Habis Operasi, Bisa Mulai Olahraga Lagi?

Desember 16, 2022  |  Kategori: Gaya Hidup & Kesehatan

Habis Operasi, Bisa Mulai Olahraga Lagi?

ika kamu orang yang aktif dan gemar berolahraga, lalu suatu ketika kamu harus melewati prosedur operasi atau bedah di rumah sakit, dan saat kembali ke rumah, hanya duduk atau berbaring seharian menjadi cara paling membosankan untukmu menghabiskan waktu. Memang kamu perlu istirahat yang cukup agar tubuh segera pulih seperti sediakala, tetapi tanpa aktivitas fisik, tubuhmu akan merasakan masalah lain, seperti kaku dan aliran darah kurang lancar. 

Jika operasi yang kamu jalani termasuk jenis invasif minimal, masa pemulihan cenderung lebih singkat. Bahkan pada prosedur bedah konvensional (bedah terbuka) pun, immobilitas yang terlalu lama juga bukan hal yang disarankan oleh dokter.

Tujuan operasi

Operasi atau pembedahan, baik merupakan pilihan maupun urgen untuk dijalankan, adalah prosedur medis yang dilakukan dengan berbagai tujuan yang beragam. Menurut Stanford Medicine Health Care, seorang pasien mungkin perlu menjalani operasi bedah untuk satu atau lebih alasan berikut: 

  • Eksplorasi lanjutan terhadap kondisi sebagai proses diagnosis 
  • Biopsi terhadap benjolan yang mencurigakan 
  • Membuang jaringan atau organ yang sakit 
  • Membuka penyumbatan 
  • Mengembalikan struktur ke posisi normal 
  • Mengarahkan aliran  
  • Transplantasi jaringan atau organ 
  • Memasang alat mekanik atau elektronik 
  • Meningkatkan penampilan fisik 

Jenis-jenis operasi

Dengan kemajuan di bidang kedokteran bedah, operasi tidak melulu memerlukan insisi yang besar lagi seperti di masa lampau. Berikut dua jenis operasi berdasarkan teknik atau metodenya:  

Operasi terbuka 

Operasi terbuka berarti memotong atau mengiris kulit dan jaringan tubuh sehingga dokter bedah dapat melihat secara langsung struktur atau organ yang sakit. Contoh prosedur operasi terbuka dilakukan pada pengambilan organ seperti ginjal atau kantung empedu. Metode ini biasanya disebut dengan operasi konvensional dan dilakukan dengan pisau khusus. Pada operasi jantung, dokter menyayat bagian dada pasien dan membukanya agar organ jantung terlihat jelas (operasi jantung terbuka). 

Operasi invasif minimal 

Operasi invasif minimal adalah teknik yang digunakan pada operasi yang tidak memerlukan insisi besar. Metode ini relatif masih baru. Pasien dapat pulih lebih cepat dengan lebih sedikit rasa sakit. Contohnya adalah laparoskopi dan endoskopi. Dengan laparoskopi, ahli bedah hanya akan menyayat sedikit dan memasukkan alat seperti selang ke dalam lubang yang telah dibuat untuk mengecek masalah yang terjadi di dalam tubuh.

Apa jenis olahraga pilihanmu? Mungkin kamu akan suka bersepeda setelah tahu banyak manfaatnya kegiatan gowes jika dilakukan secara rutin.

Olahraga setelah operasi

Menurut Nancy Campbell, MS, seorang ahli fisiologi olahraga dari Dana Farber Cancer Institute di Boston, berikut panduan secara umum buat kamu yang ingin kembali olahraga setelah operasi: 

  • Tanyakan pada dokter bedah kapan kamu dapat kembali melakukan aktivitas fisik dan apa efek yang mungkin ditimbulkannya. 
  • Temukan panduan aktivitas spesifik sesuai dengan jenis operasi yang kamu jalani. 
  • Berjalan sangat disarankan sebagai kegiatan untuk memulai aktif kembali. 
  • Lindungi bagian insisi yang belum sembuh dari air (jika kamu berenang) dan dari debu. 
  • Secara perlahan dan bertahap, lakukan olahraga yang bervariasi, meliputi aerobik, latihan ketahanan, latihan fleksibilitas, dan latihan mindfulness
  • Jika memungkinkan, ikuti kelas khusus untuk pasien yang sesuai dengan kondisi kamu, secara langsung (luring) maupun kelas daring. 
  • Konsultasikan dengan terapis fisik atau ahli fisiologi untuk panduan jika kamu menjalankan operasi besar.  
  • Dengarkan tubuhmu sendiri, jangan terlalu memaksakan diri.  

Olahraga setelah operasi kanker 

Pasien yang baru keluar dari rumah sakit setelah operasi kanker harus menunggu masa pemulihan sampai dia merasa bisa kembali beraktivitas. Berjalan umumnya bisa dilakukan segera kecuali jika memberikan efek berbahaya terhadap bagian tubuh yang dioperasi. Yang paling penting adalah jangan sampai berlebihan atau terlalu memaksakan diri. 

Melakukan gerakan ringan dalam waktu singkat juga dapat dilakukan. Nancy Campbell menyarankan agar pasien pasca operasi kanker berolahraga selama lima menit di pagi hari, lalu sekitar lima sampai sepuluh menit di tengah hari, dan selanjutnya di sore atau malam hari. Totalnya jangan lebih dari 30 menit serta jangan langsung berolahraga 30 menit dalam satu sesi.  

Memecah-mecah aktivitas ke dalam waktu yang singkat (lebih kurang lima menit) memberikan kesempatan kamu untuk mengukur ketahanan tubuhnya. Selain itu, kamu juga harus selalu terhidrasi dan mengonsumsi makanan yang sehat, terutama protein yang membantu penyembuhan dan pemulihan tubuh pasca operasi.  

Meskipun melakukan olahraga yang tampak tidak banyak gerak seperti yoga, orang yang sedang memulihkan diri dari operasi kanker harus melakukannya dengan penuh pertimbangan dan kehati-hatian.  

Contohnya pada pasien kanker payudara yang akan kesulitan untuk mengangkat lengan. Pasien tersebut perlu memilih gerakan yang tidak memberatkan dan sesuai dengan kondisi tubuhnya. Dia bisa melakukan latihan untuk tubuh bagian bawah, seperti peregangan bagian paha dan betis. Jika yang dioperasi adalah tubuh bagian bawah, kamu bisa duduk sambil melakukan yoga di lantai atau kursi, lalu melakukan gerakan yang melibatkan tangan dan tubuh bagian atas.  

Selain itu, pasien juga mempunyai kesempatan untuk memfokuskan diri pada latihan pernapasan, mindfulness, dan meditasi. Pasien kanker yang menjalankan olahraga secara rutin akan mendapatkan manfaat seperti mengurangi stres dan mengembalikan perasaan memiliki kontrol atas dirinya sendiri.

operasi kanker
Image by stefamerpik on Freepik

Olahraga setelah operasi jantung 

Operasi bedah jantung terbuka merupakan prosedur yang berisiko sehingga membutuhkan pendekatan penuh kehati-hatian dalam masa pemulihannya. Ketika prosedur bedah ini dilakukan, tulang dada dibelah dari bagian atas ke bawah (median sternotomy) untuk memberikan akses langsung ke jantung.  

Agar masa penyembuhan optimal dan menghindari komplikasi, pembatasan aktivitas sangat disarankan bagi pasien operasi jantung terbuka selama beberapa minggu setelah bedah selesai. Pembatasan tersebut meliputi: 

  • Tidak boleh mengangkat beban yang lebih dari dua sampai lima kilogram 
  • Tidak boleh menarik atau mendorong dengan tangan 
  • Tidak boleh meraih sesuatu yang berada di belakang punggung 

Meskipun dibutuhkan, restriksi tersebut dapat membatasi kemampuan kamu untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan menghambat kamu melakukan olahraga. Bagaimanapun, kurang bergerak juga tidak bagus untuk kesehatan. Bergerak bermanfaat untuk sirkulasi darah dan fungsi pernapasan, yang akan membantu mencegah komplikasi seperti pembekuan darah atau pneumonia.  

Segera setelah operasi bedah jantung terbuka, selagi kamu masih di rumah sakit, kamu diperbolehkan berjalan jarak pendek dan melakukan gerakan pelan duduk-berdiri dengan bantuan perawat. Kamu juga dapat memperoleh panduan aktivitas fisik dari dokter untuk dilakukan setelah berada di rumah.  

Jika kamu dalam masa pemulihan dari operasi bypass, operasi katup jantung, operasi pasang stent, atau bahkan transplantasi jantung, pihak rumah sakit menyediakan sarana rehabilitasi jantung. Pelayanan ini memberikan supervisi medis agar kamu dapat melakukan aktivitas fisik sekaligus meningkatkan kesehatan jantung.  

Beberapa rumah sakit memiliki sarana pelayanan rehabilitasi jantung, termasuk peralatan seperti treadmill dan rowing machine. Dengan menggunakan monitor jantung, selama kamu melakukan olahraga, tim rehab yang terdiri atas dokter, perawat, dan ahli fisiologi akan mengecek tingkat toleransimu terhadap aktivitas fisik. 

Jika tidak ada pelayanan rehabilitasi jantung di area kamu, silakan tanyakan kepada dokter kapan dan bagaimana aktivitas rutin yang dapat kamu lakukan setelah operasi jantung atau setelah serangan jantung. Aktivitas yang disarankan bisa apa saja, mulai dari berjalan, menaiki tangga, atau ikut permainan olahraga. Lari ringan, berenang, bersepeda, dan latihan kekuatan serta peregangan dapat meningkatkan stamina dan fleksibilitas. Biasanya dokter melakukan tes kebugaran sebelum kamu dapat kembali aktif melakukan olahraga.  

Nah, jika tubuh kamu sudah semakin kuat, serta luka operasi sudah sembuh total, kamu dapat meningkatkan intensitas olahragamu. Selalu berkonsultasi dengan doktermu sebelum melakukan aktivitas fisik yang cukup berat agar terhindar dari komplikasi setelah operasi, ya.

Sebelum berolahraga, jangan lupa melakukan hal satu ini, yaitu pemanasan. Cari tahu yuk alasan pentingnya melakukan pemanasan sebelum olahraga dan jenis-jenisnya.

Olahraga memang punya manfaat yang bagus untuk tubuh. Dengan berolahraga kamu dapat mengurangi risiko penyakit kritis, seperti kanker. Selain itu, agar kebugaran kamu juga termasuk dalam hal keuangan, kamu memerlukan proteksi keuangan berupa asuransi penyakit kritis. Kita memang tidak mengharapkan kanker terjadi, tetapi bersamaan dengan pola hidup sehat untuk mencegah risiko, asuransi penyakit kritis juga sangat dibutuhkan.

Asuransi Penyakit Kritis dari Roojai Indonesia merupakan pilihan tepat untuk melengkapi asuransi kesehatan utama atau BPJS kamu. Jika kamu didiagnosis penyakit kanker, kamu tetap bisa mengajukan klaim meskipun biaya perawatan sudah ditanggung oleh asuransi lain. Wah, keren banget! 

Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, kamu mendapatkan proteksi dari beban keuangan akibat mahalnya biaya perawatan rumah sakit. Asuransi ini dapat menjadi pengganti biaya yang hilang disebabkan kamu atau anggota keluarga dalam perawatan penyakit kritis. Luangkan waktu kamu untuk mempelajari informasi selengkapnya agar dapat memperoleh ketenangan paripurna dalam menjalankan kebiasaan sehari-hari serta melindungi diri dan keluarga.