Stres dan Kanker, Bagaimana Hubungan Keduanya? Cari Tahu Di Sini

Gaya Hidup & Kesehatan | Oktober 26, 2022

stress tingkatkan faktor risiko kanker

Pada zaman modern ini, stres sudah menjadi bagian yang normal dari gaya hidup. Apalagi bagi kamu yang menjalani hustle culture. Budaya hustle adalah standar yang menganggap bahwa kesuksesan hanya bisa dicapai melalui dedikasi hidup yang total untuk pekerjaan.  

Tapi sumber stres bisa datang dari mana saja. Nggak hanya dari kerjaan, tekanan dari apa yang kamu hadapi sehari-hari termasuk kehidupan pribadi kamu, potensial menyebabkan stres juga loh. Dari sekadar terjebak dalam kemacetan, nggak bisa bayar tagihan, sampai putus dari pacar.  

Pada kenyataannya, stres bisa memengaruhi cara badan kamu bekerja. Dilansir dari situs The University of Texas, stres punya dampak besar pada fungsi sistem tubuh.  

Belakangan, para ahli di bidang psiko-onkologi yang mempelajari kaitan kondisi psikologis dengan penyakit kanker, mencari kaitan antara stres dan pertumbuhan sel kanker serta perannya dalam penyembuhan kanker. 

Nggak semua stres itu sama 

Ada dua jenis stres yang umum dialami. Stres jangka pendek atau stres akut adalah jenis stres yang umum kamu alami ketika terpapar kondisi yang menekan dalam jangka waktu pendek. Misalnya rasa stres yang dialami si introvert sebelum menyampaikan pidato di muka publik atau saat menghadapi antrean bank yang nggak kunjung usai. Stres ini umumnya akan hilang secara otomatis saat pemicunya hilang. 

Yang kedua adalah kronis stres atau stres jangka panjang. Stres jenis ini punya dampak nyata pada tubuh. Biasanya dipicu oleh kejadian yang berlangsung berminggu-minggu atau bahkan tahunan tanpa solusi yang jelas. Contohnya merawat orang yang sakit parah, proses perceraian yang panjang, atau kehilangan pekerjaan. 

Stress dengerin berita resesi, inflasi, dsb? Coba simak artikel berikut agar dapat menghadapiya dengan tenang

Saat kita stres, tubuh memproduksi hormon stres seperti kortisol, epinefrin dan norepinefrin. Hormon stres bisa menghambat proses anoikis, yaitu membunuh sel sakit dan mencegahnya menyebar ke bagian tubuh lain.  

Apakah stres dapat menyebabkan kanker? 

Kanker terjadi ketika sel mengalami mutasi gen dan tumbuh tidak terkendali di bagian tubuh tertentu. Tergantung dari lokasi ia berkembang, kanker punya banyak nama. Ketika sel itu berkembang di paru-paru, maka ia disebut kanker paru-paru.  

Sebelum bisa bermutasi menjadi kanker, diperlukan beberapa kali ‘serangan’ untuk mempengaruhi gen. Ketika sudah ada banyak serangan maka gen pengontrol fungsi ini dilumpuhkan, sel kanker bisa dengan bebas bermutasi.  

‘Serangan’ ini bisa datang dari mana saja, termasuk dari faktor risiko yang dimiliki seseorang. Beberapa orang ‘terwarisi’ gen yang membuatnya rentan mengalami kanker, misalnya gen BRCA1, yang dikaitkan dengan beberapa jenis kanker termasuk kanker payudara.  

“Selain riwayat gen, kalau seseorang itu menjalani gaya hidup yang diliputi stres, atau merokok, obesitas, semuanya bisa berkontribusi mengganggu fungsi gen,” ucap dokter Allyson Ocean, onkologia di New York-Presbyterian and Weill Cornell Medicine, New York, seperti dikutip situs Everydayhealth

Dikutip dari situs yang sama, dalam kondisi normal, tubuh sudah terprogram untuk mengatasi serangan yang bisa memicu sel kanker. “Sebenarnya di dalam tubuh sel-sel terus bermutasi, namun ada proses biologis yang secara alamiah ada di dalam tubuh kita, yang mencegah sel tersebut berubah menjadi tumor,” jelas Prof. Lorenzo Cohen, direktur Integrative Medicine Program di MD Anderson Cancer Center, Houston, AS.  

Sistem atau proses biologis tersebut diantaranya disediakan oleh sistem imunitas tubuh kita. Sistem kekebalan tubuh akan memantau tubuh dan bersiap membunuh virus yang masuk atau mutasi sel yang terjadi. Proses tersebut dikenal dengan “cell-mediated immunity” atau imunitas yang dimediasi oleh sel.  

Namun waktu tubuh berada dalam kondisi stres kronis, sistem yang menjaga tubuh kita dari serangan itu jadi kurang bisa diandalkan. Menurut Cohen, stres kronis mengganggu sistem imun tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap serangan patogen misalnya virus flu sampai mutasi sel yang nggak terkontrol.

Semua orang pasti mengalami stress, tak terkecuali untuk kamu yang bekerja sebagai freelancers atau pekerja lepas. Simak disini tips untuk jaga kesehatan mentalmu.

Cara mengatur stres 

Lalu bagaimana caranya agar terhindar dari dampak buruk stres? Menyingkirkan penyebab stres adalah jawaban yang mudah. Nyatanya hal ini nggak selalu memungkinkan.  

Jika pemicu stres tidak dapat dihindari, yang bisa kamu lakukan adalah belajar untuk mengatur diri supaya nggak terpengaruh stres.  

Dilansir dari situs mdanderson.org, beberapa hal ini bisa kamu lakukan untuk mengendalikan stres kronis:  

  • Bicara dengan tenaga profesional. Seorang psikiater atau psikolog bisa membantu kamu mengatasi stres dengan sehat. Beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh tenaga profesional di antaranya terapi bicara dan cognitive behavioral therapy (CBT). Cara ini akan membantu mengungkap koneksi antara pikiran yang satu dengan yang lain, emosi dan perilaku kamu.  
  • Mempraktikkan meditasi dan yoga. Meditasi dan yoga yang dilakukan secara sadar-penuh atau mindful terbukti bisa membantu mengatasi stres. Kegiatan yang membuat kamu memfokuskan perhatian pada napas dan gerakan ini membantu pikiran kamu terlepas dari stres. Praktik ini juga diketahui bisa memperbaiki suasana hati dan kualitas hidup. Untuk mendapatkan manfaatnya, latihan setidaknya 20 menit sehari.  
  • Tidur yang cukup. Tidur delapan jam sehari setiap malam merupakan senjata yang ampuh untuk melawan stres. Tidur cukup bisa mengembalikan stamina tubuh sekaligus fungsi kekebalan tubuh kita. Selain itu, tidur yang cukup membantu memperbaiki suasana hati, memori, dan kemampuan kita untuk fokus. Supaya bisa tidur lebih nyenyak, coba atur jadwal tidur, hindari menonton TV sebelum tidur, dan olahraga secara teratur.
cukup tidur atasi stress
Image by lookstudio on Freepik

Kesimpulan 

Ada banyak studi yang mengaitkan stres dan kanker. Hanya saja, belum ada studi yang dilakukan pada manusia, yang secara konklusif membuktikan bahwa stres punya dampak langsung terhadap pembentukan sel kanker.  

Sejauh ini, riset ‘hanya’ menemukan dampak negatif stres untuk sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan sel kanker. Selain itu stres juga dikaitkan dengan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol berlebihan yang bisa mengganggu kondisi kesehatan.  

Meski belum konklusif, dampak buruk stres kronis bagi kesehatan jelas nggak bisa dipandang remeh. Jadi manakala kamu mengalami stres kronis, segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis profesional dan lakukan berbagai cara untuk mengelola stres secara sehat.  

Mengelola risiko finansial ketika sakit  

Lebih lanjut terkait kesehatan, mengelola risiko keuangan ketika sakit, sama pentingnya dengan mengelola stress agar terhindar dari sakit. Tidak dapat dipungkiri bahwa kita tidak dapat memprediksi atau menghindari keadaan dimana kita sakit. Hal tersebut menjadi tantangan tersediri terutama ketika kita menghadapi penyakit kritis.

Asuransi Penyakit Kritis untuk Kanker dari Roojai Indonesia memberikan proteksi dari risiko finansial saat kamu terkena penyakit kritis, termasuk penyakit kanker sejak stadium awal. Dengan benefit sebagai proteksi tambahan, kamu akan tetap dapat melakukan klaim walaupun perawatanmu sudah dicover oleh asuransi lain atau BPJS. Pelajari lebih lanjut untuk mendapatkan informasi selengkapnya.