Asuransi Mobil Syariah, Jenis, Manfaat dan Cara Memilihnya I Roojai.co.id

Asuransi mobil syariah adalah produk perlindungan kendaraan yang menggunakan prinsip syariah Islam, di mana peserta saling menanggung risiko melalui dana tabarru’ (tolong-menolong), tanpa unsur riba, gharar (ketidakpastian), dan maisir (judi).

Asuransi mobil syariah menjadi solusi perlindungan kendaraan bagi kamu yang ingin tetap sesuai dengan prinsip Islam sekaligus terlindungi dari berbagai risiko seperti kecelakaan, pencurian, atau kerusakan. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keuangan berbasis syariah, produk ini semakin diminati sebagai alternatif yang lebih transparan dan bebas dari unsur riba.

Berbeda dengan asuransi konvensional, asuransi mobil syariah mengedepankan konsep tolong-menolong (ta’awun) dengan sistem pengelolaan dana yang sesuai syariat. Dengan mekanisme ini, peserta saling berbagi risiko melalui dana bersama, sehingga memberikan perlindungan sekaligus ketenangan secara finansial dan spiritual.

Yuk, pelajari apa itu asuransi mobil syariah, cara kerjanya, manfaatnya, dan tips memilih produk yang tepat dalam artikel Roojai berikut ini.

Konten

  1. Apa Itu Asuransi Mobil Syariah?
  2. Perbedaan Asuransi Mobil Syariah dan Konvensional
  3. Jenis-Jenis Asuransi Mobil Syariah
    1. Manfaat Asuransi Mobil Syariah
      1. Cara Memilih Asuransi Mobil Syariah yang Tepat
        1. Cara Klaim Asuransi Mobil Syariah
          1. Asuransi All Risk Roojai untuk Perlindungan yang Maksimal
          2. Pertanyaan Seputar Asuransi Mobil Syariah

            Apa Itu Asuransi Mobil Syariah?

            Asuransi mobil syariah adalah produk perlindungan kendaraan yang berlandaskan prinsip syariah Islam berbasis tolong-menolong (ta’awun). Dalam sistem ini, perusahaan asuransi hanya bertindak sebagai pengelola dana (operator) yang mendapatkan ujrah (fee) atas jasanya, bukan sebagai pemilik dana.

            Di sisi lain, peserta asuransi diwajibkan membayar sejumlah kontribusi yang sebagian besar akan masuk ke dalam dana tabarru’ (dana kebajikan). Dana ini digunakan untuk membantu peserta lain yang mengalami musibah, seperti kecelakaan atau kehilangan kendaraan. Dengan demikian, konsep yang digunakan bukan transfer risiko, melainkan berbagi risiko antar peserta.

            Selain mengikuti prinsip dasar asuransi syariah seperti bebas riba, gharar, dan maisir, produk asuransi mobil syariah juga tunduk pada standar polis yang berlaku di Indonesia, yaitu PSAKBI (Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia). PSAKBI mengatur ketentuan umum terkait jaminan perlindungan, pengecualian, hingga prosedur klaim, sehingga memberikan kepastian hukum dan transparansi bagi peserta.

            Jika setelah periode tertentu terdapat kelebihan dana (surplus underwriting), dana tersebut dapat dibagikan kembali kepada peserta sesuai ketentuan atau disimpan sebagai cadangan untuk periode berikutnya. Hal ini berbeda dengan asuransi konvensional, di mana premi yang dibayarkan menjadi milik perusahaan asuransi dan dikelola untuk memperoleh keuntungan.

            Perbedaan Asuransi Mobil Syariah dan Konvensional

            Perbedaan asuransi mobil syariah dan konvensional terletak pada konsep dasar pengelolaan risiko dan dana. Asuransi syariah menggunakan sistem berbagi risiko (risk sharing), di mana peserta saling membantu melalui dana bersama. Sementara itu, asuransi konvensional menggunakan sistem pengalihan risiko (risk transfer), di mana risiko sepenuhnya dialihkan kepada perusahaan asuransi.

            Perbedaan ini tidak hanya memengaruhi cara kerja, tetapi juga transparansi, pembagian keuntungan, hingga aspek hukum dan kehalalan produk. Berikut perbandingan lengkapnya:

            AspekAsuransi Mobil SyariahAsuransi Mobil Konvensional
            KonsepTolong-menolong (ta’awun)Jual beli risiko
            RisikoRisk sharing (berbagi risiko)Risk transfer (alih risiko)
            Kepemilikan danaMilik pesertaMilik perusahaan
            Peran perusahaanPengelola (operator)Penanggung risiko
            AkadTabarru’, wakalah, mudharabahJual beli / indemnity
            KlaimDari dana bersamaDari dana perusahaan
            KeuntunganDibagi (bagi hasil)Milik perusahaan
            Surplus underwritingBisa dibagi ke pesertaTidak ada
            InvestasiHarus halalBisa mengandung bunga
            PengawasanOJK + DPS (syariah)OJK saja
            Dana hangusUmumnya tidakBisa hangus

            Jenis-Jenis Asuransi Mobil Syariah

            Sama seperti asuransi konvensional, asuransi mobil syariah juga menawarkan dua jenis perlindungan utama, yaitu All Risk dan TLO Syariah. Berikut perbedaan antara kedua jenis asuransi mobil ini untuk membantumu memilih mana yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu.

            Asuransi Mobil Syariah All Risk

            Asuransi mobil All Risk atau comprehensive memberikan perlindungan menyeluruh terhadap segala bentuk kerusakan, baik kecil maupun besar. Biasanya, All Risk cocok untuk mobil baru hingga usia maksimal 10 tahun agar tetap dalam kondisi optimal tanpa khawatir akan biaya perbaikan akibat kejadian tak terduga. 

            Sesuai namanya, asuransi mobil All Risk menanggung berbagai jenis risiko, seperti:

            Karena cakupannya yang luas, premi asuransi All Risk Syariah lebih tinggi dibandingkan TLO. Namun, manfaat perlindungannya sebanding dengan biaya yang dibayarkan.

            Asuransi Mobil Syariah TLO (Total Loss Only)

            Berbeda dengan All Risk, asuransi mobil syariah TLO hanya memberikan perlindungan terhadap kerusakan total atau kehilangan kendaraan. Asuransi mobil TLO menanggung kehilangan kendaraan akibat pencurian dan kerusakan total dengan tingkat kerusakan lebih dari 75% dari nilai kendaraan.

            Artinya, asuransi mobil Total Loss Only tidak menanggung kerusakan ringan seperti lecet, penyok kecil, atau baret. Itulah mengapa, premi asuransi TLO Syariah lebih murah dan biasanya disarankan untuk mobil bekas atau mobil dengan usia hingga 15 tahun. 

            Manfaat Asuransi Mobil Syariah

            Asuransi mobil syariah menawarkan berbagai manfaat yang tak hanya sebatas pada perlindungan kendaraan saja. Nah, berikut ini adalah manfaat asuransi mobil Syariah yang bisa kamu dapatkan. 

            1. Keamanan finansial sesuai prinsip syariah

            Salah satu manfaat utama asuransi mobil syariah adalah keamanan finansial yang sesuai dengan prinsip syariah. Dalam sistem ini, peserta tidak hanya mendapatkan perlindungan kendaraan dari berbagai risiko, tetapi juga terhindar dari unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan maysir (judi) yang dilarang dalam Islam.

            Dengan adanya asuransi syariah, pemilik kendaraan bisa merasa lebih tenang karena perlindungan yang diberikan tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga sesuai dengan aturan syariah yang diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Daftar lengkap perusahaan asuransi syariah yang diawasi oleh DPS situs resmi Dewan Syariah Nasional (DSN).

            2. Transparansi dalam pengelolaan dana

            Dalam asuransi konvensional, premi yang dibayarkan oleh peserta menjadi milik perusahaan asuransi dan digunakan untuk investasi demi keuntungan perusahaan. Sebaliknya, dalam asuransi syariah, dana yang terkumpul dari peserta dikelola secara transparan dan hanya digunakan untuk kepentingan bersama.

            Setiap peserta memiliki hak untuk mengetahui bagaimana dana mereka dikelola, termasuk bagaimana dana tabarru’ digunakan untuk menanggung klaim peserta lain. Selain itu, perusahaan asuransi syariah hanya bertindak sebagai pengelola (operator) dan memperoleh ujrah (fee) atas jasanya, bukan sebagai pemilik dana.

            3. Keuntungan berbagi risiko (Tabarru’)

            Konsep tabarru’ atau dana kebajikan adalah salah satu keunggulan utama asuransi syariah. Dalam sistem ini, peserta asuransi saling membantu dan berbagi risiko dengan cara mengumpulkan dana tabarru’ yang akan digunakan untuk membayar klaim peserta lain yang mengalami musibah.

            Selain memberikan manfaat finansial bagi individu, konsep ini juga menanamkan nilai solidaritas dan kepedulian dalam masyarakat. Peserta tidak hanya mendapatkan perlindungan untuk kendaraan saja, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membantu peserta lain yang membutuhkan.

            Cara Memilih Asuransi Mobil Syariah yang Tepat

            Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, penting bagi kamu untuk memilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Simak panduan lengkap dalam memilih asuransi mobil syariah yang tepat sebagai berikut. 

            1. Memahami kebutuhan perlindungan kendaraan

            Sebelum memilih asuransi, tentukan kebutuhan perlindungan kendaraanmu. Asuransi All Risk syariah cocok untuk mobil baru dengan perlindungan menyeluruh terhadap segala bentuk kerusakan, baik kecil maupun besar.

            Sementara asuransi TLO (Total Loss Only) lebih sesuai untuk mobil yang lebih tua atau digunakan harian dengan perlindungan dari kehilangan atau kerusakan total (lebih dari 75% dari nilai kendaraan).

            Jika kamu sering berkendara di area padat lalu lintas dengan risiko kecelakaan tinggi, asuransi All Risk Syariah lebih direkomendasikan. Namun, jika kamu hanya ingin perlindungan dari risiko besar, TLO bisa menjadi pilihan yang lebih hemat biaya.

            2. Mengevaluasi perusahaan asuransi syariah

            Pastikan perusahaan asuransi yang dipilih memiliki kredibilitas yang baik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

            3. Memastikan bengkel rekanan dan layanan klaim

            Cek daftar bengkel rekanan yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Semakin banyak pilihan bengkel rekanan, semakin mudah mendapatkan layanan perbaikan kendaraan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

            Selain itu, pastikan bahwa proses klaim asuransi tidak berbelit-belit dan didukung oleh layanan pelanggan yang responsif.

            Memilih asuransi mobil itu soal kenyamanan dan perlindungan jangka panjang. Temukan produk asuransi mobil yang sesuai prinsip dan gaya hidupmu hanya di Roojai.

            Cara Klaim Asuransi Mobil Syariah

            Jika kendaraan mengalami kerusakan atau kehilangan, kamu bisa mengajukan klaim asuransi dengan mengikuti prosedur berikut.

            Prosedur pengajuan klaim

            Ketika kamu mengalami kerusakan atau kehilangan kendaraan, segera lakukan langkah-langkah berikut untuk mengajukan klaim:

            Dokumen yang diperlukan

            Agar klaim dapat diproses dengan cepat, pastikan kamu telah menyiapkan dokumen berikut:

            Pastikan semua dokumen yang diminta sudah lengkap, ya! Semakin lengkap dokumen yang kamu ajukan, semakin cepat proses klaim dapat dilakukan.

            Estimasi waktu pencairan klaim

            Setelah semua dokumen diterima, perusahaan asuransi akan melakukan proses verifikasi. Waktu pencairan klaim umumnya tergantung pada tingkat kerusakan dan kelengkapan dokumen, dengan estimasi sebagai berikut:

            Jika klaim mengalami keterlambatan, segera hubungi pihak asuransi untuk mendapatkan update status klaim.

            Asuransi All Risk Roojai untuk Perlindungan yang Maksimal

            Asuransi mobil syariah adalah pilihan tepat bagi pemilik kendaraan yang ingin mendapatkan perlindungan finansial dengan prinsip Islami. Dengan sistem yang transparan dan berbasis gotong royong, peserta tidak hanya mendapatkan perlindungan kendaraan, tetapi juga ikut serta dalam membantu sesama.

            Jika kamu mencari asuransi kendaraan terbaik, asuransi mobil All Risk dari Roojai bisa menjadi pilihan! Dengan premi hemat hingga 25%, kamu bisa mendapatkan perlindungan kendaraan terbaik dan Roojai Rewards hingga Rp2.500.000.

            Selain itu, Roojai juga menyediakan berbagai fasilitas tambahan, seperti layanan bantuan darurat 24 jam, pilihan lebih dari 800 bengkel rekanan berkualitas, hingga fitur fleksibel dalam memilih jenis perlindungan sesuai kebutuhanmu

            Dengan asuransi mobil All Risk dari Roojai, kamu bisa mendapatkan perlindungan optimal untuk kendaraan tanpa perlu khawatir dengan biaya tak terduga akibat kecelakaan, pencurian, atau kerusakan lainnya.

            Pertanyaan Seputar Asuransi Mobil Syariah

            Apakah halal membayar asuransi mobil secara bulanan?

            Membayar asuransi mobil syariah secara bulanan diperbolehkan dan tetap halal selama akad dan sistem yang digunakan sesuai prinsip syariah. Pembayaran bulanan hanya merupakan metode pembayaran kontribusi, bukan mengubah konsep dasar asuransi.

            Dalam asuransi syariah, dana yang dibayarkan akan masuk ke dana tabarru’ (dana bersama) dan dikelola secara transparan tanpa unsur riba, gharar, atau maisir. Selama perusahaan asuransi mengikuti prinsip ini dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS), maka pembayaran bulanan tetap sesuai syariat.

            Apa kekurangan dari asuransi syariah?

            Meskipun memiliki banyak keunggulan, asuransi syariah juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu kamu pertimbangkan:

            Namun, kekurangan tersebut umumnya tidak mengurangi manfaat utama asuransi syariah, terutama bagi kamu yang mengutamakan prinsip keuangan sesuai syariat dan transparansi pengelolaan dana.

            Heru Panatas

            Ditulis oleh

            Heru Panatas

            Motor Vehicle Claim Manager

            Heru merupakan lulusan Universitas Diponegoro. Beliau memiliki pengalaman dalam manajemen layanan pelanggan selama 10 tahun. Heru juga sudah bekerja dibidang asuransi selama 19 tahun dan memiliki beberapa sertifikasi terkait asuransi seperti, Ahli Asuransi Kerugian - Indonesia (AAI-K) dari Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), Indonesian Certified Claim Administrator (ICCA), Certified Indonesian Insurance and Reinsurance Brokers (CIIB), ANZIIF (Senior Associate) CIP, and Certification of Competence Insurance Broker. Sebagai Motor Vehicle Claim Manager, saat ini Heru senang berbagi informasi dan tips seputar asuransi mobil.

            Bagikan: