Tingkat keparahan penyakit kanker biasanya dibedakan berdasarkan penyebarannya, ukuran tumor, dan bentuk sel. Umumnya orang hanya mengetahui sistem stadium kanker melalui penomoran saja. Padahal, sistem yang digunakan untuk menentukan stadium dalam kanker ada berbagai jenis.

Ketahui lebih lanjut perbedaan antara sistem stadium dalam penyakit kanker melalui ulasan berikut ini!

Konten

  1. Sistem yang Digunakan untuk Menentukan Stadium Kanker
  2. Tingkatan Stadium Kanker
    1. Kenapa Stadium Kanker Perlu Ditentukan?
    2. Cara Menentukan Stadium dalam Kanker
    3. Lindungi Kesehatanmu dari Risiko Penyakit Serius

    Sistem yang Digunakan untuk Menentukan Stadium Kanker

    Umumnya tenaga kesehatan menggunakan sistem yang dikembangkan oleh American Joint Committee on Cancer. Sistem yang terbagi menjadi tiga bagian ini dikenal dengan sistem TNM. Sistem ini menggunakan huruf dan angka pada kanker untuk menggambarkan tumor (T), kelenjar getah bening (N), dan berapa banyak kanker yang telah menyebar (M).  

    Lewat sistem ini, tenaga kesehatan bisa menentukan stadiur secara menyeluruh:  

    1. Tumor (T): memberi informasi ukuran, berapa banyak, dan apakah sel kanker sudah menyebar ke jaringan atau organ lain. Contoh, T0 menggambarkan tidak ada tumor yang bisa diukur. Semakin tinggi angkanya, semakin besar ukuran tumor.  
    2. Kelenjar Getah Bening (N): menjelaskan apakah kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening. Hasil pemeriksaan N0 berarti kelenjar getah bening belum terkena kanker. Semakin tinggi angka, semakin banyak sel kanker yang ditemukan pada kelenjar getah bening.  
    3. Metastasis (M): Kategori ini menentukan apakah kanker sudah menyebar ke organ atau jaringan lain. M0 menunjukkan kanker belum menyebar ke organ lain.  

    Nggak semua jenis kanker menggunakan pengkategorian TNM untuk menentukan stadium. Misalnya kanker otak dan sistem saraf pusat nggak punya sistem untuk menentukan stadium. Pasalnya, kanker di otak jarang menyebar ke organ-organ lain. Sementara untuk kanker darah biasanya digunakan sistem Rai, Lugano atau Binet.

    Sayangnya, saat ini masih ada banyak mitos yang tersebar terkait penyebab kanker. Padahal penyebab pasti penyakit ini sulit diidentifikasi. Karena itu, sebaiknya tidak mudah percaya berita yang tersebar, ya!

    Tingkatan Stadium Kanker

    Informasi yang dikumpulkan untuk menentukan TNM tersebut kemudian digunakan untuk menetapkan stadium kanker yang diidap pasien. Sebagian besar kanker punya 4 stadium, beberapa lagi punya stadium 0. Berikut ini penjelasan selengkapnya:

    Stadium 0

    Stadium ini merupakan tahap kanker pertama atau pra-kanker. Artinya, sel kanker belum terlihat, hanya terdapat sel-sel abnormal dengan potensi menjadi kanker. Stadium ini juga dikenal dengan karsinoma in situ.  

    Stadium I dan II

    Pada stadium ini, kanker masih bercokol di satu area tubuh saja. Kanker stadium I biasanya berukuran lebih kecil. 

    Stadium III

    Menunjukkan ukuran kanker yang lebih besar dan telah menyebar ke jaringan lain di dekat kelenjar getah bening.  

    Stadium IV

    Menunjukkan kanker yang telah menyebar luas ke beberapa bagian/organ tubuh atau bahkan ke seluruh tubuh, disebut juga dengan stadium lanjut atau metastasis. 

    Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar kemungkinan kesintasan pasien. Disebutkan dalam situs Kementerian Kesehatan Indonesia, penelitian yang dilakukan oleh Cancer Research UK, menunjukkan untuk delapan jenis kanker 80% pasien bertahan hidup setidaknya selama 10 tahun setelah diagnosa pada stadium I atau II. Akan tetapi, kelangsungan hidup turun menjadi sekitar 25% pada pasien yang didiagnosis pada stadium III atau IV.  

    Oleh sebab itu, deteksi dini kanker perlu dilakukan untuk bisa menemukan sel kanker pada tahap awal, yang memungkinkan efektivitas pengobatan dan mencegah kematian pada usia muda.  

    Sayangnya, di negara berkembang, diagnosa dan pengobatan kanker umumnya dilakukan pada stadium tinggi. Yang artinya juga membuat biaya pengobatan lebih tinggi serta angka kesintasan hidup pengidap dan kualitas hidup pengidap rendah. Menurut World Health Organisation (WHO) menyebutkan, diagnosa dan pengobatan yang terlambat menyebabkan 67% pasien kanker meninggal sebelum mereka mencapai usia 70 tahun. 

    Akan tetapi, pengobatan kanker saat ini sudah semakin maju seiring perkembangan teknologi di dunia medis. Pilihan obat dan terapi medis juga banyak tersedia.  

    Kasus kanker di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Ketahui 5 jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia!

    Kenapa Stadium Kanker Perlu Ditentukan?

    Penentuan stadium membantu dokter dalam memberikan penanganan yang tepat. Misalnya menentukan tipe operasi dan apakah terapi kemoterapi perlu dilakukan atau tidak terhadap pasien. Dengan mengetahui tingkat keparahannya, dapat membantu seluruh tim medis yang menangani dalam menjelaskan mengenai diagnosa kondisi pasien.

    Penentuan kstaidum juga perlu dilakukan untuk membantu hal ini:  

    Cara Menentukan Stadium dalam Kanker

    Pemeriksaan fisik dan beberapa tes dilakukan untuk menentukan clinical staging, sebuah prediksi yang didasari oleh seberapa jauh sel kanker telah menyebar. Staging ini dilakukan sebelum tenaga medis menentukan penanganan untuk pasien.  

    Untuk melakukan clinical staging, dokter menggunakan informasi dari pemeriksaan fisik, riwayat medis, pemeriksaan darah, pemeriksaan laboratorium dan juga pemindaian seperti: 

    Selain pemeriksaan di atas, juga bisa dilakukan biopsi, yaitu pengambilan sebagian kecil jaringan untuk diperiksa menggunakan mikroskop.

    Lindungi Kesehatanmu dari Risiko Penyakit Serius

    Mengenal stadium dalam kanker membantu kamu memahami tingkat keparahan penyakit dan menentukan penanganan medis yang tepat sejak dini. Semakin tinggi stadium kanker, biasanya semakin kompleks perawatan yang dibutuhkan dan semakin besar pula biaya medis yang harus dipersiapkan.

    Untuk menghadapi risiko kesehatan seperti ini dengan lebih tenang, pertimbangkan memiliki asuransi kesehatan online dari Roojai. Kamu bisa menyesuaikan manfaat perlindungan sesuai kebutuhan, membeli polis secara online dengan mudah, dan menikmati kemudahan klaim cashless di ribuan rumah sakit rekanan saat perawatan dibutuhkan.

    Dr. Amalia Ika N

    Ditulis oleh

    Dr. Amalia Ika N

    Medical Claim Manager

    Sebagai lulusan fakultas kedokteran di Universitas Atma Jaya, dr Amalia sudah bekerja dibidang Kesehatan selama 2 tahun dan pernah memiliki sertifikat dibidang Kesehatan seperti ACLS dan Hiperkes. dr Amalia juga sudah bekerja dibidang asuransi selama 11 tahun dan memiliki beberapa sertifikat untuk Underwriting & Claim, Basic Sharia dan Risk Management . Saat ini dr Amalia sebagai Medical Claim Manager senang berbagi tips dan pengetahuan seputar asuransi dan kesehatan.

    Bagikan: