatan. Yuk, lanjut baca untuk menambah pengetahuan kamu.

Kopi mengandung antioksidan

Antioksidan bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Zat ini juga mencegah kerusakan sel yang diakibatkan oleh radikal bebas atau molekul berbahaya yang menjadi sumber penyakit. Paparan asap rokok, buangan knalpot kendaraan, bahkan sinar matahari termasuk radikal bebas yang bisa merusak susunan DNA dalam sel dan jaringan tubuh manusia. Radikal bebas meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti kanker.

Fakta menarik pertama tentang kebaikan kopi untuk kesehatan adalah biji kopi kaya akan antioksidan. Dengan minum kopi setiap hari, berarti kamu memperoleh zat antioksidan yang dapat melawan bahaya radikal bebas. Dalam secangkir kopi, terdapat sekitar 200 sampai 550 miligram kandungan antioksidan. 

Setidaknya ada dua kategori antioksidan dalam kopi, yaitu asam hidrosinamat, mikronutrien yang dapat menetralisir radikal bebas sehingga mencegah stres oksidatif; dan polifenol, senyawa yang juga dapat menetralkan radikal bebas dan terbukti membantu mencegah penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker.

Sebuah penelitian pada tahun 2019 menemukan bahwa biji kopi light dan medium roast mengandung lebih banyak polifenol dibandingkan biji kopi dark roast. Selain itu, biji kopi organik memiliki lebih banyak senyawa antioksidan dibandingkan biji kopi konvensional.

Kopi menambah energi untuk beraktivitas

Kopi mengandung kafein, stimulan sistem saraf pusat yang dikenal mampu melawan kelelahan dan meningkatkan kadar energi dalam tubuh. Kafein memblok reseptor neurotransmiter yang menyala dalam proses seperti tidur, kognisi, memori, dan pembelajaran, yakni ketika aktivitas otak melambat sehingga menimbulkan rasa kantuk. 

Kafein diserap melalui saluran pencernaan ke dalam sistem peredaran darah, lalu menyebar ke seluruh tubuh dan otak. Rata-rata efek peningkatan energi akan mulai terasa 15 menit sampai dua jam setelah kopi diminum. Efeknya sendiri bertahan dari dua jam hingga 12 jam setelahnya, tergantung metabolisme masing-masing orang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dalam jumlah sedang, kafein meningkatkan kinerja tubuh, termasuk meningkatkan sirkulasi darah, kekuatan otot, daya tahan, tenaga, dan mengurangi rasa sakit fisik. Pada sebuah penelitian, ditemukan bahwa konsumsi kafein meningkatkan durasi latihan bersepeda sebesar 12 persen dan secara signifikan menunda kelelahan.

Kopi mendukung kesehatan jantung

mendukung kesehatan jantung | roojai.co.id

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara teratur dan dalam jumlah sedang dapat menurunkan risiko terkena hipertensi dan gagal jantung. Minum kopi dalam jumlah sedang juga menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Namun, jika minum kopi terlalu berlebihan, risiko penyakit jantung koroner akan meningkat. Jadi, kata kuncinya adalah moderasi. 

Pada penelitian lain diamati bahwa konsumsi dua sampai tiga cangkir kopi sehari secara konsisten, apa pun jenis kopinya, dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, penyakit jantung koroner, dan gagal jantung.

Kopi berkafein juga dikaitkan dengan penurunan risiko aritmia, kondisi ketika jantung berdetak terlalu lambat, terlalu cepat, atau tidak teratur. Salah satu jenis aritmia adalah fibrilasi atrium. Konsumsi kopi bubuk dan kopi instan yang mengandung kafein sebanyak dua sampai tiga cangkir kopi setiap hari berhubungan dengan rendahnya risiko aritmia.

Kopi mengurangi risiko diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling umum, yaitu kondisi ketika kadar glukosa darah sangat tinggi. Penyakit ini juga dikenal dapat menyebabkan beberapa komplikasi, salah satunya kerusakan saraf, terutama di bagian tangan dan kaki. Minum kopi secara teratur telah dikaitkan dengan penurunan risiko terkena diabetes tipe 2 dalam jangka panjang.

Pada sebuah penelitian, konsumsi kopi terbukti dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Bahkan risiko terkena penyakit ini menurun sebesar 6 persen untuk setiap peningkatan jumlah kopi yang diminum per hari. Kandungan kopi dianggap mempunyai kemampuan dalam menjaga fungsi sel beta di pankreas yang bertanggung jawab dalam memproduksi insulin, sedangkan insulin bertugas dalam mengatur kadar gula. 

