Menu

Benarkah Polusi Udara Dapat Memicu Penyakit Kanker | roojai.co.id

Polusi udara sering dikaitkan dengan berbagai penyakit saluran pernapasan, termasuk kanker paru-paru. Terlebih, kualitas udara di Jakarta masih terus menjadi sorotan lantaran masuk kategori yang terburuk di dunia.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa polusi udara dan kanker paru-paru memiliki kaitan erat. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 2013 telah secara resmi menyatakan bahwa polusi udara luar ruangan adalah karsinogen kelompok 1 (karsinogenik untuk manusia). Karsinogen adalah zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

Lebih lanjut, beberapa penelitian berskala kecil di Indonesia juga menemukan bahwa polusi udara ikut berperan terhadap terjadinya sejumlah masalah kesehatan paru, antara lain penurunan fungsi paru (21–24 persen), asma (1,3 persen), Penyakit Paru Obstruktif Kronik, atau PPOK (sebanyak 6,3 persen pada non-perokok).

Kanker paru-paru adalah salah satu penyakit kritis di mana sel-sel kanker yang ganas terbentuk di paru-paru. Kanker ini merupakan satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia dan lebih sering terjadi pada orang yang punya kebiasaan merokok.

Lantas, apakah hanya asap rokok yang menyebabkan kanker paru-paru? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut!

Bagaimana polusi udara dapat menyebabkan kanker paru-paru?

Polusi udara adalah pencemaran udara oleh partikel atau zat apapun yang memberikan dampak buruk pada kesehatan manusia maupun organisme hidup lainnya. Penelitian yang dipublikasikan Journal of Surgery juga membuktikan bahwa pencemaran atau polusi udara dan kanker paru-paru memiliki kaitan erat, semakin tinggi polusi udara dan semakin lama terpapar udara yang tercemar, maka risiko terhadap kanker paru-paru juga tinggi.

Adapun jenis polusi udara yang dianggap sangat berpengaruh terhadap peningkatan risiko kanker paru-paru adalah particulate matter (PM) 2.5, yaitu partikel halus yang memiliki ukuran di bawah 2,5 mikrometer. Partikel tersebut biasanya ditemukan pada asap kendaraan bermotor.

Bila PM 2,5 terhirup dalam jangka waktu yang lama, partikel tersebut dapat menumpuk di dalam sistem pernapasan sehingga berisiko mengiritasi dan merangsang terjadinya mutasi sel di dalam paru-paru. Selain memicu kanker paru-paru, dampak polusi udara bagi kesehatan juga kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kritis seperti gangguan jantung hingga stroke. Kamu juga bisa mengurangi risiko penyakit jantung dengan menerapkan kebiasaan baik, seperti olahraga teratur dan pola makan sehat.

Jenis-jenis polusi udara penyebab kanker paru-paru

 polusi udara penyebab kanker paru-paru | roojai.co.id

Setelah mengetahui kaitan polusi udara dan kanker paru-paru, ada baiknya kita mengenal lebih jauh jenis-jenis polusi udara yang ada di sekitar. Polusi udara yang merupakan campuran kompleks partikel dan gas bisa dihasilkan dari kegiatan industri, komersial, dan alat transportasi.

Banyak jenis polutan udara yang berbeda terkait dengan kanker. Namun menurut WHO, materi partikulat paling erat hubungannya dengan kanker. Materi partikulat mengacu pada campuran partikel padat dan cair kecil yang tersuspensi di udara.

Partikulat bisa hadir di udara baik di dalam maupun luar ruangan. Partikel ini biasanya sangat kecil, sehingga sulit bagi kita untuk dapat melihatnya. Berikut ini penjelasan mengenai jenis polusi udara:

1. Polusi udara luar ruangan

Contoh dari polusi udara luar ruangan antara lain:

  • Partikel dari kebakaran hutan
  • Karbon hitam yang dipancarkan dari mesin gas dan diesel, pembangkit listrik tenaga batu bara, dan sumber lain yang membakar bahan bakar fosil
  • Partikel nitrat dari knalpot kendaraan bermotor
  • Belerang dioksida yang dipancarkan oleh pembangkit listrik tenaga batu bara yang besar
  • Ozon (juga disebut kabut asap)
  • Karbon monoksida dari pembakaran bahan bakar.

2. Polusi udara dalam ruangan

Menurut WHO, perempuan dan anak-anak di negara berkembang mengalami paparan polusi udara tertinggi di rumah mereka sendiri karena menghabiskan sebagian besar waktu di dekat area memasak rumah. Polusi udara dalam ruangan dapat timbul dari penggunaan api terbuka atau kompor tradisional untuk memasak, memanaskan, penerangan di rumah tangga, dan sumber lainnya.

Contoh polusi udara dalam ruangan:

  • Bahan bakar padat, seperti kayu dan arang, batu bara, atau minyak tanah
  • Asbes
  • Radon
  • Karbon monoksida
  • Asap tembakau.

Cara menghindari risiko kanker paru-paru akibat polusi udara

Meski polusi udara dan kanker paru-paru memiliki kaitan erat, ada baiknya kita tidak stres. Ada beberapa cara untuk mengurangi risiko kanker paru-paru seperti menjalankan pola hidup sehat guna menjaga sistem imun dalam tubuh tetap baik.

Selain itu, kita juga perlu menerapkan beberapa hal berikut:

1. Menggunakan masker saat berada di luar ruangan

Cara meminimalkan risiko kanker paru-paru karena polusi udara yang pertama adalah dengan menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Pasalnya, masker dapat membantu menyaring berbagai kotoran dan polutan pada udara agar tidak masuk ke dalam saluran pernapasan.

Selain itu, usahakan untuk tidak menggunakan masker berulang kali karena hal tersebut dapat mengurangi efektivitas lapisan masker dalam menyaring polutan dan melindungi tubuh dari paparan polusi udara.

2. Berhenti merokok dan menghindari asapnya

Bagi perokok aktif, tidak ada cara yang lebih efektif untuk mencegah kanker paru-paru selain berhenti merokok. Hal ini memang tidak mudah dilakukan. Namun, dengan niat yang sungguh dan dukungan dari teman-teman dan keluarga, berhenti merokok bukanlah hal yang mustahil.

Berhenti merokok selama 10 tahun dapat menurunkan risiko kanker paru-paru hingga 50 persen. Sedangkan bagi yang bukan perokok, perlu waspada terhadap kualitas udara buruk yang bisa menyebabkan kanker paru-paru, termasuk dari paparan asap rokok. Segera kenali juga gejala kanker paru-paru. Jika kamu mengalami batuk lebih dari satu minggu, sebaiknya segera periksa ke dokter.

3. Konsumsi makanan sehat dan rajin berolahraga

Pencegahan kanker paru-paru juga bisa dilakukan dari dalam, yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat. Riset menunjukkan bahwa diet rendah lemak, tinggi serat, serta banyak mengonsumsi sayur, buah, dan biji-bijian dapat menurunkan risiko kanker.

Selain mengonsumsi makanan sehat, olahraga secara teratur juga dapat membantu menurunkan risiko kanker. Bagi kamu yang sudah dewasa, lakukanlah olahraga dengan intensitas sedang, seperti aerobik minimal selama 150 menit per minggu. Kamu juga sebaiknya menghindari kebiasaan yang dapat memicu kanker.

4. Proteksi diri dengan asuransi penyakit kritis

Terakhir, proteksi diri dengan asuransi penyakit kritis. Kanker paru-paru merupakan salah satu penyakit kritis dengan angka kematian tinggi di Indonesia. Perawatan kesehatan untuk penyakit kritis seperti kanker juga tidak murah.Untuk itu, ada baiknya kita menyiapkan diri dengan asuransi penyakit kritis yang memberikan jaminan biaya perawatan atas berbagai penyakit kritis, termasuk kanker, jantung, hingga gagal ginjal kronis. Jadi, pastikan diri kamu selalu menerapkan gaya hidup sehat dan terproteksi dengan asuransi, ya!

Bagikan:

Asuransi Online Paling Terjangkau dan Inovatif di Asia Tenggara

Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan

|

Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!