Artikel ini membahas daftar pertanyaan tentang asuransi, termasuk pertanyaan umum dan khusus sesuai produk seperti asuransi kesehatan, jiwa, mobil hingga syariah.
Memahami asuransi membantu seseorang dalam memilih produk perlindungan finansial yang sesuai kebutuhan dan menghindari kesalahan saat klaim. Pengetahuan ini juga melindungi dari potensi kerugian akibat salah tafsir isi polis.
Banyak orang memiliki pertanyaan seputar asuransi, mulai dari definisi, manfaat, hingga cara klaim. Untuk membantu menjawab berbagai kebingungan tersebut, Roojai telah merangkum daftar pertanyaan umum tentang asuransi, termasuk jiwa, kesehatan, kendaraan, dan syariah.
Pembahasan ini mencakup istilah penting seperti polis, premi, dan risiko agar kamu lebih siap dalam memilih dan menggunakan produk asuransi dengan bijak.
Konten
Pertanyaan Umum Seputar Asuransi
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang asuransi yang dapat membantu kamu memahami lebih dalam tentang dunia asuransi.
1. Apa itu polis asuransi?
Polis asuransi adalah kontrak perjanjian tertulis antara pihak tertanggung dan penanggung (perusahaan asuransi) Isi polis asuransi umumnya adalah mengenai informasi tiap-tiap pihak, kewajiban dan hak masing-masing pihak, klausul, klaim, premi, dan lain sebagainya.
2. Apakah polis asuransi bisa dibatalkan?
Ya, polis asuransi bisa dibatalkan meskipun sudah ditandatangani. Umumnya, perusahaan asuransi memberikan waktu hingga dua minggu sejak penerbitan polis, yang dikenal sebagai free look period. Jika kamu membatalkan dalam periode tersebut, uang yang telah disetor akan dikembalikan sepenuhnya tanpa penalti.
3. Kenapa ada banyak klausul di dalam polis asuransi?
Asuransi bekerja berdasarkan proximate cause atau penyebab langsung suatu risiko. Klausul memperjelas ketentuan klaim untuk menghindari kesalahpahaman, perselisihan, dan penolakan klaim akibat kesalahan dalam menafsirkan penyebab risiko.
4. Apa yang dimaksud dengan premi?
Premi asuransi adalah sejumlah dana atau biaya yang menjadi tanggung jawab pihak tertanggung dan harus dibayarkan kepada pihak penanggung (perusahaan asuransi) dengan besaran dan waktu yang sudah disepakati dalam perjanjian.
Dengan membayar premi, itu berarti pihak tertanggung sudah menjalankan kewajiban sehingga jika terjadi risiko, perusahaan asuransi juga berkewajiban untuk mengambil alih kerugian yang dialami pihak tertanggung.
5. Bagaimana cara perusahaan menentukan premi asuransi?
Besarnya premi ditentukan berdasarkan berbagai faktor, seperti jenis asuransi, tingkat risiko yang ditanggung, usia tertanggung, dan manfaat yang diberikan oleh polis. Mereka menggunakan data statistik dan aktuaria untuk menghitung kemungkinan klaim di masa depan. Semakin tinggi risiko, semakin mahal preminya.
6. Apakah premi yang sudah dibayarkan bisa dikembalikan?
Asuransi memiliki masa perlindungan tertentu, misalnya pada asuransi jiwa hingga usia tertanggung mencapai 60 tahun. Jika hingga masa tersebut tidak terjadi klaim, maka tertanggung atau ahli waris tidak dapat mengajukan klaim.
Pengembalian premi tergantung pada jenis asuransi jiwa yang dibeli:
- Asuransi murni (jiwa atau kesehatan) umumnya tidak mengembalikan premi jika tidak ada klaim.
- Asuransi dengan fitur pengembalian premi (seperti return of premium atau no claim bonus) memungkinkan peserta mendapatkan kembali sebagian premi jika tidak ada klaim selama masa perlindungan, sesuai syarat dan ketentuan polis.
7. Bagaimana jika pembayaran premi terlambat?
Biasanya polis peserta akan memasuki fase grace period atau masa tenggang. Grace period biasanya berlangsung antara 14-90 hari. Peserta masih bisa klaim pada masa ini.
Apabila grace period selesai, polis akan memasuki fase lapse. Artinya, polis asuransi tidak aktif dan peserta tidak bisa melakukan klaim.
8. Apa yang dimaksud dengan risiko di dalam asuransi?
Risiko dalam asuransi adalah kemungkinan terjadinya kerugian atau kejadian tak terduga yang dapat menyebabkan klaim. Risiko ini bisa berupa kecelakaan, penyakit, kerusakan, atau kehilangan aset. Suatu hal bisa dikatakan risiko jika memiliki sifat:
- Adanya ketidakpastian kerugian.
- Memungkinkan adanya kerugian, cedera, kehilangan, kerusakan, atau kehancuran.
- Kombinasi dari berbagai bahaya.
- Segala kemungkinan yang bisa terjadi di masa yang akan datang.
- Adanya kemungkinan bahwa hasil akhir dari suatu hal berbeda dari yang sudah direncanakan.
9. Apakah asuransi termasuk investasi?
Tidak. Asuransi bukan merupakan produk investasi, meskipun beberapa jenis polis seperti unit link memiliki komponen investasi di dalamnya. Unit link mengelola dana peserta ke dalam instrumen investasi yang nilainya bisa naik atau turun tergantung kondisi pasar.
Asuransi tradisional hanya memberikan perlindungan tanpa unsur imbal hasil finansial. Banyak pakar keuangan menyarankan agar tujuan investasi difokuskan pada instrumen seperti reksa dana, saham, atau obligasi. Asuransi sebaiknya digunakan untuk melindungi risiko finansial, bukan untuk menghasilkan keuntungan.
10. Bagaimana cara mengajukan klaim?
Untuk mengajukan klaim, peserta harus melaporkan kejadian kepada perusahaan asuransi. Setelah itu, siapkan semua dokumen yang diperlukan dan ajukan klaim untuk diproses. Klaim akan diverifikasi sebelum disetujui.
Berikut adalah contoh dokumen yang perlu kamu berikan kepada perusahaan asuransi saat melakukan klaim:
Klaim asuransi jiwa (meninggal dunia)
- Polis asli
- Formulir klaim meninggal dunia
- Surat keterangan dokter
- Akta kematian
- KTP dan kartu keluarga
- Dokumen tambahan sesuai kebijakan perusahaan asuransi
Klaim asuransi kendaraan
Dokumen yang biasanya dibutuhkan:
- Polis asli
- Fotokopi SIM dan STNK
- Surat keterangan kepolisian
- Dokumen tambahan sesuai permintaan perusahaan asuransi
Proses klaim biasanya berbeda pada tiap perusahaan asuransi. Namun, umumnya membutuhkan waktu sekitar 7 sampai 14 hari kerja.
Pertanyaan Tentang Asuransi Jiwa
Asuransi jiwa adalah asuransi yang memberi pertanggungan jiwa terhadap keluarga (ahli waris) apabila terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap peserta asuransi, misalnya kematian terhadap pemegang polis.
Beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang asuransi jiwa, yaitu:
1. Kapan seseorang seharusnya membeli asuransi jiwa?
Seseorang sebaiknya membeli asuransi jiwa saat memiliki tanggungan finansial, seperti keluarga atau utang, yang perlu dilindungi jika terjadi hal tak terduga. Semakin muda dan sehat saat membeli, semakin murah preminya. Idealnya, asuransi jiwa dibeli sebelum ada risiko kesehatan yang meningkat.