Antioksidan yang kaya di dalam kopi dapat mempengaruhi sensitivitas insulin. Selain itu, efek anti-inflamasi yang dibawa oleh kopi dapat berguna dalam mencegah peradangan dan meningkatkan pembakaran kalori. Kopi juga berdampak terhadap keragaman mikroba di dalam usus yang berperan dalam melindungi kesehatan. 

Kopi mendukung kesehatan otak 

Kebaikan kopi untuk kesehatan selanjutnya terkait dengan kesehatan otak. Kafein di dalam kopi dapat memberikan efek positif pada otak, antara lain membantu konsentrasi dan meningkatkan kewaspadaan. Rutinitas minum kopi juga dikaitkan dengan mencegah penurunan fungsi otak, bahkan mencegah risiko gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer dan penyakit Parkinson. 

Demensia adalah istilah umum untuk kondisi penurunan fungsi otak. Penyakit ini tidak bisa langsung dikenali sampai penderitanya mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sedangkan Alzheimer merupakan suatu kondisi dengan gejala demensia yang semakin memburuk. Sementara itu, penyakit Parkinson juga menyerang fungsi otak dan sistem saraf. Penderitanya kesulitan mengontrol gerakan dan keseimbangan. 

Berdasarkan tinjauan atas 13 penelitian, konsumsi kopi berkafein menurunkan risiko penyakit Parkinson. Bahkan penderita Parkinson dapat memperlambat perkembangan penyakitnya dengan minum kopi. Sedangkan pada penelitian lain terhadap lebih dari 29 ribu orang, konsumsi kopi menunjukkan rendahnya risiko penyakit Alzheimer. Beberapa penelitian lainnya juga telah menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang dikaitkan dengan penurunan risiko demensia ataupun penurunan kognitif, bahkan setelah kasus stroke.

Kopi menjaga berat badan ideal

Kafein meningkatkan kadar hormon epinefrin dalam darah. Hormon ini dikenal juga sebagai adrenalin yang dapat merangsang sistem saraf untuk mengirimkan sinyal langsung ke sel-sel lemak agar tubuh memecah lemak dan melepaskannya ke dalam darah.

Pelepasan asam lemak ke dalam darah memang tidak serta-merta membantu menjaga berat badan ideal. Kamu tetap harus membakar lebih banyak kalori dengan aktivitas dan olahraga serta menjaga pola makan. Meski begitu, kopi dapat membantu proses meraih berat badan ideal karena kandungan zat di dalam kopi meningkatkan metabolisme tubuh.

Pada sebuah tinjauan terhadap 12 penelitian, disimpulkan bahwa konsumsi kopi dikaitkan dengan penurunan lemak tubuh, terutama pada pria. Pada penelitian lain, orang yang minum satu hingga dua cangkir kopi sehari memiliki tubuh yang lebih aktif, sekitar 17 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang minum kurang dari satu cangkir per hari. Tingkat aktivitas fisik yang tinggi dapat membantu mencapai berat badan ideal. Penting bagi kamu untuk menjaga berat badan agar tetap ideal. Karena berat badan berlebih merupakan salah satu penyebab penyakit stroke.

Kopi menurunkan risiko depresi

Kebaikan kopi tidak hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga bisa menjaga kesehatan mental. Berbagai penelitian telah menyimpulkan bahwa minum kopi berhubungan dengan penurunan depresi. Penyakit mental ini tergolong serius dan mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. 

Dibandingkan teh dan minuman berkafein lainnya, kopi memiliki pengaruh yang besar terhadap pencegahan depresi. Berdasarkan sebuah penelitian, risiko depresi yang rendah ditemukan pada orang yang minum setidaknya empat cangkir kopi per hari. Efek paling signifikan terlihat pada orang yang mengkonsumsi kafein sebanyak 68 sampai 509 miligram setiap harinya. 

Tinjauan atas tujuh penelitian juga menyimpulkan bahwa setiap cangkir kopi yang diminum dikaitkan dengan risiko depresi 8 persen lebih rendah. Bahkan, sebuah penelitian terhadap lebih dari 200 ribu orang menampakkan kesimpulan bahwa minum kopi berkorelasi dengan penurunan risiko kematian akibat bunuh diri.

Kopi mengurangi risiko penyakit liver

Liver merupakan organ internal yang terbesar di dalam tubuh. Fungsinya sangat penting dan banyak, antara lain mengolah makanan yang dicerna dari usus, memerangi infeksi pada tubuh, memproduksi dan mengatur berbagai hormon, serta membuat enzim dan protein yang bertanggung jawab atas sebagian besar reaksi kimia dalam tubuh. 

Karena itu, kesehatan liver sangat penting untuk dijaga. Dengan minum kopi secara teratur dalam jumlah sedang, kamu dapat menjaga kesehatan liver. Kopi juga menurunkan risiko gangguan kondisi liver lainnya, termasuk sirosis, yaitu kondisi ketika organ hati dipenuhi jaringan parut dan tidak bisa berfungsi dengan normal. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum lebih dari dua cangkir kopi per hari berkorelasi dengan rendahnya jumlah jaringan parut pada orang dengan penyakit liver. Minum kopi dapat memperlambat perkembangan penyakit liver pada beberapa pasien.  Penelitian lain menyimpulkan bahwa semakin banyak konsumsi kopi, semakin rendah risiko kematian akibat penyakit liver kronis.

Kopi mengurangi risiko kanker 

Kebaikan kopi juga punya efek dalam melindungi tubuh dari kanker tertentu, antara lain kanker payudara, kolorektal, endometrium, prostat, serta kanker mulut dan tenggorokan. Kandungan kafein dalam kopi dapat mengganggu perkembangan sel-sel kanker. 

Namun, kopi mengandung akrilamida, bahan kimia yang digunakan dalam proses industri tertentu sejak tahun 50-an. Bahan ini juga ditemukan pada kentang goreng, roti panggang, keripik, biskuit, kue kering, sereal, dan produk tembakau. Dulu, akrilamida dianggap karsinogenik, tetapi berdasarkan dua penelitian besar pada tahun 2011 dan 2014, disimpulkan bahwa tidak ada kaitan antara akrilamida dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker. Selain zat akrilamida, ada beberapa mitos populer soal penyebab kanker seperti penggunaan deodorant dan lain sebagainya.

Pada sebuah penelitian terhadap 1.567 orang, ditemukan bahwa minum kopi berkafein, setidaknya satu cangkir kopi per hari, dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat kanker. Antioksidan dan unsur anti-inflamasi di dalam biji kopi dapat secara efektif menanggulangi efek radikal bebas yang dapat membawa banyak penyakit, termasuk kanker, yang sebagian disebabkan oleh stres oksidatif. 

Kopi memperpanjang umur

Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kopi dapat membantu dalam memperpanjang umur karena banyaknya kebaikan kopi untuk kesehatan. Orang yang minum kopi setiap hari berarti menurunkan risiko kematian dini, tidak masalah apakah kopi tersebut berkafein atau tanpa kafein, diseduh atau instan. 

Dalam sebuah penelitian disimpulkan bahwa semakin banyak orang minum kopi, semakin rendah risiko kematiannya, sekitar 14 persen lebih rendah dibandingkan yang bukan peminum kopi. Sebuah tinjauan terhadap 40 penelitian menyimpulkan bahwa minum dua hingga empat cangkir kopi per hari dikaitkan dengan kematian yang lebih rendah, terlepas dari faktor-faktor lain, seperti usia, berat badan, dan konsumsi alkohol.

Kafein memang unsur yang paling dikenal dalam kopi, tetapi minuman tersebut juga mengandung lebih dari 100 komponen biologis aktif lainnya. Senyawa-senyawa non-kafein itulah yang memiliki efek positif bagi peminum kopi, termasuk dalam aspek memperpanjang umur.

Demikianlah 10 fakta menarik tentang kebaikan kopi untuk kesehatan kamu. Ternyata banyak sekali manfaat kopi dalam menurunkan risiko penyakit, mulai dari penyakit jantung, liver, neurodegeneratif, sampai kanker. Kopi juga rupanya dapat memperpanjang umur.

Nah, selain menikmati kopi untuk kesehatan, kamu juga perlu memiliki Asuransi Penyakit Kritis sebagai proteksi kesehatan diri dan keluarga. Asuransi penyakit kritis dari Roojai dirancang khusus dengan meminimalisir pengecualian dalam polis. Kamu bisa pilih sendiri nilai pertanggungan sesuai kebutuhan dan budget kamu. Selain itu, kamu juga bisa memilih satu atau seluruh proteksi dari penyakit-penyakit berikut, yaitu proteksi untuk Penyakit Jantung, Penyakit Saraf, Penyakit akibat gigitan nyamuk, dan Penyakit Gagal Ginjal. Lakukan simulasi biaya asuransi kamu sekarang!