Batuk Biasa atau Gejala Kanker Paru-paru, Bagaimana Membedakannya?

Gaya Hidup & Kesehatan |

gejala kanker paru

Dunia medis saat ini sudah berkembang pesat dan semakin canggih. Pengobatan untuk kanker pun terus diteliti dan dikembangkan. Meski demikian, kunci pengobatan kanker supaya berhasil adalah deteksi dini gejala kanker paru-paru. Begitu pula dengan kanker paru-paru.  

Sayangnya gejala kanker paru-paru stadium awal seringkali nggak terlalu khas. Walhasil, banyak pengidap kanker paru baru menyadari keberadaan kanker ini dalam stadium lanjut.

Dilansir dari Suara.com, kasus kematian karena kanker paru di Indonesia merupakan yang tertinggi se-Asia Tenggara. Data Global Burden of Cancer Study (GLOBOCAN) tahun 2018 menyebutkan, setiap tahunnya ada 26.069 orang meninggal karena kanker paru di Indonesia. Sementara jumlah kasus baru setiap tahunnya mencapai 30.023. Secara keseluruhan, kanker paru menyumbang 19,3 persen kematian akibat kanker di Indonesia.

Kamu juga mungkin ingin tahu lebih jauh tentang kanker paru-paru yang makin sering dialami oleh kalangan orang usia produktif

Supaya nggak kecolongan, yuk cari tahu gejala kanker paru-paru dari stadium awal hingga lanjut.  

Gejala kanker paru-paru stadium awal  

Kalau dideteksi pada stadium awal, kemungkinan kesembuhan pada pasien kanker paru lebih tinggi. Berikut ini beberapa gejala kanker paru yang umum terjadi menurut situs kesehatan Healthline:  

Batuk yang nggak kunjung sembuh atau membaik 

Hati-hati, batuk yang nggak kunjung pergi bisa jadi tanda awal kanker paru. Batuk yang disebabkan oleh flu atau infeksi saluran napas biasanya akan pergi dalam waktu kurang lebih seminggu. Segera periksakan diri ke dokter kalau batuk yang kamu alami:  

  • Menetap  
  • Frekuensinya jadi lebih sering 
  • Terasa lebih dalam  
  • Serak  
  • Diikuti darah 
  • Banyak dahak 

Perubahan ritme dan suara napas  

Sesak napas dan gampang lelah merupakan gejala kanker paru-paru. Perubahan ritme napas bisa terjadi kalau kanker paru menghadang atau mempersempit jalur pernapasan. Sesak napas juga bisa terjadi akibat adanya cairan dari kanker paru yang menumpuk di dada. 

Perhatikan kapan kamu mulai merasa lelah atau sesak. Kalau kamu sulit bernapas setelah menaiki tangga atau melalui tanjakan, atau setelah melakukan pekerjaan yang dulu kamu anggap enteng, jangan diabaikan. 

Ketika saluran napas terhambat, menyempit, atau meradang, paru-paru kamu seperti mengeluarkan suara siulan atau mengi setiap kamu menarik napas. Meski bisa juga disebabkan oleh masalah kesehatan yang bisa diobati, napas berbunyi atau mengi juga salah satu gejala kanker paru. Sebaiknya tetap waspada dan periksakan diri ke dokter, ya.   

Badan nyeri  

Kanker paru bisa menyebabkan rasa nyeri di dada, bahu, atau punggung. Nyeri ini bisa dirasakan saat kamu batuk atau tanpa pemicu.  

Periksakan diri ke dokter kalau nyeri dada yang kamu rasakan seperti ini:  

  • Tajam seperti ditusuk 
  • Konstan  
  • Berselang  

Perhatikan pula apakah rasa nyerinya spesifik di salah satu area atau di seluruh bagian dada. Kanker paru bisa menimbulkan rasa nyeri di dada ketika kelenjar getah bening sudah membesar atau bermetastase ke dinding dada, lapisan di sekitar paru (disebut pleura), atau tulang iga.  

Kanker paru yang sudah menyebar ke tulang bisa menyebabkan nyeri di punggung atau di area tubuh yang lain. Nyeri tulang biasanya dirasa semakin parah pada malam hari dan ketika bergerak.  

Ada juga pasien yang merasakan gejala kanker paru-paru sebagai sakit kepala. Biasanya ini dirasa oleh pasien yang kankernya sudah menyebar ke otak. Tapi, nggak semua sakit kepala disebabkan oleh sel kanker di otak.  

Suara yang serak  

Beberapa pasien kanker paru mengalami perubahan suara menjadi lebih serak dan dalam. Perubahan suara juga bisa terjadi kalau kamu sedang flu, tapi kalau menetap ada baiknya memeriksakan diri ke dokter ya.   

Suara serak pada pasien kanker paru bisa terjadi saat tumor mempengaruhi saraf yang mengontrol larynx atau “kotak suara”.

suara serak
Image by Lifestylememory on Freepik

Berat badan turun tanpa sebab jelas 

Bobot tubuh turun sampai lebih dari 5 kilogram? Ini juga salah satu gejala kanker paru-paru stadium awal. Kehadiran sel kanker dalam tubuh biasanya akan memakan banyak energi.  

Selain gejala di atas, beberapa tanda kanker paru yang nggak terlalu umum di antaranya adalah kesulitan menelan, wajah dan leher bengkak, adanya penggumpalan darah, serta kondisi yang disebut finger clubbing (pembengkakan pada ujung ruas jari dan bantalan kuku sehingga kuku tampak melebar dan melengkung seperti bagian belakang sendok). 

Gejala kanker paru-paru stadium lanjut  

Pada kanker paru stadium lanjut, biasanya sel kanker sudah menyebar ke kedua paru-paru dan organ lain, seperti tulang dan otak.  

Gejala kanker paru stadium lanjut biasanya:  

  • Kelelahan  
  • Nyeri  
  • Kesulitan bernapas 
  • Batuk yang menetap 
  • Hilangnya nafsu makan 

Situs cancer.org menambahkan kalau kanker paru sudah menyebar ke organ lain, kamu mungkin akan mengalami gejala atau gangguan pada organ tersebut. Misalnya rasa nyeri seperti patah tulang kalau sel kanker sudah ada di tulang, atau gangguan penglihatan kalau sel kanker sudah menyebar ke otak. 

Awasi gejala kanker paru di atas. Kalau kamu mengalami salah satu gejalanya dan tergolong orang yang berisiko tinggi (memiliki kebiasaan merokok dan punya riwayat keluarga), segera periksakan diri ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya.  

Proteksi saat hadapi kanker paru-paru 

Dengan gejala kanker paru-paru yang memang sering diabaikan, banyak kasus kanker paru-paru menjadi sulit diatasi, terlebih apabila kondisi pasien sudah mencapai kanker stadium lanjut.

Asuransi Penyakit Kritis untuk Kanker dari Roojai Indonesia memberikan proteksi finansial, apabila kamu dideteksi terkena kanker, termasuk kanker paru-paru sejak stadium awal. Proteksi ini sudah memberikan benefit sebagai proteksi tambahan, sehingga kamu akan tetap dapat melakukan klaim walaupun perawatanmu sudah discover oleh asuransi lain atau BPJS. Pelajari lebih lanjut untuk mendapatkan informasi selengkapnya.