2. Kapan asuransi jiwa bisa dicairkan?
Asuransi jiwa bisa dicairkan tergantung pada jenis polisnya. Asuransi jiwa tradisional (term life) hanya membayar klaim jika tertanggung meninggal, sedangkan asuransi jiwa unit link atau whole life bisa dicairkan sebagian dalam bentuk nilai tunai.
3. Apa yang dimaksud dengan Uang Pertanggungan?
UP (Uang Pertanggungan) dalam asuransi jiwa adalah jumlah uang yang akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada ahli waris atau penerima manfaat jika tertanggung meninggal dunia. Besarnya UP ditentukan saat pembelian polis dan dipengaruhi oleh premi yang dibayarkan. UP bertujuan untuk memberikan perlindungan finansial bagi keluarga tertanggung.
4. Bagaimana cara memilih produk asuransi jiwa yang tepat?
Memilih asuransi jiwa yang tepat tentu harus melihat pada kebutuhan tiap-tiap orang. Setidaknya, hal yang harus diperhatikan agar kamu bisa mendapatkan asuransi jiwa yang tepat yaitu:
- Premi sesuai dengan budget atau anggaran.
- Manfaat yang diberikan sesuai dengan kebutuhan.
- Menawarkan layanan atau fasilitas yang lengkap.
- Besar uang pertanggungan sesuai dengan premi yang dibayarkan.
- Kredibilitas baik dan meyakinkan.
Sebelum membeli produk asuransi jiwa, selalu lakukan perbandingan antara produk satu dan lainnya agar kamu tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing.
5. Apa perbedaan asuransi jiwa berjangka dan seumur hidup?
Asuransi jiwa berjangka (term life) memberikan perlindungan selama periode tertentu seperti 10, 20, atau 30 tahun dan hanya membayar manfaat jika tertanggung meninggal dalam periode tersebut. Sementara asuransi seumur hidup (whole life) memberikan perlindungan seumur hidup dan biasanya menyertakan komponen tabungan atau nilai tunai.
6. Siapa saja yang bisa menjadi ahli waris dalam asuransi jiwa?
Ahli waris bisa berupa pasangan, anak, orang tua, atau pihak lain yang ditunjuk dalam polis. Penunjukan harus jelas untuk mencegah perselisihan saat klaim. Jika tidak ada ahli waris yang ditunjuk, manfaat asuransi bisa masuk ke dalam harta warisan dan dibagi sesuai hukum yang berlaku.
7. Apakah hasil klaim asuransi jiwa dikenakan pajak?
Tidak. Hasil klaim asuransi jiwa tidak dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) di Indonesia. Menurut Pasal 4 ayat (3) huruf f Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, uang pertanggungan yang dibayarkan kepada ahli waris karena kematian tertanggung dikecualikan dari objek pajak, karena bersifat santunan, bukan pendapatan.
Namun, jika klaim berasal dari pembatalan polis yang memiliki nilai tunai seperti unit link atau asuransi seumur hidup, maka penghasilan berupa selisih antara nilai tunai yang diterima dan total premi yang telah disetor menjadi objek PPh.
Pertanyaan Tentang Asuransi Kesehatan
Asuransi kesehatan adalah jenis asuransi yang memberikan pertanggungan berupa penggantian biaya pengobatan apabila tertanggung mengalami risiko sakit yang sesuai dengan polis.
Ada beberapa pertanyaan tentang asuransi kesehatan, yaitu:
1. Apa saja yang ditanggung dalam asuransi kesehatan?
Umumnya asuransi kesehatan menanggung biaya pengobatan yang bersifat umum, misalnya rawat jalan atau rawat inap, santunan biaya ICU, serta santunan kematian. Asuransi kesehatan tidak menanggung biaya perawatan untuk penyakit kritis, misalnya penyakit kanker, tumor, jantung, dan sebagainya. Penyakit kritis hanya ditanggung asuransi kesehatan dengan tambahan pertanggungan penyakit kritis saja.
2. Apakah ada batas nilai pertanggungan dalam asuransi kesehatan?
Setiap produk asuransi kesehatan tentu memiliki batas nilai pertanggungan. Apabila batas pertanggungan telah mencapai maksimal, klaim yang kamu ajukan bisa saja dilakukan, tetapi kelebihan biaya yang tidak ditanggung menjadi tanggung jawab peserta.
3. Apakah asuransi kesehatan bisa digunakan di semua rumah sakit?
Umumnya asuransi kesehatan bisa digunakan di seluruh rumah sakit. Namun, mungkin mekanisme pembayarannya berbeda. Jika rumah sakit yang dituju sudah menjadi rekanan dari perusahaan asuransi, biasanya kamu bisa melakukan klaim dengan mekanisme cashless.
Akan tetapi, jika rumah sakit tersebut bukan rumah sakit rekanan, kamu bisa mengajukan klaim melalui reimbursement. Itu berarti kamu membayar terlebih dahulu dengan uang pribadi lalu perusahaan asuransi akan menggantinya.
4. Apakah asuransi kesehatan bisa langsung digunakan
Asuransi kesehatan biasanya tidak bisa langsung digunakan karena ada masa tunggu, yang bervariasi tergantung pada jenis perlindungan. Untuk penyakit tertentu, masa tunggu bisa berkisar antara 30 hingga 90 hari, sedangkan untuk kondisi kritis bisa lebih lama.
Namun, untuk manfaat darurat seperti kecelakaan sering kali bisa langsung digunakan. Selain itu, ada pula perusahaan yang menawarkan asuransi kesehatan tanpa masa tunggu meskipun dengan harga premi yang lebih tinggi dan untuk jenis perlindungan tertentu saja.
5. Apakah penyakit bawaan bisa ditanggung oleh asuransi kesehatan?
Sebagian besar produk asuransi kesehatan tidak langsung menanggung penyakit bawaan atau pre-existing condition. Biasanya, penyakit tersebut dikecualikan dalam polis atau baru bisa ditanggung setelah melewati masa tunggu tertentu yang ditentukan oleh perusahaan asuransi. Pastikan kamu membaca klausul pengecualian pada polis sebelum membeli.
Pertanyaan Tentang Asuransi Syariah
Selain tentang asuransi konvensional, ada banyak juga pertanyaan tentang perusahaan asuransi syariah. Ini merupakan pilihan produk asuransi yang memberikan kepastian bahwa setiap transaksinya sesuai dengan hukum Islam.
Berikut daftar pertanyaan mengenai asuransi syariah yang dapat membantu kamu untuk lebih memahami produk perlindungan berbasis syariah ini.
1. Bagaimana manajemen risiko asuransi syariah?
Manajemen risiko pada asuransi syariah menggunakan prinsip tolong-menolong atau saling membantu atau biasa juga disebut dengan sharing of risk. Dengan begitu, risiko yang dibebankan terhadap perusahaan merupakan dana yang dikumpulkan dari para peserta atau disebut dana tabarru’.
2. Apa perbedaan mendasar dari asuransi syariah dan asuransi konvensional?
Secara umum, hal yang membedakan antara asuransi syariah dan konvensional adalah pada prinsip pengelolaan atau manajemen risikonya. Pada asuransi syariah, prinsip pengelolaan risiko yang digunakan adalah tolong-menolong atau sharing of risk. Artinya, risiko yang ada akan dibagi bersama sesama pesertanya.
Sementara asuransi konvensional menggunakan prinsip pengelolaan pengalihan risiko atau transfer of risk. Dalam hal ini, itu berarti risiko akan dialihkan dari tertanggung kepada pihak penanggung, yaitu perusahaan asuransi.
