kanker tiroid | roojai.co.id

Kanker tiroid adalah kanker yang dimulai di tiroid, kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di pangkal leher. Menurut Mayo Clinic, kanker ini cukup berbahaya karena tiroid menghasilkan hormon yang mengatur detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, hingga berat badan.

Pada awalnya, kanker tiroid mungkin tidak menimbulkan gejala pada penderitanya. Namun, seiring waktu, penyakit ini akan mulai menimbulkan tanda dan gejala seperti pembengkakan pada leher, perubahan suara, dan kesulitan menelan.

Lantas, seperti apa gejala lain yang menandakan kanker tiroid? Apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengobati kanker tiroid? Berikut ulasan lengkap mengenai kanker pada kelenjar tiroid!

Konten

  1. Gejala Kanker Tiroid
  2. Penyebab Kanker Tiroid
  3. Cara Mengobati Kanker Tiroid
    1. Jangan Lupa Perlindungan Asuransi

    Gejala Kanker Tiroid

    Kanker tiroid bukanlah salah satu dari 5 jenis kanker terbanyak di Indonesia. Akan tetapi, jika menemukan gejala khas kanker tiroid seperti pembengkakan leher, maka ada baiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Biasanya, pembengkakan mungkin hanya ada satu atau beberapa. Ini mungkin berhubungan dengan perluasan kelenjar leher.

    Selain itu, individu yang mengidap kanker tiroid pada tahap awal mungkin mengalami penurunan berat badan, nafsu makan berkurang, sensitif pada suhu dingin, dan gejala hipotiroidisme terkait lainnya.

    Jika terjadi pembesaran tiroid dalam waktu lama, maka kemungkinan gejala yang muncul adalah kesulitan bernapas dan menelan, hingga suara serak karena tenggorokan terjepit oleh pembengkakan yang cukup besar pada area tersebut.

    Ketika melakukan pemeriksaan, dokter biasanya tidak hanya menanyakan gejala, tetapi riwayat dan kondisi kesehatan pasien. Kemudian, terdapat beberapa prosedur yang biasa dilakukan untuk mendiagnosa kanker tiroid, yaitu:

    Penyebab Kanker Tiroid

    Hingga saat ini, belum diketahui dengan pasti penyebab kanker tiroid. Tetapi, kondisi ini diduga terjadi akibat kelainan genetik yang menyebabkan pertumbuhan sel-sel di kelenjar tiroid menjadi tidak terkendali sehingga merusak jaringan di sekitarnya.

    Meskipun penyebabnya belum bisa dipastikan, ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker tiroid, yaitu:

    1. Menderita penyakit tiroid seperti peradangan kelenjar tiroid (tiroiditis) dan penyakit gondok, lebih berisiko mengalami kanker tiroid.
    2. Memiliki riwayat paparan radiasi.
    3. Memiliki riwayat kanker tiroid dalam keluarga.
    4. Menderita kelainan genetik tertentu seperti familial adenomatous polyposis (FAP), multiple endocrine neoplasia, dan sindrom Cowden, juga dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kanker tiroid.
    5. Berjenis kelamin perempuan karena lebih rentan terserang kanker tiroid dibandingkan kaum pria.
    6. Memiliki kondisi medis tertentu yang bisa meningkatkan risiko kanker tiroid seperti akromegali dan obesitas.

    Jangan tunda lagi untuk pilih asuransi kesehatan yang memudahkan kamu akses layanan medis rawat jalan tanpa khawatir soal biaya. Roojai punya asuransi kesehatan rawat jalan dengan kemudahan klaim cashless di lebih dari 2000 rumah sakit rekanan.

    Cara Mengobati Kanker Tiroid

    Setelah terdiagnosa kanker tiroid, umumnya dokter akan memberikan cara pengobatan yang cukup umum untuk penderita kanker jenis ini. Berikut ini pengobatan untuk kanker tiroid sesuai jenis dan stadium kanker yang diderita oleh pasien:

    1. Operasi tiroidektomi

    Operasi tiroid dilakukan untuk mengangkat sebagian kelenjar tiroid (hemithyroidectomy) atau seluruhnya (tiroidektomi total). Pemilihan jenis operasi akan disesuaikan dengan jenis dan ukuran kanker tiroid, serta apakah sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    2. Terapi pengganti hormon

    Terapi pengganti hormon tiroid untuk pasien yang menjalani tiroidektomi total karena pengangkatan menyeluruh kelenjar tiroid menyebabkan produksi hormon tiroid terhenti.

    3. Pengaturan kadar kalsium

    Operasi pengangkatan kelenjar tiroid sering kali memengaruhi kelenjar paratiroid sehingga kadar kalsium dalam darah bisa terpengaruh. Itu sebabnya, setelah pasien menjalani operasi pengangkatan tiroid, dokter akan melakukan pemantauan kadar kalsium dalam darah. 

    4. Terapi iodium radioaktif

    Pengobatan ini bertujuan untuk menghancurkan sel-sel kanker di kelenjar tiroid dan mencegahnya muncul kembali.

    5. Radioterapi

    Radioterapi dapat dilakukan dengan cara memancarkan gelombang berenergi tinggi ke area leher. Metode pengobatan ini biasanya dilakukan untuk menangani kanker tiroid tahap lanjut atau kanker tiroid anaplastik.

    6. Kemoterapi

    Pemberian obat-obat kemoterapi bertujuan untuk membunuh sel kanker yang sudah mulai menyebar hingga ke bagian tubuh lainnya. Metode ini biasanya diterapkan untuk mengobati kanker tiroid anaplastik. Tapi perlu kamu tahu jika jenis kemoterapi untuk kanker itu berbeda-beda, pastikan kamu meminum obat sesuai dengan dosis dokter.

    Jangan Lupa Perlindungan Asuransi

    Kanker tiroid bisa muncul dengan gejala yang ringan seperti benjolan di leher atau perubahan suara, namun tetap perlu pemeriksaan medis lebih lanjut agar dapat ditangani sejak awal. Proses diagnosis, biopsi, atau perawatan seperti operasi dan terapi radiasi sering kali memerlukan biaya yang tidak sedikit jika dilakukan tanpa perlindungan kesehatan.

    Supaya kamu bisa fokus pada perawatan tanpa cemas soal biaya, pertimbangkan asuransi kesehatan dari Roojai. Kamu bisa membeli asuransi secara online dengan mudah dan mendapatkan harga terbaik ketika memilih pembayaran premi tahunan, sehingga perlindungan kesehatanmu optimal tanpa membebani keuangan.

    Dr. Amalia Ika N

    Ditulis oleh

    Dr. Amalia Ika N

    Medical Claim Manager

    Sebagai lulusan fakultas kedokteran di Universitas Atma Jaya, dr Amalia sudah bekerja dibidang Kesehatan selama 2 tahun dan pernah memiliki sertifikat dibidang Kesehatan seperti ACLS dan Hiperkes. dr Amalia juga sudah bekerja dibidang asuransi selama 11 tahun dan memiliki beberapa sertifikat untuk Underwriting & Claim, Basic Sharia dan Risk Management . Saat ini dr Amalia sebagai Medical Claim Manager senang berbagi tips dan pengetahuan seputar asuransi dan kesehatan.

    Bagikan: