
Biaya operasi hernia di rumah sakit cukup beragam. Sebagai contoh, tarif repair defek hernia umbilikal sebesar Rp6,72 juta–Rp8,736 juta per tindakan, sedangkan laparoskopi repair hernia unilateral sebesar Rp44,011 juta–Rp57,214 juta. Angka ini merupakan tarif tindakan dan dapat berbeda tergantung kelas perawatan serta kebijakan rumah sakit.
Hernia, yang juga dikenal sebagai turun berok, terjadi ketika jaringan atau organ menonjol melalui bagian dinding perut yang lemah. Jika dokter menyarankan operasi, biaya yang perlu disiapkan dapat berbeda-beda karena dipengaruhi jenis hernia, metode operasi, kondisi pasien, kelas perawatan, dan layanan tambahan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas estimasi biaya operasi hernia, perbedaan operasi terbuka dan laparoskopi, komponen yang dapat menambah tagihan, hingga cara memeriksa manfaat penyakit hernia dalam polis asuransi kesehatan.
Berapa Biaya Operasi Hernia di Rumah Sakit?
Biaya operasi hernia di rumah sakit cukup beragam. Sebagai contoh, tarif herniotomy dewasa kelas 3 di RS Islam Aminah tercantum sebesar Rp4,412 juta. Sementara di RSOMH, tarif repair defek hernia umbilikal kelas reguler sebesar Rp6,72 juta dan laparoskopi repair hernia unilateral sebesar Rp44,011 juta per tindakan. Perbedaan tarif dapat dipengaruhi oleh jenis tindakan dan kelas perawatan.
Berikut beberapa contoh tarif operasi hernia yang dipublikasikan rumah sakit, seperti yang dikutip dari daftar tarif RS Islam Aminah dan RSOMH:
| Rumah sakit | Tindakan | Kelas perawatan | Tarif per tindakan |
|---|---|---|---|
| RS Islam Aminah | Herniotomy dewasa | Kelas 3 | Rp4,412 juta |
| RSOMH | Repair defek hernia umbilikal | Reguler/Kelas III–I | Rp6,72 juta |
| RSOMH | Operasi hernia dengan komplikasi (hernia inkarserata) | Reguler/Kelas III–I | Rp8,75 juta |
| RSOMH | Laparoskopi repair hernia unilateral | Reguler/Kelas III–I | Rp44,011 juta |
Tarif pada tabel adalah contoh harga per tindakan di beberapa rumah sakit. Angka tersebut tidak dapat dianggap sebagai tarif nasional dan belum tentu mencakup seluruh komponen tagihan, seperti kamar, obat, pemeriksaan penunjang, anestesi, bahan medis, atau kontrol setelah operasi. Karena itu, minta rincian estimasi biaya dari rumah sakit sebelum tindakan dilakukan.
Apa Saja yang Memengaruhi Biaya Operasi Hernia?
Selain jenis tindakan, beberapa hal berikut dapat membuat biaya operasi hernia berbeda:
- Jenis dan lokasi hernia: Hernia umbilikal, inguinal, insisional, dan jenis lainnya dapat memerlukan tindakan yang berbeda.
- Metode operasi: Operasi terbuka dan laparoskopi menggunakan teknik serta peralatan yang berbeda.
- Ada atau tidaknya komplikasi: Hernia yang terjepit atau mengalami gangguan aliran darah dapat membutuhkan penanganan lebih kompleks.
- Kelas kamar dan lama rawat: Pilihan kamar serta kebutuhan perawatan setelah operasi memengaruhi total biaya.
- Anestesi dan bahan medis: Biaya dokter anestesi, obat, mesh, serta bahan habis pakai dapat dihitung terpisah sesuai kebijakan rumah sakit.
- Pemeriksaan dan kontrol: Konsultasi, pemeriksaan penunjang, rawat jalan, serta kontrol pascaoperasi juga perlu diperhitungkan.
Jenis Operasi Hernia
Dokter dapat mempertimbangkan operasi terbuka atau laparoskopi berdasarkan lokasi, ukuran, jenis hernia, kondisi kesehatan, dan riwayat operasi pasien.
Operasi terbuka
Pada operasi terbuka, dokter membuat sayatan di area hernia, mengembalikan jaringan yang menonjol, lalu memperkuat dinding perut dengan jahitan atau mesh bila diperlukan. Metode ini dapat dipilih pada berbagai kondisi dan tidak selalu membutuhkan peralatan laparoskopi.
Operasi laparoskopi
Operasi laparoskopi menggunakan kamera dan instrumen berukuran kecil yang dimasukkan melalui beberapa sayatan kecil. Prosedur ini umumnya dilakukan dengan anestesi umum. Pada daftar tarif RSOMH, laparoskopi repair hernia unilateral tercantum Rp44,011 juta untuk kelas reguler hingga Rp57,214 juta untuk kelas VVIP per tindakan. Tarif aktual di rumah sakit lain dapat berbeda.
Tarif laparoskopi pada contoh tersebut lebih tinggi daripada beberapa tindakan operasi terbuka, tetapi laparoskopi tidak selalu lebih mahal. Perbandingan biaya tetap bergantung pada jenis hernia, kompleksitas tindakan, kelas perawatan, dan komponen biaya yang dihitung rumah sakit.
Konsultasikan pilihan metode dengan dokter bedah karena metode yang paling tepat tidak ditentukan oleh harga saja, tetapi juga oleh jenis hernia dan kondisi pasien.
Kapan Hernia Perlu Dioperasi?
Keputusan operasi dibuat oleh dokter setelah pemeriksaan. Operasi dapat dipertimbangkan ketika hernia menimbulkan keluhan, membesar, mengganggu aktivitas, atau berisiko mengalami komplikasi. Hernia yang terasa sangat nyeri, sulit didorong kembali, atau disertai keluhan yang memburuk perlu segera diperiksakan.
Untuk memahami jenis dan gejalanya sebelum menentukan tindakan, lihat informasi tentang jenis dan gejala hernia. Jangan menunda konsultasi untuk mengganti pemeriksaan medis dengan pijat atau penanganan mandiri. Dokter perlu memastikan diagnosis dan menentukan apakah operasi memang diperlukan.
Cara Menggunakan Asuransi untuk Operasi Hernia
Sebagian polis asuransi kesehatan dapat memberikan manfaat untuk rawat inap dan tindakan operasi, tetapi penjaminan selalu mengikuti ketentuan polis. Setelah dokter merekomendasikan operasi, lakukan langkah berikut:
1. Periksa cakupan manfaat
Baca ringkasan manfaat dan ketentuan polis. Pastikan tindakan operasi, rawat inap, anestesi, mesh, obat, pemeriksaan, dan kontrol pascaoperasi termasuk dalam manfaat. Jika ada istilah yang tidak dipahami, minta penjelasan tertulis dari penyedia asuransi.
2. Cek masa tunggu dan kondisi yang sudah ada
Pastikan masa tunggu polis sudah terlewati dan periksa ketentuan untuk penyakit atau kondisi yang sudah ada sebelum polis aktif. Informasikan riwayat kesehatan dengan jujur agar proses penjaminan dan klaim tidak bermasalah.
3. Hitung limit dan biaya pribadi
Periksa limit tahunan, sublimit tindakan operasi, batas kamar, deductible, co-payment, dan kemungkinan selisih biaya. Bandingkan ketentuan tersebut dengan estimasi dari rumah sakit agar kamu mengetahui perkiraan biaya yang masih harus dibayar sendiri.
Baca juga: Biaya Asuransi Kesehatan dan Faktor yang Memengaruhinya
4. Pilih rumah sakit dan dokter rekanan
Pastikan rumah sakit dan dokter bedah termasuk dalam jaringan polis jika ingin menggunakan layanan cashless. Tanyakan juga apakah pilihan kelas kamar dan metode operasi yang direkomendasikan dokter sesuai dengan manfaat polis.
5. Minta persetujuan sebelum tindakan
Tanyakan apakah perusahaan asuransi memerlukan pre-authorization atau surat jaminan. Biasanya, penyedia asuransi akan meminta diagnosis, rekomendasi operasi, hasil pemeriksaan, dan estimasi biaya dari rumah sakit sebelum memberikan persetujuan.
6. Siapkan dokumen untuk klaim
Simpan kartu atau nomor polis, identitas, diagnosis, surat rekomendasi operasi, hasil pemeriksaan, rincian tagihan, kuitansi, dan ringkasan pulang. Jika menggunakan sistem reimbursement, ikuti batas waktu serta format dokumen yang ditetapkan penyedia asuransi. Konfirmasi manfaat langsung kepada penyedia asuransi sebelum operasi.
Baca juga: Cara Klaim Asuransi Kesehatan dan Tipsnya Agar Tidak Ditolak
Risiko Jika Hernia Tidak Dioperasi?
Tidak semua hernia langsung membutuhkan operasi. Hernia yang kecil dan tidak menimbulkan keluhan dapat dipantau sesuai anjuran dokter. Namun, hernia dapat membesar atau menimbulkan masalah jika dibiarkan tanpa evaluasi dan penanganan yang tepat.
Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:
- Benjolan semakin membesar: Dinding perut yang lemah dapat membuat lebih banyak jaringan menonjol. Benjolan juga bisa menjadi lebih sulit dikembalikan ke posisi semula dan lebih mengganggu aktivitas.
- Nyeri dan ketidaknyamanan kronis: Hernia dapat menimbulkan rasa nyeri, perih, berat, atau tertarik, terutama saat berdiri lama, batuk, membungkuk, atau mengangkat beban.
- Benjolan sulit didorong kembali: Jaringan yang menonjol dapat terjebak di celah dinding perut. Kondisi ini disebut hernia inkarserata dan perlu segera diperiksakan.
- Gangguan buang air: Jika bagian usus ikut terjebak, saluran pencernaan dapat tersumbat. Tandanya dapat berupa perut kembung, mual, muntah, sulit buang air besar, atau tidak bisa buang angin.
- Aliran darah ke jaringan terputus: Hernia yang terjebak dapat mengalami strangulasi, yaitu terhentinya aliran darah ke jaringan. Ini merupakan keadaan darurat yang dapat ditandai nyeri hebat yang makin memburuk, benjolan keras atau berubah warna menjadi merah, ungu, atau gelap, demam, serta mual dan muntah.
Segera cari pertolongan medis jika benjolan tiba-tiba terasa sangat nyeri, menjadi keras, berubah warna, tidak dapat didorong kembali, atau disertai muntah dan sulit buang air. Dokter akan menentukan apakah kondisi tersebut membutuhkan operasi segera atau dapat ditangani secara terencana.
Kelola Biaya Operasi Hernia dengan Asuransi Kesehatan
Biaya operasi hernia dapat menjadi pengeluaran besar, terutama jika membutuhkan metode tertentu, perawatan lebih lama, atau tindakan tambahan. Roojai menyediakan pilihan asuransi kesehatan individu dan keluarga dengan limit tahunan hingga Rp2 miliar serta layanan cashless di 2.000+ rumah sakit rekanan, sesuai plan dan ketentuan polis.
Manfaat polis dapat disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk pilihan kamar, area perlindungan, deductible, dan manfaat tambahan. Sebelum membeli, periksa masa tunggu, kondisi yang sudah ada, pengecualian, batas manfaat, serta kemungkinan biaya yang perlu dibayar sendiri.
Jika ingin menyiapkan perlindungan untuk kebutuhan medis mendatang, cek pilihan asuransi kesehatan Roojai. Jika sudah mendapat rekomendasi operasi, konfirmasi cakupan tindakan dan minta persetujuan dari penyedia asuransi sebelum menjalani prosedur.
Bagikan: