Penyakit yang Ditanggung Asuransi Penyakit Kritis

Seiring bertambahnya usia, kondisi tubuh kita juga mengalami penurunan. Beberapa jenis penyakit seperti mudah hadir ketika usia sudah lewat setengah baya, termasuk beberapa penyakit kritis seperti penyakit jantung, kanker, ginjal, dan penyakit saraf. Asuransi penyakit kritis memberikan perlindungan finansial penyakit kritis. Secara garis besar, ada beberapa kategori penyakit yang ditanggung asuransi penyakit kritis. Apa saja daftarnya?

Definisi Penyakit Kritis

Sebelumnya, mari kita membahas tentang definisi penyakit kritis itu sendiri. Kata “kritis” di sini bukan mengacu pada kondisi pasien, melainkan bagaimana penyakit tersebut bisa menyebabkan tingkat keparahan yang mengancam jiwa.  

Istilah penyakit kritis atau critical illness memang dipopulerkan oleh perusahaan asuransi. Dan yang dimaksud dengan penyakit kritis di sini adalah kondisi atau suatu penyakit yang sangat mungkin menyebabkan kondisi kritis pada pasien maupun kematian. Selain itu, biasanya penyakit kritis ini memerlukan penanganan dengan obat-obatan dan peralatan yang rumit yang memakan lebih banyak biaya.  

Beberapa jenis penyakit kritis bahkan dianggap sebagai pembunuh utama di Indonesia, misalnya saja penyakit jantung dan kanker.  

Jika istilah penyakit kritis dipopulerkan oleh perusahaan asuransi, maka Kementerian Kesehatan Indonesia menggunakan istilah “Penyakit Tidak Menular” untuk menggolongkan penyakit yang serupa. Menurut situs Promkes Kemenkes, Penyakit Tidak Menular adalah penyakit yang tidak mengalami proses pemindahan dari orang lain, namun menjadi penyebab kematian paling banyak bagi masyarakat.  

Selain itu, Penyakit Tidak Menular adalah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah (preventable disease) dengan mengenali faktor risiko dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.  

Tantangan Penyakit Kritis di Indonesia

Penyakit Tidak Menular atau penyakit kritis menjadi tantangan tersendiri di Indonesia. Pasalnya, angka pengidap penyakit ini meningkat terus sejak tahun 2010. Yang jadi pemicu adalah gaya hidup masyarakat yang mulai berubah, terutama dari pola makan yang lebih tinggi kalori, rendah serat, tinggi garam, tinggi lemak dan tinggi gula. Begitu juga dengan pola gerak yang semakin rendah dikarenakan gaya hidup sedentary. Masih ditambah lagi dengan tingkat stres tinggi dan kurangnya istirahat.  

Kombinasi gaya hidup dan faktor risiko lain seperti faktor genetik, memicu timbulnya penyakit hipertensi, diabetes melitus, kanker, dan jantung di masyarakat Indonesia. Bahkan dalam dua dekade terakhir, Penyakit Tidak Menular menjadi penyebab utama dari beban penyakit di Indonesia dengan porsi pembiayaan kesehatan sebesar 23,9%-25%. 

Studi TNP2K dengan data dari BPJS memperlihatkan jumlah kasus dan pembiayaan penyakit kritis dari tahun 2014 sampai 2018 mengalami peningkatan. Pada tahun 2014 terdapat 6.116.535 kasus sementara pada tahun 2018 angkanya menjadi 19.243.141 kasus.  

Sebagian besar penyakit ini dialami oleh penduduk berusia 50 tahun ke atas. Namun survei Riskesdas 2018 menemukan, usia kelompok dewasa (20 sampai 49 tahun) pun sudah banyak yang mengalami PTM.  

Fungsi Asuransi Penyakit Kritis

Pengobatan dan perawatan penyakit kritis merupakan tantangan terutama dari segi biaya dan waktu. Perawatan yang menyita waktu, membuat pasien penyakit kritis terutama yang masih di usia produktif, mengalami penurunan produktivitas. Di sinilah terjadi double burden, beban keuangan dari biaya pengobatan dan beban finansial dari hilangnya pendapatan.  

Kepemilikan asuransi, seperti asuransi penyakit kritis, bisa membantu perencanaan keuangan dalam upaya mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Asuransi Kesehatan memang memiliki manfaat yang cukup lengkap, termasuk menanggung biaya pengobatan penyakit kritis. Akan tetapi, dengan adanya beban finansial ganda, pertanggungan tersebut seringkali dirasa kurang mencukupi.  

Itu sebabnya, diperlukan asuransi penyakit kritis yang khusus menanggung biaya pengobatan penyakit kritis seperti penyakit jantung, diabetes, saraf, ginjal, stroke dan kanker.  

Berbeda dengan asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis memiliki manfaat yang lebih spesifik yaitu memberikan santunan atas risiko penyakit kritis. Akan tetapi, pertanggungan biasanya diberikan bukan berdasarkan pengeluaran medis tertagih. Manfaat asuransi penyakit kritis diberikan secara lump sum atau sekaligus, yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pasien, seperti:  

Perawatan jangka panjang dan dampak penyakit kritis membuat biaya pengobatan penyakit ini cukup mahal. Apa saja komponen pembiayaan penyakit kritis tersebut?

Penyakit yang Ditanggung Asuransi Penyakit Kritis

Lalu apa saja penyakit yang ditanggung asuransi penyakit kritis? Setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan tersendiri dalam menentukan penyakit-penyakit kritis yang ditanggungnya. Berikut ini penyakit yang ditanggung Asuransi Penyakit Kritis dari Roojai Indonesia.  

Penyakit kanker (kanker invasive, stadium awal, dan stadium lanjut)

Kanker adalah penyakit yang menjadi penyebab kematian terbanyak kedua di dunia. Kanker terjadi karena adanya pertumbuhan sel yang abnormal dan tidak terkontrol pada salah satu organ atau jaringan tubuh. Pada tahap lanjut, sel kanker tersebut bisa menyebar ke organ tubuh lain.  

Kanker bisa menyerang siapa saja, tanpa mengenal usia. Data Riskesdas yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan prevalensi kanker di Indonesia mengalami peningkatan, dari 1,4 per 1000 penduduk pada tahun 2013, menjadi 1,79 per 1000 penduduk di tahun 2018.  

Kanker yang paling banyak menyerang perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks). Sementara pada pria, kanker yang paling umum ditemukan adalah kanker paru dan kanker prostat. Kanker juga bisa menyerang anak-anak, misalnya leukimia atau yang umum disebut kanker darah.  

Beberapa jenis kanker bersifat fatal, yaitu kanker kolorektal, kanker paru, kanker hati, kanker serviks, dan kanker payudara.  

Pengobatan penyakit kanker adalah dengan kemoterapi, radioterapi, terapi biologis, dan terapi target. Fokus pengobatan kanker biasanya ditargetkan untuk menghilangkan sel abnormal pada organ. Namun pada beberapa kasus, bagian organ yang terdampak sel kanker perlu diangkat melalui prosedur operasi.  

Ketika menjalani pengobatan dan prosedur operasi, pasien perlu dirawat di rumah sakit. Lamanya menginap tergantung dari besar kecilnya prosedur juga jenis pengobatannya.

Ternyata nggak semua jenis penyakit bisa ditanggung oleh asuransi kesehatan BPJS. Supaya nggak salah, cek daftar penyakit dan kondisi yang ditanggung oleh BPJS.

Penyakit saraf (koma, aneurisma cerebral, penyakit Alzheimer’s, Parkinson)

Sistem saraf adalah jaringan dalam tubuh yang punya peran vital. Sistem saraf mengontrol beberapa fungsi tubuh, di antaranya pertumbuhan dan perkembangan otak, sensasi atau persepsi, emosi, koordinasi, keseimbangan, pernapasan, serta detak jantung.  

Penyakit saraf adalah gangguan pada sistem saraf yang biasanya berlangsung dalam jangka panjang (kronis) dan berkembang seiring berjalannya waktu. Gangguan pada saraf ini menyebabkan pengidapnya mengalami kesulitan bicara, bergerak, menelan, mengingat, bernapas dan berpikir. Selain itu, penyakit saraf juga bisa menyebabkan gangguan suasana hati dan gangguan fungsi panca indera. 

Beberapa penyakit saraf yang ditanggung asuransi penyakit kritis adalah:  

Jantung (stroke iskemik atau hemoragik, serangan jantung akut, dan penyakit arteri koroner)

Pembuluh darah memegang peranan penting dalam menjaga fungsi organ-organ tubuh. Aliran darah yang lancar, memastikan organ-organ tubuh berfungsi dengan baik. Sayangnya, gaya hidup yang kurang sehat, bisa menyebabkan tumpukan lemak di pembuluh darah, yang menghambat aliran darah. 

Jika hambatan aliran darah itu terjadi di jantung, maka ada risiko terjadinya serangan jantung. Sementara jika hambatan itu terjadi pada pembuluh di daerah otak, risiko yang bisa terjadi adalah stroke, khususnya stroke iskemik.  

Dilansir Kompas.com, data terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperlihatkan bahwa penyakit jantung koroner dan stroke masih menduduki peringkat pertama dan kedua penyebab kematian utama di dunia. 

Gagal ginjal kronis

Penyakit gagal ginjal kronis adalah kondisi yang ditandai dengan penurunan atau hilangnya fungsi ginjal secara bertahap. Pada gagal ginjal kronis, proses kerusakan ginjal berlangsung lambat, sampai akhirnya ginjal gagal melakukan fungsinya.  

Ginjal adalah organ yang berperan penting dalam menyaring darah dan membuang racun-racun atau produk sisa dan kelebihan cairan dari tubuh melalui air kemih. Ginjal yang tidak berfungsi membuat sampah hasil sisa metabolisme menumpuk dalam darah dan menyebabkan gangguan kesehatan.  

Penyakit gagal ginjal kronis bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, kadar gula darah tinggi, infeksi, penyumbatan pembuluh darah pada ginjal, dan obat-obatan tertentu. 

Penyakit gagal ginjal kronis bisa ditangani dengan mengontrol penyebabnya. Misal pada kasus yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, maka dokter akan menyarankan pasien untuk mengontrol tekanan darahnya dengan konsumsi obat dan mengatur gaya hidup.  

Namun jika kerusakan ginjal sudah sulit diatasi, maka pasien perlu melakukan prosedur cuci darah secara rutin. Pilihan ini memang tidak mengatasi kerusakan ginjal yang dialami pasien, namun bisa memperbaiki kondisi kesehatan pasien dengan mengurangi gejalanya.  

Pilihan lainnya mengganti ginjal yang rusak dengan yang baru melalui prosedur transplantasi.  

Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia sudah nggak asing lagi dengan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Gigitan nyamuk bisa menyebabkan penyakit yang nggak bisa dipandang sebelah mata karena bisa menyebabkan infeksi parah, bahkan kematian.  

Beberapa penyakit yang disebabkan nyamuk yang ditanggung Asuransi Penyakit Kritis adalah:  

Infeksi yang disebabkan oleh gigitan nyamuk bisa menyebabkan gejala seperti demam tinggi, nyeri badan, mual, sakit kepala, sakit perut, yang bisa berkembang menjadi lebih parah. Oleh sebab itu, penanganan infeksi ini memerlukan pengawasan medis di rumah sakit.

Infeksi yang disebabkan oleh gigitan nyamuk bisa menyebabkan gejala seperti demam tinggi, nyeri badan, mual, sakit kepala, sakit perut, yang bisa berkembang menjadi lebih parah. Oleh sebab itu, penanganan infeksi ini memerlukan pengawasan medis di rumah sakit. 

 Itulah beberapa penyakit yang ditanggung asuransi penyakit kritis. Asuransi Penyakit Kritis memberikan perlindungan finansial terhadap risiko yang disebabkan oleh penyakit kritis. Menyebabkan beban finansial ganda, asuransi penyakit kritis penting dimiliki oleh kamu yang ingin memiliki financial freedom. Jadi tunggu apalagi, lindungi diri kamu sekarang!

Dian Pusparini

Ditulis oleh

Dian Pusparini

Head of Claim

Dian merupakan lulusan keperawatan di STIK St Carolus. Dian sudah bekerja selama 20 tahun, dengan pengalaman bekerja dibidang asuransi selama 18 tahun. Dian memiliki sertifikasi asuransi AAAK (Ajun Ahli Asuransi Kesehatan). Dian memahami betul betapa pentingnya kesehatan untuk kita. Sebagai Head of Claim, saat ini Dian senang berbagi pengetahuan dan tips seputar kesehatan.

Bagikan:

Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang

Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

|

Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!