3. Bagaimana hukum asuransi syariah dalam Islam?
Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), hukum asuransi syariah adalah produk yang halal untuk dibeli atau dimiliki umat Islam. Dengan catatan, dana yang dikumpulkan akan dikelola dengan berpegang pada syariat Islam. Hal ini juga tertuang dalam fatwa MUI No: 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah.
Selain itu, pelaksanaan asuransi syariah dalam islam juga mengacu pada ketentuan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001.
Pertanyaan Tentang Asuransi Mobil
Asuransi mobil adalah perlindungan finansial yang menanggung risiko kerusakan atau kehilangan kendaraan akibat kecelakaan, pencurian, atau bencana alam. Berikut daftar pertanyaan umum yang sering diajukan seputar asuransi mobil, mencakup jenis perlindungan, besaran premi, proses klaim, hingga syarat dalam polis.
1. Apa saja yang ditanggung asuransi mobil All Risk?
Asuransi mobil All Risk menanggung semua jenis kerusakan pada kendaraan, mulai dari lecet ringan, penyok, hingga kerusakan total akibat tabrakan atau kecelakaan. Polis ini juga mencakup perlindungan terhadap kehilangan karena pencurian dan risiko non-kecelakaan seperti bencana alam atau kerusuhan.
Namun, perlindungan ini bersifat komprehensif hanya jika risiko tersebut tercantum dalam polis dan tidak termasuk dalam daftar pengecualian. Beberapa risiko tambahan, seperti banjir atau huru-hara, memerlukan rider atau perluasan jaminan agar dapat ditanggung oleh asuransi.
2. Apa saja beda asuransi mobil All risk dan TLO?
Berikut perbedaan utama antara asuransi mobil All Risk dan TLO berdasarkan cakupan dan kondisi penggunaan:
Kriteria | All Risk | Total Loss Only (TLO) |
Cakupan Kerusakan | Semua jenis kerusakan, besar maupun kecil | Hanya kerusakan total atau kehilangan total |
Premi | Lebih mahal | Lebih murah |
Cocok Untuk | Mobil baru atau bernilai tinggi | Mobil lama atau perlindungan risiko besar saja |
3. Asuransi mobil apa yang mengcover risiko kerusakan kendaraan akibat banjir?
Asuransi mobil All Risk dapat mengcover kerusakan akibat banjir jika perlindungan tersebut dimasukkan dalam polis sebagai perluasan jaminan. Rider banjir biasanya dikenakan tambahan premi karena risiko yang lebih tinggi.
Adapun rate premi untuk perlindungan banjir dan angin topan berkisar antara 0,07% hingga 0,125% dari nilai kendaraan, tergantung wilayah dan jenis polis. Polis All Risk di Wilayah II, seperti Jakarta, memiliki rate antara 0,10% hingga 0,125% per tahun. Rate ini berlaku jika perlindungan banjir dimasukkan sebagai rider atau perluasan jaminan, dan akan dikenakan tambahan premi sesuai risiko yang ditanggung.
4. Bagaimana memilih asuransi mobil terbaik?
Berikut faktor-faktor yang perlu diperhatikan saat memilih asuransi mobil terbaik:
- Sesuaikan jenis polis (All Risk atau TLO) dengan usia dan nilai kendaraan.
- Bandingkan premi yang ditawarkan oleh beberapa perusahaan asuransi.
- Periksa jaringan bengkel rekanan untuk kemudahan perbaikan, semakin banyak semakin bagus.
- Evaluasi kemudahan proses klaim dan layanan tambahan (misalnya mobil pengganti).
- Pastikan tersedia rider tambahan seperti banjir jika diperlukan.
- Baca dan pahami syarat pengecualian risiko dalam polis.
5. Mobil tua usia di atas 5 tahun masih bisa diasuransi?
Menurut ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mobil berusia lebih dari 5 tahun masih dapat diasuransikan, terutama melalui polis Total Loss Only (TLO) karena risiko kerusakan yang lebih tinggi seiring usia kendaraan.
Beberapa perusahaan asuransi tetap menyediakan polis All Risk untuk mobil hingga usia 10–12 tahun, tetapi dengan syarat tambahan seperti inspeksi kondisi kendaraan dan penambahan premi dalam bentuk loading fee. Loading fee untuk mobil di atas 5 tahun berkisar 5% dari premi dasar per tahun dan meningkat seiring pertambahan usia kendaraan.
6. Bagaimana cara beli polis asuransi mobil online?
Membeli polis asuransi mobil secara online dapat dilakukan melalui situs resmi perusahaan asuransi atau platform aggregator asuransi. Calon pemegang polis cukup mengisi formulir digital, memilih jenis polis (All Risk atau TLO), menentukan nilai pertanggungan, dan melihat simulasi premi.
Setelah itu, pengguna dapat mengunggah dokumen yang diperlukan seperti STNK dan KTP, kemudian melakukan pembayaran secara digital. Polis akan diterbitkan dalam format digital dan dikirimkan melalui email atau akun pengguna di situs resmi.
7. Apa saja yang menentukan harga premi asuransi mobil?
Menurut Surat Edaran OJK No. 6/SEOJK.05/2017, premi asuransi mobil ditentukan berdasarkan beberapa faktor utama: nilai kendaraan, jenis polis, wilayah operasional, usia kendaraan, dan risiko tambahan seperti penggunaan kendaraan dan profil pengemudi.
All Risk dikenakan premi antara 1,05%–4,20% dari nilai mobil, sedangkan TLO sekitar 0,20%–1,50%. Mobil di atas 5 tahun akan dikenakan loading fee minimal 5% dari premi dasar per tahun. Sebagai contoh, jika harga mobil adalah Rp200 juta dan kamu memilih polis All Risk di Jakarta (Wilayah II), premi dasar dikenakan pada rate sekitar 2%. Maka, estimasi premi dasar adalah Rp4 juta per tahun.
8. Kenapa saya perlu punya asuransi mobil?
Asuransi mobil memberikan perlindungan finansial terhadap risiko kerusakan, kehilangan, atau bencana yang menimpa kendaraan. Tanpa perlindungan asuransi mobil, pemilik kendaraan harus menanggung sendiri biaya perbaikan yang sering kali tinggi dan mendadak, serta potensi kerugian materi lainnya.
Menurut data Korlantas Polri, terdapat lebih dari 148.000 kasus kecelakaan lalu lintas pada 2023, menjadikannya angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Studi dari Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan juga menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia tidak siap secara finansial untuk menghadapi risiko kecelakaan. Dengan angka kejadian setinggi itu, asuransi mobil menjadi bentuk mitigasi risiko yang logis dan krusial.
9. Apa perbedaan cakupan asuransi mobil listrik dan mobil konvensional?
Asuransi mobil listrik dan mobil konvensional memiliki cakupan yang serupa dalam hal dasar perlindungan seperti kerusakan, kehilangan, dan bencana alam. Namun, asuransi mobil listrik umumnya mencakup risiko khusus seperti kerusakan baterai, biaya penggantian komponen listrik, serta risiko kebakaran akibat malfungsi sistem kelistrikan.
Beberapa perusahaan asuransi juga mengharuskan inspeksi khusus dan memiliki premi yang sedikit lebih tinggi karena biaya suku cadang dan perbaikan mobil listrik cenderung lebih mahal. Penting bagi pemilik mobil listrik untuk memastikan bahwa polis mencakup komponen spesifik kendaraan seperti EV battery dan charger.
Demikianlah ulasan mengenai pertanyaan terkait asuransi, termasuk pertanyaan tentang hukum asuransi dalam sudut pandang Islam. Semoga bermanfaat, ya. Untuk mendapatkan informasi lainnya seputar asuransi, kamu bisa mengunjungi situs Roojai Indonesia.
Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang
Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan
|
Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!
Cek harga premi secara online
Bagikan: